Brooks Koepka memenuhi targetnya menjuarai THE CJ CUP @ NINE BRIDGES dengan menyuguhkan permainan yang luar biasa. Pada putaran final hari ini (21/10), Koepka menorehkan skor 8-under 64 untuk memastikan kemenangan dalam debutnya di Jeju dan unggul lima stroke dari Gary Woodland yang berada di tempat kedua.

Meski memulai putaran final pagi tadi dengan keunggulan empat stroke, Koepka harus mendapati kenyataan bahwa posisinya disamai oleh Woodland. Ia berhasil ditempel oleh Woodland setelah hanya mendapatkan tiga birdie dengan dua bogey di sembilan hole pertamanya. Woodland sendiri menampilkan permainan istimewa dengan menorehkan enam birdie, termasuk empat birdie berturut-turut dari hole 6.

Namun, Koepka menunjukkan bahwa statusnya sebagai pemegang tiga gelar Major bukanlah sesuatu yang ia raih secara kebetulan. Tak seperti pemain lain yang mulai merasa panik atau tertekan ketika pemain lain menempel perolehan skornya, Koepka menunjukkan kolaborasi solid antara mental dan kemampuan yang telah membawanya meraih penghargaan PGA TOUR Player of the Year 2018.

“Saya bukan tipikal orang yang mudah panik kalau segalanya tidak berjalan sesuai harapan,” ujarnya lagi. “Saya hanya terus bertahan, menunggu hole-hole selanjutnya. Saya tahu kalau saya perlu mendapatkan peluang bagus, dan ketika melihatnya, saya mesti memanfaatkannya.”

Persis itulah yang dilakukan oleh pegolf berusia 28 tahun ini. Ia berhasil lepas dari tempelan rekan senegaranya itu di hole 10. Birdie di hole tersebut membuatnya kembali unggul, kali ini dengan dua stroke, setelah Woodland mendapat bogey. Dan permainannya di hole tersebut menjadi awal dari sebuah permainan fenomenal di sembilan hole penutup tersebut. Koepka masih menambah empat birdie lagi dan menuntaskan permainan dengan eagle di hole 18.

“Saya bukan tipikal orang yang mudah panik kalau segalanya tidak berjalan sesuai harapan.” – Brooks Koepka

“Sungguh upaya yang luar biasa hari ini. Saya tidak mengawali putaran final ini dengan awal terbaik, seperti yang saya inginkan,” tutur Koepka. “Saya pikir saya satu stroke di depan (Ian) Poulter setelah empat atau lima hole. Dan hal berikutnya yang saya dapatkan ialah, saat melihat (papan klasemen) di hole 8 saya ada di posisi yang sama dengan Gary (Woodland).”

Dari hanya bermain 1-under di sembilan hole pertama, Koepka membukukan 7-under di sembilan hole terakhirnya untuk menjuarai turnamen yang merupakan ajang ketiga dari PGA TOUR musim 2018-2019 ini. Kemenangan ini sekaligus menjadi kemenangannya yang kelima pada kancah PGA TOUR, dan juga memberinya status baru sebagai pegolf No.1 di dunia, melampaui Dustin Johnson di puncak Official World Golf Ranking.

“Saya berusaha untuk memberi tekanan kepadanya, tapi ternyata saya memulai putaran final ini terlalu jauh (lima stroke di belakang Koepka),” aku Woodland yang cukup berhasil melakukannya dalam sembilan hole pertamanya. “Andaikan saja ada sejumlah putt saya yang langsung masuk kemarin dan saya bisa memiliki skor yang sedikit lebih dekat dengannya jelang bermain hari ini.”

Woodland memang patut merasa kecewa. Ia bermain tak kalah luar biasanya pada hari Minggu ini. Sepanjang 18 hole terakhir, ia membukukan sebelas birdie dengan dua bogey, yang membuatnya menorehkan skor 9-under 63 dan menempatkannya sendirian di tempat kedua. Ini sekaligus menjadi prestasi runner-up yang kesembilan dalam kariernya bermain pada PGA TOUR.

Skor terendah pada putaran final tadi dibukukan oleh Ryan Palmer. Sama seperti Koepka, Palmer juga seakan tersengat untuk mencatatkan birdie di sembilan hole terakhir. Setelah bermain 3-under 33 di sembilan hole pertama, Palmer membukukan tujuh birdie berturut-turut dari hole 12, yang membuatnya menjadi pegolf ke-18 dalam sejarah PGA TOUR yang berhasil melakukan hal tersebut. Pada musim 2017-2018, hanya Kiradech Aphibarnrat dan Lanto Griffin yang bisa melakukannya. Skor tersebut turut membawanya finis di posisi ketiga, bersama pegolf Spanyol Rafa Cabrera Bello.

“Saya berusaha untuk memberi tekanan kepadanya, tapi ternyata saya memulai putaran final ini terlalu jauh.” – Gary Woodland

“Saya sudah memukul bola dengan baik sepanjang pekan dan kemudian kemarin sangat mengecewakan. Hari ini agak mirip, main 3-under, tapi saya melakukan penyesuaian. Entah di hole mana, saya sedikit menggeser bola dari kuda-kuda saya dan dari sana saya bisa memukul solid. Makin sering melakukannya, makin saya merasa bebas melakukan swing dan saya pun bisa memukul mendekati lubang,” jelas Palmer.

Tempat kelima dihuni oleh Jason Day dan Scott Piercy. Keduanya masing-masing mencatatkan skor 67 dan 69 dan sama-sama mengumpulkan skor 12-under 276.

Sementara itu, Justin Thomas finis di peringkat T36 setelah hari ini membukukan skor 4-under 68. Skor total yang ia raih, 5-under 283 juga diraih oleh Joaquin Niemann, Ernie Els, Brian Harman, dan Brandt Snedeker.

Adapun prestasi terbaik dari pegolf tuan rumah ditorehkan oleh Kim Siwoo. Juara THE PLAYERS Championship 2017 ini bermain dengan skor 7-under 281 dan berada di peringkat T23.

Leave a comment