Kim Siwoo bersiap untuk bermain dengan sabar pada putaran final The American Express hari ini (24/1).

Sekitar empat tahun silam, Kim Siwoo menuju putaran final Wyndham Championship sebagai pimpinan klasemen. Kala itu ia unggul empat stroke dan akhirnya berhasil mewujudkan gelar PGA TOUR pertama dalam kariernya. Tak sampai setahun setelah kemenangan di Greensboro itu, ia mengikuti jejak K.J. Choi menjuarai THE PLAYERS Championship.

Kini, untuk keempat kalinya dalam karier profesionalnya berlaga pada PGA TOUR, pegolf berusia 25 tahun ini kembali berada di posisi teratas, atau berbagi tempat teratas. Untuk kedua kalinya dalam pekan ini, ia berhasil memainkan putaran tanpa bogey. Skor 5-under 67 pada putaran ketiga kemarin (23/1) menempatkannya sebagai salah satu pimpinan klasemen sementara bersama duo Amerika Max Homa dan Tony Finau. Ketiganya sama-sama mencatatkan skor total 15-under 201.

Permainan Kim sepanjang pekan ini memang terlihat sangat stabil dan konsisten. Permainan iron dan putting-nya juga menjadi kunci yang membantunya mencatatkan total satu eagle dan 15 birdie, dengan dua bogey ia dapatkan pada putaran kedua. Ia bahkan berhasil memenuhi 15 dari 18 green in regulation pada putaran ketiga.

”Saya pikir saya bermain dengan baik, pukulan saya dan lainnya terasa cukup baik. Putting saya cukup bagus dan pukulan saya juga terasa lebih baik dalam dua hari terakhir dan terasa lebih nyaman,” jelas Kim.

Kehadiran Claude Harmon bersamanya sepekan sebelumnya ikut membantu pemegang dua gelar PGA TOUR ini untuk memiliki swing yang lebih baik.

 

 

”Kami melatih back swing saya dan melakukan takeaway agar sedikit lebih lurus. Sebelumnya takeaway saya sedikit lebih masuk dan ia membantu memperbaikinya,” sambung Kim.

Ia sadar bahwa meskipun kali ini menjadi salah satu pemimpin klasemen, ia tak hanya harus bersaing dengan Homa dan Finau, tapi juga mereka yang berjarak beberapa stroke darinya. Richy Werenski, misalnya, hanya berjarak satu stroke. Sementara Russel Knox, Brian Harman, dan Emiliano Grillo berada dua stroke di belakangnya.

”Saya harap bisa main lebih sabar besok (hari ini) dan berusaha mencoba rileks dan tidak terlalu agresif. Itu target saya besok,” tandasnya.

Sementara itu, rekan senegaranya, Im Sungjae yang memulai putaran ketiga sebagai pimpinan klasemen harus tersandung lantaran menorehkan skor 73. Ia sempat mendapat dua birdie di hole-hole awal, namun triple bogey di hole 9 turut menghambat performanya. Akibatnya, ia harus memulai putaran final di posisi T20 dengan torehan skor total 206.

Pegolf Korea lainnya, An Byeonghun, justru berhasil bangkit dari keterpurukan putaran kedua. Usai menorehkan skor 1-over 73, ia membukukan enam birdie dan hanya satu bogey untuk skor 67 pada putaran ketiga. Upayanya ini melambungkan posisinya ke peringkat T13, hanya empat stroke dari para pemuncak klasemen. Ini berarti An masih mempertahankan peluangnya untuk meraih kemenangan PGA TOUR pertama dalam kariernya.