Sukses Ariya Jutanugarn yang kembali meraih kemenangan menjadi motivasi bagi Kiradech Aphibarnrat kala bersaing pada Palmetto Championship pekan ini.

Bulan Mei lalu bintang golf Thailand Ariya Jutanugarn akhirnya sukses mengakhiri puasa gelarnya dengan menjuarai Honda LPGA Thailand. Sukses Ariya ini menjadi motivasi bagi Kiradech Aphibarnrat ketika kembali bertanding pada ajang PGA TOUR pekan ini. Ia berharap bisa mengikuti jejak Ariya, yang merupakan sahabatnya itu, untuk menghadirkan kisah kebangkitannya sendiri.

”Kami sangat dekat dan sering mengobrol,” ujar Kiradech. ”Saya selalu percaya pada kemampuannya. Bahkan dalam dua tahun terakhir ketika ia tidak meraih satu kemenangan pun dan peringkatnya turun dari No.1 Dunia, kami saling percaya dan saya sendiri yakin ia bisa menang dan senang melihatnya mewujudkan hal itu. Saya pun bisa bangkit kembali dan meraih kemenangan pada PGA TOUR. Saya hanya butuh satu pekan dengan penampilan bagus, dan dia selalu memberi tahu saya tiap kali saya bertanding, mengingatkan agar saya yakin pada diri sendiri, bermain seperti yang biasa saya lakukan, dan melakukan hal yang saya biasa lakukan, dan saya bakal mendapat hasil yang bagus.”

Kiradech memang sangat dekat dengan Ariya dan Moriya, dua kakak beradik yang sama-sama bermain pada LPGA. Mereka bahkan bertetangga di Lake Nona, Florida dan sering menikmati santapan bersama-sama, bahkan berlatih bersama ketika tidak bertanding, baik di AS maupun di Bangkok.

Bagi Kiradech, dua tahun terakhir memang tidak mudah. Cedera yang ia peroleh pada Masters Tournament 2019 silam ternyata mengakibatkan cedera di mana sebagian anterior cruciate ligament (ACL) di lutut kanannya sobek. Lalu sepanjang 2020 lalu ia tak dapat mengikuti sebagian besar jadwal kompetisi lantaran pandemi. Dan ketika finis T11 di Bermuda bulan November 2020 lalu seakan menjadi titik cerah baginya, ia malah terpapar COVID-19 yang memaksanya harus absen lagi beberapa pekan. Dalam delapan turnamen yang ia ikuti tahun 2021 ini, ia hanya sekali lolos cut sehingga peringkatnya pada klasemen FedExCup merosot tajam ke peringkat 192. Ia pun terancam kehilangan kartu PGA TOUR-nya.

”Saya berlatih keras, tidak dalam tiga pekan terakhir, tapi dalam sepanjang tahun ini. Saya sudah berjuang untuk mendapatkan kembali permainan terbaik saya, berusaha berlatih sangat, sangat keras untuk menemukan performa saya lagi. Pekan ini pelatih saya Mike Walker bersama saya dan berharap semuanya bisa berjalan dengan baik,” tutur mantan pegolf No.1 Asia ini.

”Satu hal yang saya tahu dalam diri saya ialah bahwa saya tahu bagaimana memainkan olahraga ini.” — Kiradech Aphibarnrat.

Kemenangan terakhirnya sudah berlalu lebih dari tiga tahun lalu. Namun, ia sudah melakoni profesi ini cukup lama untuk memahami bahwa yang ia butuhkan hanyalah satu pekan yang bagus untuk mengubah keadaan.

”Saya terus gagal lolos cut, tidak memainkan permainan golf terbaik saya. Saya beralih pro pada 2008 dan dua tahun terakhir menjadi dua tahun tersulit dalam karier saya. Ini pertama kalinya saya mengalami kesulitan seperti ini, terutama pada PGA TOUR dan ini Tour yang paling sulit untuk mempertahankan status. Saya menantikan seluruh sisa musim ini, kembali ke performa terbaik, dan meski tidak berada di jajaran 125 besar, saya mencari kemenangan.

”Saya menjalaninya pekan demi pekan. Saya masih punya kemampuan untuk bermain dan menjuarai satu turnamen selalu menjadi rencana saya. Bagi saya, saya hanya butuh satu pekan yang baik untuk mengembalikan rasa percaya diri. Saya memberi tahu Anda, saya tahu bagaimana caranya memenangkan beberapa ajang golf,” tegasnya lagi.

Beberapa tahun lalu, Kiradech menjadi pegolf Thailand pertama yang meraih kartu PGA TOUR. Selama periode yang cukup lama ia berada di jajaran 50 besar dunia. Namun, ia harus tampil pada pekan ini sebagai pegolf peringkat 467. Toh ia tidak merasa gelisah dan berkeras masih bisa meraih momen-momen terbaiknya.

”Sulit diungkapkan betapa jauhnya saya terlempar, tapi saya tida berpikir saya terlalu jauh menyimpang. Yang benar-benar saya butuhkan hanyalah satu pekan yang baik, satu hari yang baik untuk meyakini apa yang berusaha saya raih dalam setahun terakhir. Jika hari yang demikian muncul dan saya menyadari hal tepat yang saya lakukan, saya akan bisa terus melangkah. Satu hal yang saya tahu dalam diri saya ialah bahwa saya tahu bagaimana memainkan olahraga ini. Saya hanya belum bisa mendapatkan momentumnya, mendapatkan kembali rasa percaya diri yang biasanya saya miliki. Hanya satu pekan yang baik, dan saya yakin bisa bangkit dengan lebih meyakinkan.”