Danny Masrin menembus sepuluh besar di Tiara Melaka Golf and Country Club.

Pegolf muda dari Korea Kim Joohyung memastikan kemenangan perdananya pada kancah Asian Development Tour kemarin (29/6). Pegolf remaja berusia 17 tahun ini membukukan tiga birdie di empat hole terakhirnya untuk mencatatkan 6-under 66 pada putaran final dan memenangkan turnamen pada sirkuit batu loncatan menuju Asian Tour ini.

Untuk pertama kalinya, pegolf muda ini berhasil memastikan kemenangan, setelah beberapa kali nyaris melakukannya. Skor total yang ia bukukan, 23-under 265 memberinya kemenangan hingga enam stroke dari pegolf Jepang Naoki Sekito dan pegolf tuan rumah Sukree Othman.

Sekito sempat memberikan perlawanan berarti pada putaran final ini, juga dengan torehan skor yang sama, 6-under 44 tanpa bogey, di antaranya dengan sebuah eagle di hole 16. Dengan skor total 271, ia pun berbagi peringkat kedua bersama Othman, sekaligus mengambil alih peringkat teratas Order of Merit.

“Senang sekali akhirnya bisa menang. sudah beberapa kali saya nyaris menang dan akhirnya bisa menuntaskannya, terlepas dari semua tekanan yang saya rasakan hari ini,” ujar Kim, yang membawa pulang hadiah senilai US$9.529 28 serta 6 poin Official World Golf Ranking.

Turnamen ini sendiri terpaksa mengalami sejumlah penundaan lantaran curah hujan yang tinggi memaksa komite untuk menunda hingga berjam-jam, mulai hari pertama. Bahkan turnamen ini dikhawatirkan akan menjadi turnamen 54 hole, sampai akhirnya cuaca kembali bersahabat. Tak heran jika kemudian beberapa pemain harus melakukan permainan marathon untuk memastikan 72 hole bisa dituntaskan.

Kim sendiri harus kembali lebih awal untuk menuntaskan tiga hole terakhir putaran ketiga, sekaligus memastikan skor 5-under 67 yang memberinya keunggulan empat stroke saat memulai putaran final. Pada putaran final, ia membukukan tujuh birdie dengan sebuah bogey, yang membuatnya mengikuti rekan senegaranya, Park Seung, yang memenangkan OB Golf Invitational. Praktis Kim menjadi pegolf Korea kedua yang menjuarai ajang ADT.

“Saya memulai putaran final dengan keunggulan empat stroke, dan kemudian memulainya dengan sebuah bogey. Saya lekas mengingatkan diri sendiri agar tetap sabar dan bermain sebaik mungkin. Menjelang berakhirnya putaran final, saya tahu kalau saya sudah memegang kendali, dan tekanan itu perlahan-lahan terangkat,” imbuh Kim lagi, yang sejauh ini juga telah mengoleksi dua gelar profesional pada Philippine Golf Tour.

Sebelumnya, ia telah berkali-kali nyaris menjuarai ajang ADT. Tahun ini ia sudah tiga kali meraih finis di lima besar. Namun, kali ini ia berhasil menampilkan permainan yang jauh lebih matang dari usianya.

“Sebelum pekan ini saya ada di peringkat delapan Order of Merit. Saya senang akhirnya bisa masuk tujuh besar, dan semoga bisa memenangkan beberapa turnamen lagi tahun ini agar bisa tetap berada di jajaran atas,” imbuh Kim, yang kini berada di peringkat tiga Order of Merit.

Lima pegolf Indonesia menikmati empat putaran
Lima wakil Indonesia berhasil menuntaskan turnamen pekan ini dengan hasil beragam. Pegolf No.1 Indonesia saat ini, Danny Masrin, berhasil menembus sepuluh besar. Hasil ini terbilang cukup baik, mengingat ia harus menyesuaikan permainan dengan kondisi lapangan yang harus menerima curah hujan yang cukup tinggi, plus penundaan selama berjam-jam.

“Pada hari pertama kami harus mengalami penundaan hingga lima jam. (Meski tertunda berjam-jam), green-nya sedikit lebih lambat, tapi masih bisa dimainkan. Pada hari pertama putting saya kurang bagus. Saya baru bisa mendapatkan feeling-nya setelah sempat latihan putting,” tutur Danny.

Danny membukukan skor 70-68-69-72 untuk skor total 9-under 271. Ia pun harus berbagi peringkat sepuluh itu dengan Juara Order of Merit ADT 2018 Pannakorn Uthaipas.

Meskipun hasil ini terbilang bagus, sayangnya finis di peringkat sepuluh tidak memberinya poin pada OWGR, mengingat poin itu hanya diberikan kepada enam pegolf berperingkat teratas. Hasil ini mengikuti dua prestasi runner-up pada dua ajang ADT sebelumnya.

Hasil terbaik selanjutnya dari wakil Indonesia dibukukan oleh George Gandranata yang berhasil finis di peringkat T12. George mengumpulkan skor total 8-under 280.

“Permainan saya terasa makin nyaman dan secara mental saya bisa lebih santai. Meskipun ada penundaan, tapi penundaan itu kan berlaku untuk semua pemain. Memang saya jadinya sempat bermain 28 hole. Sangat melelahkan dan harus benar-benar fokus, tapi sejauh ini tidak ada yang menjadi perhatian khusus untuk permainan saya. Paling hanya mempertajam putting saja,” tutur George.

“Untuk di Gunung Geulis nanti (Gunung Geulis Championship presented by Nomura) saya harus mempersiapkan kondisi fisik. Kemarin dan hari ini saya merasa sangat kelelahan dan sempat kehilangan fokus,” imbuhnya.

Sementara itu, Rory Hie berhasil finis di peringkat T20 setelah membukukan skor 71-70-69-72. Dua stroke di belakangnya ada Adrian Halimi yang bermain dengan skor total 4-under 284 (72-71-69-72). Adapun Joshua Andrew Wirawan finis dengan raihan 74-69-76-72 di peringkat T46.

Leave a comment