Kiradech Aphibarnrat dan Anirban Lahiri mencatatkan hasil yang solid di Bermuda.

Dua mantan pegolf No.1 Asian Tour Kiradech Aphibarnrat dan Anirban Lahiri mencatatkan hasil yang solid pada ajang Bermuda Championship yang baru saja berlalu. Keduanya sama-sama finis di posisi T11, lima stroke di belakang sang juara Brian Gay.

Empat birdie dan sebuah bogey untuk skor 3-under 68 pada putaran final di Port Royal Golf Course itu memberi finis terbaik bagi Kiradech pada tahun ini. Sementara bagi Lahiri, skor 67 pada hari terakhir itu berarti ia masih mempertahankan tren positif pada permainannya sekaligus membawanya ke posisi 31 pada klasemen FedExCup.

Lahiri menuntaskan pekan di Bermuda itu dengan mencatatkan enam birdie dan dua bogey. Sepanjang pekan itu, Lahiri menorehkan 21 birdie, yang menempatkannya menjadi salah satu pemain yang mencatatkan birdie terbanyak. Baginya, T11 menjadi lanjutan dari dua kali finis di 40 besar dan T6 dalam tiga turnamen sebelumnya.

 

Anirban Lahiri bergabung dengan sesama mantan pegolf No.1 Asian Tour, Kiradech Aphibarnrat, di peringkat T11 Bermuda Championship. Foto: Getty Images.

 

”Saya senang dengan konsistensi pekan ini. Saya masih melakukan terlalu banyak kesalahan kecil di dan sekitar green yang cukup merugikan saya. Kecewa juga sih, tidak berhasil masuk sepuluh besar,” ujar Lahiri yang kini bermain dalam musim keenamnya secara berturut-turut pada PGA TOUR.

Juara Indonesian Masters 2014 ini memulai putaran final empat stroke dari puncak klasemen. Ia langsung panas dan membukukan tiga birdie di hole 2, 4, dan 7, sebelum kemudian mendapat bogey di hole 9. Lalu ia menuntaskan pertandingan dengan tiga birdie dan satu bogey di empat hole terakhirnya.

”Rasanya permainan saya makin komplit pekan demi pekan. Tantangan dan kekecewaan terbesarnya ialah saya tak bisa mengikuti banyak turnamen dan untuk sekarang, saya tak bisa ikut dalam turnamen-turnamen tersisa pada jadwal tahun ini. Mungkin saya akan coba ikut kualifikasi Senin untuk Sea Island (RSM Classic, tiga pekan mendatang),” tandasnya.

Kiradech, yang bermain bersama Lahiri pada putaran final, memulai hari terakhir itu dengan berjarak tiga stroke. Sayangnya, ia belum bisa memaksimalkan kesempatan ini utnuk meraih kemenangan pertamanya pada ajang PGA TOUR. Ia mungkin mendapat birdie di hole 4 dan 7, tapi bogey di hole 9 seakan membendung permainannya. Birdi dari jarak setengah meter di hole 10 dan 6 meter di hole terakhir menuntaskan kampanye pegolf Thailand ini.

 

 

”Putter saya tidak cukup tajam untuk menuntaskan misi saya,” ujarnya.

Sementara itu, Brian Gay memastikan gelar PGA TOUR kelima setelah menaklukkan Wyndham Clark lewat babak play-off. Keduanya harus melanjutkan duel usai sama-sama mencatatkan skor 15-under 269. Kemenangan ini mengakhiri puasa gelar sejak 2013, sekaligus menempatkan Gay sebagai pegolf tertua yang pernah menjuarai ajang PGA TOUR, setidaknya terhitung sejak 2015.

”Saya mengalami kesulitan dalam beberapa bulan terakhir dan terkadang (permainan saya) berantakan di lapangan. Namun, orang-orang di sekitar saya terus mengingatkan kalau saya bisa menang,” ujar Gay, yang terakhir menjuarai Humana Challenge 2013.