Kim Siwoo harus bersabar meraih gelar PGA TOUR ketiganya dengan hanya meraih hasil terbaik musim 2019-2020.

Harapan Kim Siwoo untuk meraih kemenangan PGA TOUR ketiga akhirnya pupus. Pegolf berusia 25 tahun ini harus puas menorehkan skor even par 70 pada putaran final di Sedgefield Country Club pada ajang yang ia menangkan empat tahun silam.

Tampil sebagai pimpinan klasemen usai tampil cemerlang dalam tiga putaran terakhir, Kim harus mendapat double bogey di hole 6. Keputusannya memainkan driver di hole ini ternyata merugikan lantaran bolanya meleset dan ia harus kehilangan bola di sana. Di atas green ia juga terpaksa melakukan dua putt.

Akurasi pukulan Kim pada putaran final sebenarnya terbilang cukup baik. Selain memukul bolanya ke 10 dari 14 fairway, approach-nya juga mencapai 13 dari 18 green. Sayangnya, ketika pukulannya meleset, ia harus membayarnya dengan mahal.

Setelah kehilangan bolanya di hole 6, pukulan drive yang meleset kembali terjadi di hole 8. Kali ini bolanya masuk air sehingga ia terpaksa mendapat bogey di hole ini.

Ia lekas bangkit dengan menorehkan birdie di hole 9, di susul dengan tiga birdie lainnya di hole 11, 12, dan 15. Namun, bogey keduanya di hole 17 membuatnya harus puas mengakhiri Wyndham Championship tahun ini di peringkat ketiga bersama Kevin Kisner dan Webb Simpson dengan skor total 18-under 262, tiga stroke di belakang Jim Herman.

Meski gagal menang, finis T3 ini merupakan hasil terbaik yang ia peroleh sepanjang musim 2019-2020. Tapi yang tak kalah penting, hasil ini juga berhasil mendongkrak peringkatnya pada daftar peraih poin FedExCup. Setelah finis T13 pada PGA Championship, ia sukses menembus 125 besar dengan menempati peringkat 121. Tapi T3 kali ini membawanya menempati peringkat 82, yang berarti ia bakal ikut bertanding pada THE NORTHERN TRUST pekan ini.

Sejak 2016, Kim tidak pernah absen mengikuti FedExCup Playoff. Namun, ia hanya bisa tampil sekali pada turnamen pamungkas TOUR Championship, yaitu pada tahun 2016. Dan untuk bisa kembali menembus jajaran elite tersebut, Kim harus memastikan berada di jajaran 30 besar pada akhir BMW Championship. Namun, untuk bisa bermain pada BMW Championship, ia harus bisa menempati jajaran 75 besar pada klasemen FedExCup pada akhir THE NORTHERN TRUST.

 

 

Sementara itu, rekan senegaranya, Im Sungjae berhasil memperbaiki posisinya pada klasemen akhir Wyndham Championship. Skor 65 pada putaran final membawanya mengumpulkan skor 264 dan finis T9, prestasi sepuluh besar keduanya sejak golf kembali dipertandingkan. Hasil ini turut mengukuhkan posisinya di peringkat 5 klasemen FedExCup.

Kemenangan Memuaskan bagi Jim Herman
Disarikan dari artikel Helen Ross, PGATOUR.COM

Jim Herman berencana untuk mulai mengendarai mobil sewaannya usai mengikuti Wyndham Championship dan berkendara sekitar 10 jam dan sekitar 700 mil (1.127 km) menuju rumahnya di Florida. Ia memprediksi bisa sampai di rumah hari Senin ini dan mengantar anak-anaknya ke sekolah.

”Saya berniat kembali menjadi ayah dan memikirkan rencana selanjutnya, memikirkan permainan golf ini, berusaha menjernihkan pikiran dan bersiap untuk ajang Safeway,” ujar Herman, merencanakan rehat tiga pekan sebelum menyambut musim 2020-2021.

