Ko Jinyoung siap meramaikan persaingan pada HSBC Women’s World Championship pekan ini dan berharap bisa segera mewujudkan gelar pertama tahun 2021 ini.

Cedera masih bakal menjadi bagian dari Ko Jinyoung ketika memulai penampilan ketiganya pada HSBC Women’s World Championship pekan ini. Pegolf No.1 Dunia ini mengalami cedera menjelang bertanding pada LA Open pekan lalu.

Ko mengalami cedera ringan dalam latihannya. Akibatnya, sepanjang pekan lalu ia hanya sekadar melatih putting. Uniknya, ia justru berhasil bermain bagus dan finis di posisi T3, dua stroke dari Brooke Henderson.

”Saya berlatih untuk LA Open pada hari Minggu, waktu itu saya berlatih di karpet dan memukul beberapa bola. Saya merasa ada sedikit cedera, jadi saya tidak berlatih lagi pada hari Senin, Selasa, atau Rabu, bahkan sampai pada hari Minggu, bahkan pagi hari sebelum tee off (untuk putaran final). Jadi, saya hanya melakukan putting dan langsung tee off, dan malah mendapatkan putaran yang luar biasa, saya dapat sembilan birdie pada putaran ketiga,” tutur Ko.

Sepanjang pekan itu Ko terpaksa melakukan latihan bayangan demi menjaga kondisinya, dan taktik tersebut membuahkan hasil yang sangat penting untuk membawanya kembali ke Sentosa Golf Club pada pekan ini.

 

Pada penampilan keduanya pada HSBCW Women’s World Championship tahun 2019, Ko Jinyoung finis T3. Foto: Getty Images.

 

Seperti halnya rekan senegaranya, Park Inbee, yang kini menempati peringkat 2 pada Rolex Rankings, Ko menjalani musim 2021 ini dengan sejumlah hasil yang meyakinkan, meskipun harus sekali gagal lolos cut. Dari total lima turnamen menjelang HSBC Women’s World Championship, ia sudah tiga kali finis di lima besar, dengan T7 pada ajang Major pertama, ANA Inspiration.

Dengan kondisinya yang kini beranjak lebih baik, Ko jelas berniat untuk meraih kemenangan pertamanya tahun ini.

”Hal pertama yang saya ingat dari Sentosa Golf Club ialah cuacanya yang panas, dan green-nya yang licin,” tutur Ko ”Target saya ialah bermain lebih baik, seperti tahun 2019 (Ko menjuarai empat gelar, termasuk dua gelar Major, pada tahun itu). Saya lebih berfokus pada akurasi driving, fairay hit, dan berapa banyak green in regulation yang bisa saya penuhi, termasuk rata-rata putt.

”Ada banyak pemain hebat pada LPGA Tour, dan pekan pekan ini tidak terkecuali. Semua orang berusaha untuk menang, saya juga demikian, tapi jelas kita tidak bisa mengendalikan masa depan. Jadi, saya tetap berlatih dan menjaga energi sebelum turnamen, dan banyak minum.”

”Permainan saya sekarang sudah semakin bagus, …, saya berharap bisa segera kembali ke jajaran para juara.” — Ko Jinyoung.

Sebagai pegolf No.1 Dunia, Ko memang telah ditempa sejak kecil untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Sang ayah, yang merupakan mantan petinju, kerap mendorong putrinya ini untuk terus berjuang menjadi yang lebih baik.

”Ayah ingin menjadi seseorang yang lebih kuat, dan saya juga demikian. Saya ingin lebih kuat daripada kemarin. Posisi sebagai No.1 Dunia memang tidak mudah, tapi juga tidak sulit. Kalau saya bermain lebih baik dan lebih baik, saya bisa mempertahankan posisi ini satu atau dua bulan lagi, atau malah lebih. Ini motivasi yang bagus buat saya dan membuat saya menjadi lebih yakin,” tutur pegolf berusia 25 tahun ini.

”Permainan saya sekarang sudah semakin bagus, seperti pada turnamen pertama di Florida bulan Februari lalu. Jadi, saya berharap bisa segera kembali ke jajaran para juara, dan saya akan fokus pada permainan saya dan berjuang dengan hati saya,” tegasnya.

Hasilnya mungkin akan bisa kita saksikan pada pekan ini. Sejak melakoni debutnya pada HSBC Women’s World Championship pada tahun 2018, Ko selalu mencatatkan hasil yang bagus. Setelah finis T6, ia berada di peringkat T3 pada edisi 2019. Meskipun tidak secara eksplisit mengungkapkannya, Ko, yang selalu berhasrat untuk menjadi yang lebih baik jelas bakal menjadi salah satu kekuatan utama pada pekan ini. Bukan tidak mungkin ia akan mewujudkan kemenangannya pekan ini.