Duo Thailand Kiradech Aphibarnrat dan Jazz Janewattananond siap menyambut tantangan di Stadium Course, TPC Sawgrass.

Hampir tak ada aspek dari THE PLAYERS Championship yang tidak disukai oleh Kiradech Aphibarnrat. Asal Anda tidak menyebut nasib naasnya di hole 17 par 3 itu saja.

Dalam tiga penampilannya pada turnamen ini, Kiradech memang telah berhasil menghapus kenangan buruk yang timbul akibat dua double bogey dan satu quadruple bogey pada ajang flagship PGA TOUR ini.

Dalam delapan kali bermain di hole khas tersebut, yang hanya berjarak 137 yard ke green pulau yang dikelilingi air, pegolf tambun ini bermain 6-over hanya di hole 17 itu saja.

Hari ini ia segera kembali memainkan ajang yang kini menyediakan total hadiah US$15 juta ini. Dan ia berniat menaklukkan hole terkenal tersebut, sekaligus memutus performanya yang jauh dari memuaskan, yang membuatnya hanya lolos cut pada dua dari enam turnamen pada pekan ini.

“Senang bisa kembali ke TPC Sawgrass untuk THE PLAYERS,” ujar Kiradech. “Ini turnamen terbaik dan seperti yang Anda tahu, kami menyebutnya Major kelima dan tak sabar untuk segera bermain. Saya suka lapangan ini, juga lingkungan di mana ada banyak penonton dan ada juga beberapa penonton Thailand di sini.

“Para pesertanya sangat kuat, semua orang sangat fokus dan semua mereka ingin meraih gelar juara di sini. Saya juga sama. Kalau menjuarai THE PLAYERS, Anda pasti yakin bisa memenangkan Major. TPC Sawgrass sendiri merupakan ujian yang mengagumkan. Saya sangat menyukainya.”

 

Sejak The Masters Tournament tahun 2019 lalu, Kiradech Aphibarnrat masih berjuang memulihkan fisik dan performanya hingga kondisi terbaik. Ia membutuhkan hasil meyakinkan pada THE PLAYERS Championship pekan ini untuk memperbaiki peringkatny pada FedExCup. Foto: Getty Images.

 

Tentu saja ia ingat kesulitan yang ditimbulkan oleh angin berputar dan seting menyerupai stadium di hole 17 itu. “Anda berhadapan dengan seting stadium di sekitar green yang sedikit menghalangi angin. Anda tak bisa menilai arah angin dari tee box,” imbuhnya lagi.

“Kalau dalam kondisi normal, saya mungkin bilang inilah par 3 termudah. Tapi ketika mulai merasa gugup dan angin pun berembus, hole ini menjadi sulit. Saya sudah merasakan dampaknya dalam beberapa tahun terakhir.”

Pegolf berusia 30 tahun ini finis T18 pada edisi 2018 setelah tiga hari berturut-turut membukukan skor 71 dan mengakhirinya dengan skor 67. Posisinya pasti akan lebih baik lagi jika saja bukan karena dua bolanya masuk air di hole 17, yang berujung pada quadruple bogey di sana.

Kiradech berharap permainannya bisa bangkit pekan ini, mengingat saat ini ia berada di peringkat 164 FedExCup. Hanya 125 peringkat teratas saja yang berhak bermain pada FedExCup Playoffs pada akhir musim nanti.

“Menurut saya sih semua tergantung kondisi badan saya,” katanya. “Sejak Augusta, sudah hampir setahun saya tidak bisa memainkan permainan golf terbaik saya. Saat ini saya masih kesulitan dan berharap ada satu pekan yang bagus untuk mengembalikan rasa percaya diri dan melanjutkan musim ini kembali.”

 

Tak hanya Kiradech Aphibarnrat yang perlu bermain prima. Rekan senegaranya, Jazz Janewattananond, juga perlu mencatatkan hasil yang positif pada THE PLAYERS Championship untuk memperbesar peluangnya bergabung dengan Kiradech bermain pada PGA TOUR. Foto: Asian Tour.

 

Bagaimanapun juga, Kiradech bakal mendapat teman pada pekan ini. Pegolf Asian Tour No.1 Jazz Janewattananond turut berbagian dalam turnamen pekan ini berkat posisinya di zona 50 besar dunia.

“Fantastis. Dia muda dan berbakat dan senang bisa mendapati lebih dari satu pegolf Thailand di sini. Satu saja sudah bagus, tapi dua sungguh fantastis,” ujar Kiradech yang memainkan putaran latihan pada hari Senin lalu dengan Jazz.

Setelah gagal lolos cut pada Arnold Palmer Invitational presented by Mastercard, Jazz berharap bisa bangkit dan memiliki debut yang meyakinkan pada THE PLAYERS.

“Semua orang menyebut ini Major kelima. Ini turnamen besar. Ini turnamen yang selalu ingin saya ikuti dan melihat betapa sulitnya lapangan ini dan bagaimana para pemain lain bisa mengatasinya. Saya tak sabar memainkan hole 17 … semoga saya tidak memukul bola ke air. Saya berdoa supaya bola saya masuk green. Saya tahu cuma butuh pukulan dengan wedge, tapi banyak yang gagal di sana. Semoga saya tidak demikian,” tutur Jazz.

Meskipun impiannya ialah bergabung dengan Kiradech pada PGA TOUR, Jazz yang baru berusia 24 tahun sadar ia mesti meningkatkan permainannya untuk bisa bersaing di level tertinggi secara lebih konsisten. Bulan lalu, ia bermain pada WGC-Mexico Championship dan finis T53. Setelah TPC Sawgrass, ia akan melakoni debut pada WGC-Dell Technologies Match Play.

“Saya mendapatkan pemngalaman luar biasa di sini dengan menyaksikan turnamen ini secara langsung. Pekan lalu terasa sedikit buruk … lapangannya susah. Saya harus menyikapi pekan ini sebagai pekan baru dan belajar memainkan lapangannya dengan lebih baik. Langkah mendaki itu tidak mudah dan tak semuanya bisa didaki. Anda harus mengatur langkah dan hal ini sama seperti di Meksiko. Saya hanya perlu melangkah lebih baik pekan ini. Saya sudah belajar banyak dan berusaha untuk terbiasa dengan turnamen-turnamen seperti ini,” tandasnya.