Tapi rencana ini harus berubah. Herman membukukan skor 63 pada hari Sabtu lalu untuk mengalahkan Billy Horschel untuk mengangkat Trofi Sam Snead. Ini berarti alih-alih pulang dan bertemu Carolyn, sang istri, serta Abigail dan Andrew kedua anaknya, Herman bersiap menuju TPC Boston untuk mengikuti THE NORTHERN TRUST, ajang pertama FedExCup Playoff.

Kemenangan itu membawanya dari peringkat 192 ke 54 pada klasemen FedExCup dan memberinya slot mengikuti FedExCup Playoff yang keempat kalinya dalam kariernya yang hanya sepuluh kali finis di sepuluh besar dalam 195 partisipasinya pada ajang PGA TOUR. Hanya tiga di antaranya yang ia menangkan.

Gelar pertamanya, yang ia sebutkan mengubah hidupnya, terjadi pada Houston Open 2016 dengan mengalahkan Henrik Stenson dan Dustin Johnson. Gelar keduanya ia sebut sebagai gelar penebusan lantaran 16 kali gagal lolos cut dalam 19 turnamen yang ia ikuti sampai memenangkan Barbasol Championship 2018. Dan kemenangan ketiganya kali ini menjadi jauh lebih memuaskan lagi bagi pegolf berusia 42 tahun ini.

Untuk bermain dalam dua putaran final di Sedgefield, Herman mesti berjuang keras di sembilan hole terakhirnya pada hari Jumat. Bogey di hole 14 kala itu praktis membuatnya terlempar dari batas cut off, sampai ia membukukan birdie di tiga hole berikutnya untuk memastikan menjadi pemain pertama yang melakukan tee off pada hari Sabtu.

”Saya menontonnya di TV, selalu menyaksikan bagaimana mereka meraih kemenangan, dan sekarang bisa ikut menang rasanya sangat luar biasa.” — Jim Herman.

Lalu permainan tanpa bogey dengan skor 61 pada hari itu menjadikannya sebagai satu dari hanya dua putaran 9-under yang tercipta pada lapangan karya Donald Ross ini. Dan dari ketinggalan empat stroke, ia berhasil mengungguli Horschel, juara FedExCup 2014, plus dua pemegang gelar Wyndham Championship dan THE PLAYERS Kim Siwoo dan Webb Simpson, dengan skor 63.

Tiga Pukulan Putt Berbeda untuk Tiga Kemenangan
Herman meraih tiga kemenangannya dengan tiga pukulan putt berbeda. Model cakar pada ajang Houston, grip konvensional pada Barbasol, dan menyilang pada Wyndham kali ini, dengan putter Bettinardi lamanya.

”Saya sebenarnya berniat menggunakannya pada hari Minggu saat PGA Championship. Saya sudah memiliki model berbeda dan hendak menggunakannya, tapi akhirnya memilih yang konvensional. Tapi begitu tiba di sini, kondisi green-nya sangat sempurna untuk memulai bola di posisi yang terlihat dengan kecepatan yang tepat dan grip menyilang membuat bola bergulir sedikit lebih baik buat saya,” jelasnya.

Meski kita tak melihat bahwa ia berpeluang menang, kinerja Herman di Sedgefield memang solid, yang membuat kita melupakan 27 kali gagal lolos cut dalam 40 turnamen terakhir yang ia mainkan. Ia bermain penuh percaya diri dan keyakinan dalam kemenangan yang sangat memuaskannya ini.

”Saya pikir ketika menang, Anda tak pernah benar-benar memperkirakannya. Apalagi para pemain yang ada di jajaran atas ini diprediksi sebagai pemenang tiap pekannya karena mereka memang tangguh. Kami memang tangguh, tapi dalam permainan mental ini, (kerap kali) itulah yang menjatuhkan Anda …

”Saya tidak memiliki perasaan lain selain merasa sangat, sangat memuaskan untuk bisa berada di jajaran atas setelah putaran ketiga, menempatkan diri saya di dekat posisi teratas dan menyalipnya dan main dengan skor rendah pada hari Minggu ini untuk menang.

”Saya menontonnya di TV, selalu menyaksikan bagaimana mereka meraih kemenangan, dan sekarang bisa ikut menang rasanya sangat luar biasa.”