Kiradech Aphibarnrat finis di sepuluh besar pada ajang THE CJ CUP @ NINE BRIDGES.

Sebuah eagle di hole 18 memberikan hasil yang memuaskan bagi bintang golf Asia Tenggara asal Thailand, Kiradech Aphibarnrat. Eagle tersebut membuat pegolf berusia 30 tahun ini kembali bermain dengan skor 3-under 69 dan finis di sepuluh besar pada ajang THE CJ CUP @ NINE BRIDGES hari ini (20/10).

Memainkan 7-iron untuk pukulan approach ke green di hole 18 par 5 tersebut, Kiradech berhasil mengantarkan bolanya hingga berjarak tiga kaki, yang memudahkannya untuk menorehkan eagle. Skor ini menjadi sangat penting setelah empat birdie yang ia bukukan harus tergusur oleh tiga bogey.

“Ini pertama kalinya saya memukul driver jauh ke kiri, sekadar untuk memukul ke fairway. Sisanya sekitar 207 yard. Saya mendapatkan posisi memukul yang bagus, disertai bantuan angin dari belakang, lalu memukul 7-iron hingga menyisakan jarak tiga kaki. Saya benar-benar membutuhkan eagle tersebut!” ujarnya dengan penuh rasa lega.

Pegolf bertubuh besar ini mengaku bermain dengan sangat bagus, kecuali di hole 14, 15, dan 17, di mana ia harus mendapat bogey.

“Saya ingin bisa mempertahankan sensasi terbaik yang saya peroleh dari permainan saya ini dan berharap cedera ini bisa lekas sembuh.” – Kiradech Aphibarnrat

“Permainan putter saya berjalan dengan baik sepanjang hari ini. Saya memulai dengan par di hole 1, birdie di hole 2 dan 3, lalu birdie lagi di hole 10, 11, dan merasa mulai mendapat angin lagi. Tapi kemudian saya malah melakukan kesalahan di hole 12, yang akhirnya malah hanya mendapat par.

“Tiga bogey di empat hole itu juga benar-benar memupus harapan saya. Rasanya saya membuang-buang beberapa pukulan. Saya memang sudah cukup lama tidak main lagi, jadi senang bisa main sebaik ini. Yang pasti, bisa masuk sepuluh besar pekan ini jelas ikut mengembalikan rasa percaya diri saya,” sambung Kiradech, yang finis di peringkat 83 pada klasemen FedExCup musim lalu.

Usai bermain di Korea pekan ini, Kiradech harus kembali jeda dalam dua pekan ke depan. Pasalnya, ia tidak mendapat slot untuk bermain dalam dua turnamen berikutnya, yaitu ZOZO CHAMPIONSHIP di Jepang pada pekan depan, dan World Golf Championships-HSBC Champions di China.

Meski demikian, ia tidak merasa kecewa tidak bisa bermain pada dua turnamen besar tersebut. Dengan jeda tersebut, ia memiliki lebih banyak waktu untuk memulihkan cedera lutut kanan yang ia dapatkan ketika bermain pada Masters Tournament bulan April 2019 lalu.

An Byeonghun akhirnya harus finis di posisi T6 bersama Tyrell Hatton asal Inggris. Keduanya bermain dengan skor total 275. Foto: Getty Images.

“Saya tahu kalau saya takkan bermain setelah turnamen pekan ini. Tapi saya ingin bisa mempertahankan sensasi terbaik yang saya peroleh dari permainan saya ini dan berharap cedera ini bisa lekas sembuh. Dan setelah itu, saya akan kembali dan memulai perburuan (untuk menjadi juara PGA TOUR). Saya yakin, dengan swing saya saat ini, saya tidak terlalu jauh dari meraih kemenangan, termasuk dengan dukungan tim saya saat ini. Sejauh ini kami sudah meraih hasil yang bagus,” tandasnya.

Empat hari bermain dengans kor 69 pun membawa Kiradech finis di posisi T8 bersama Ryan Moore, Wyndham Clark, dan Jordan Spieth. Skor total 12-under 276 milknya membuatnya finis delapan stroke di belakang Justin Thomas, yang kembali keluar sebagai juara. Skor 67 yang dibukukan pegolf Amerika tersebut memberinya keunggulan dua stroke dari pesaing terdekatnya, Danny Lee asal Selandia Baru.

Sementara itu, Hideki Matsuyama akhirnya finis di peringkat 3 bersama Gary Woodland dan Cameron Smith, dengan skor total 15-under 273. Pegolf tuan rumah yang sempat menjadi pimpinan klasemen sementara, An Byeonghun menutup hari terakhir ini dengan skor 69 dan finis di peringkat T6 bersama Tyrell Hatton dengan skor total 275.

Adapun rekan senegara Kiradech, Jazz Janewattananond akhirnya finis di peringkat T65 dalam debutnya di Korea pekan ini. Ia finis dengan skor total 3-over 291 dan berada di peringkat T65.

Leave a comment