Dua pegolf top Asia, Kiradech Aphibarnrat dan Hideki Matsuyama mengawali ajang World Golf Championships-Dell Technologies Match Play dengan kemenangan ketika ajang WGC kedua musim 2018 ini dimulai kemarin (21/3).

Pegolf asal Thailand yang finis T5 pada ajang WGC-Mexico Championship awal Maret lalu ini tak pernah berhasil diungguli oleh pemain debutan Chez Reavie. Kiradech berhasil unggul 2-up ketika memasuki sembilan hole keduanya. Ia akhirnya berhasil memastikan kemenangan dengan 3&2.

”Pada ajang match play, yang mesti Anda lakukan ialah bermain lebih baik daripada pesaing Anda. Saya berhasil menempatkan diri di posisi yang lebih baik. Saya tak pernah tertinggal. All square, 1-up, all square, 1-up, 2-up. Saya terus menempatkan diri di posisi yang lebih baik dan memberi tekanan kepada pemain lain,” tutur Kiradech.

Kiradech akan berhadapan dengan Keegan Bradley, yang bermain imbang dengan Jon Rahm dalam partai selanjutnya yang berlangsung hari ini (22/3).

”(Angin keberhasilan itu) masih ada pada saya. Saya hanya berkata bahwa saya ingin fokus pada permainan saya sendiri. Kali ini saya tidak memainkan permainan terbaik saya, tapi jika bisa melakukannya besok (hari ini) dan Jumat, tentu akan mempermudah perolehan poin untuk memenangkan grup,” imbuh Kiradech lagi.

Kiradech memang tidak bohong ketika menyebutkan ia menyukai format match play. Meskipun ajang seperti ini sangat jarang dimainkan dalam satu musim kompetisi, toh Kiradech sukses menjuarai Paul Lawrie Match Play 2015 di kancah European Tour. Relasi bagusnya dengan ajang seperti ini juga ia lanjutkan ketika menjuarai ISPS HANDA World Super 6 Perth bulan lalu.

Sementara itu, pegolf Asia pertama yang menjuarai ajang WGC, Hideki Matsuyama sukses menyingkirkan rekan senegaranya, Yusaku Miyazato, dengan skor 2&1. Matsuyama akan menghadapi pegolf Australia Cameron Smith, yang sukses menaklukkan Patrick Cantlay.

Uniknya, Matsuyama sempat tertinggal 2-down hingga enam hole. Namun, ia berhasil bangkit.

”Birdie yang saya dapatkan di hole 7 dan 9 mengembalikan saya ke jalur persaingan. Lalu saya mendapat birdie lagi di hole 11, 12, dan 13 yang sangat besar artinya. Semua itu benar-benar memberi perbedaan,” ujar Matsuyama yang saat ini merupakan pegolf No. 6 dunia.

Sejauh ini, Matsuyama baru pada tahun 2015 berhasil menembus fase grup dalam tiga kali penampilannya. Namun, kala itu ia harus takluk dari Rory McIlroy yang akhirnya keluar sebagai juara. Sejauh ini Matsuyama telah memenangkan dua gelar WGC, yaitu pada HSBC Champions 2016 dan Bridgestone Invitational 2017. Jika kali ini bisa menang, ia akan bergabung dengan Tiger Woods (18), Dustin Johnson (5), Geoff Ogilvy (3), dan Phil Mickelson (3) sebagai pemain yang bisa memenangkan tiga atau lebih gelar WGC.

Sayangnya, keberhasilan Kiradech dan Matsuyama belum berhasil diikuti oleh bintang India Shubhankar Sharma. Sharma yang bertarung mati-matian menghadapi pegolf asal Spanyol, yang juga merupakan juara bertahan The Masters, Sergio Garcia, harus mengakui keunggulan Garcia yang membukukan birdie di hole 18 untuk kemenangan 1-up. Sharma harus menghadapi PGA TOUR Rookie of the Year 2017 Xander Schauffele dalam pertandingan Grup 7 berikutnya.

Seperti halnya Sharma, bintang asal Chin Li Haotong pun harus kandas dalam debutnya pada ajang ini. Ia harus mengakui ketangguhan bintang Amerika yang juga jagoan match play, Patrick Reed dengan 3&2. Dalam partai beriutnya, Li harus berhadapan dengan Jordan Spieth dan wajib menang untuk menjaga peluang lolos menuju fase berikutnya dari Grup 4.