Kiradech Aphibarnrat memilih berfokus untuk mengikuti PGA TOUR musim 2020-2021 dan kembali dengan lebih meyakinkan.

Kiradech Aphibarnrat memutuskan untuk menyalurkan energi dan fokusnya menuju PGA TOUR musim 2020-2021. Musim baru ini dijadwalkan bergulir pada bulan September mendatang.

Bintang Asia yang baru saja berusia 31 tahun kemarin (23/7) ini memilih untuk tidak mengikuti rangkaian turnamen PGA TOUR bulan lalu. Ia memilih pulang ke rumahnya di Bangkok pada pertengahan April lalu, menyusul dihentikannya kompetisi PGA TOUR akibat pandemi COVID-19.

Sudah pasti ia merindukan kompetisi. Tapi penghentian sementara kompetisi kala itu juga menjadi berkat terselubung baginya. Jeda panjang itu memungkinkan Kiradech untuk mengistirahatkan dan memulihkan lututnya yang sempat cedera dan memengaruhi performanya selama ini.

Kini ia berniat untuk kembali ke Orlando, Florida pada bulan Agustus mendatang. Ia merasa perlu bersiap menyambut musim baru, yang rencananya bakal dimulai pada 10 September lewat ajang Safeway Open di Napa, California. Sepekan setelah itu, U.S. Open akan diselenggarakan di Winged Foot Golf Club.

”Saya perlu untuk bersiap kembali karena saya ingin bertanding dengan lebih meyakinkan dan menemukan kembali performa saya.”

”Jika semuanya sesuai dengan rencana, saya akan kembali ke Orlando dalam beberapa pekan lagi,” ujar Kiradech yang menjadi pegolf Thailand pertama yang meraih kartu PGA TOUR. ”Akan ada cukup waktu untuk bersiap menyambut musim baru, yang pastinya akan menjadi fokus utama saya. Saya perlu untuk bersiap kembali karena saya ingin bertanding dengan lebih meyakinkan dan menemukan kembali performa saya. Saya berniat untuk bermain pada tiap turnamen yang bisa saya ikuti mulai September hingga seterusnya. Saya sangat merindukan golf dan ingin bisa kembali bertanding.”

Pegolf bertubuh tambun yang kerap disebut sebagai John Daly Asia ini hanya mengikuti enam turnamen pada musim 2019-2020 yang masih berjalan ini. Ia mencatatkan finis terbaiknya dengan menempati posisi T8 pada ajang THE CJ CUP @ NINE BRIDGES di Korea, bulan Oktober silam. Pada bulan Februari ia finis T27 pada ajang Puerto Rico Open. Lalu ia harus gagal lolos cut pada empat turnamen lainnya. Saat ini ia menempati peringkat 182 pada klasemen FedExCup.

Kondisi luar biasa akibat pandemi ini memang membuat PGA TOUR memperpanjang keanggotaan bagi para anggotanya hingga ke musim 2020-2021. Dengan periode kompetisi yang terpaksa menjadi jauh lebih pendek, Kiradech menilai keputusan untuk mengakhiri musim ini dan bersiap untuk musim depan menjadi pilihan terbaik.

”Saya tak banyak bermain golf di rumah, tapi saya tetap menjaga kesehatan dan kebugaran. Periode ini menjadi momen bersama keluarga yang sangat menyenangkan. Saya tak menghabiskan waktu terlalu banyak untuk golf dan saya harap situasi (pandemi) ini akan segera berlalu,” harap mantan pegolf Asian Tour No.1 dan pemegang empat gelar European Tour ini.

Saat ini PGA TOUR memainkan turnamen ketujuh sejak golf kembali dipertandingkan. TPC Twin Cities menjadi tuan rumah untuk ajang 3M Open. Meskipun para penggemar golf jelas menikmati turnamen, Kiradech justru mengaku menghindari menonton kompetisi PGA TOUR.

”Saya yakin bisa menang di level PGA TOUR ketika kembali ke sana dan saya juga ingin bisa kembali ke jajaran 50 besar dunia.”

”Saya memang merindukan golf, tapi saya tidak tergoda untuk menonton apalagi mencari berita tentang golf. Saya berusaha untuk sama sekali tidak menonton karena kalau tidak begitu, saya bakal makin merindukan olahraga ini lagi karena tahu saya tidak ikut bertanding di sana,” jelas pegolf yang kini harus berada di peringkat 168 dunia ini.

”Biasanya saya bermain lebih dari 30 pekan setiap tahun, jadi absen mengikuti turnamen sebenarnya bukan hal yang mudah buat saya.”

Sebagai perayaan ulang tahunnya yang ke-31 pada pekan ini, Kiradech menghabiskan hari istimewanya itu dengan keluarganya, mengunjungi kuil di Ubon Ratchathani yang berada di sebelah timur Bangkok. Pada tahun 2014, ia sempat tinggal di kuil Siam. Ia sempat belajar bagaimana kehidupan seorang biksu di sana. Ia bahkan harus mencukur gundul rambut dan alisnya, bangun pukul 04:30 pagi, bermeditasi, dan berjalan dengan telanjang kaki selama berkilo-kilometer untuk mengumpulkan makanan dari masyarakat desa.

”Ini budaya Thailand, sesuatu yang kami lakukan pada hari ulang tahun kami tatkala hendak mencari restu dari para biksu,” jelasnya. ”Saya berdoa agar saya bisa kembali dengan lebih meyakinkan. Saya yakin bisa menang di level PGA TOUR ketika kembali ke sana dan saya juga ingin bisa kembali ke jajaran 50 besar dunia.”