Kim Hyojoo memberi kejutan pada putaran final HSBC Women’s World Championship dengan keluar sebagai juara, plus mewujudkan gelar LPGA ke-4 dalam kariernya.

Layaknya sebuah drama yang berakhir bahagia, Kim Hyojoo menuntaskan drama sepanjang pekan di Sentosa Golf Club dengan memenangkan HSBC Women’s World Championship. Baginya kemenangan memang bukan hal baru, namun inilah gelar LPGA ketiga dalam kariernya sejak terakhir menjuarai Pure Silk-Bahamas LPGA Classic.

Kemenangan Kim pekan ini menjadi sebuah kejutan dalam skenario kisah yang kerap berubah dalam tempo 9 hole terakhir di Tanjong Course.

Menyusul putaran ketiga yang mengecewakan ketika ia membukukan enam birdie dan enam bogey, Kim memulai putaran final dengan tekad untuk tidak mengulangi hal yang serupa.

”Saya membuat enam bogey, enam birdie, dan enam par kemarin, dan saya berdiskusi dengan kedi saya untuk mencoba mempertahankan tren membuat birdie, dan melakukan dua set enam birdie hari ini, meskipun hal itu sangat sulit,” tutur Kim, yang mengemas kemenangan 17-under 271.

Ia tidak mendapatkan dua set enam birdie, namun dua set empat birdie, yang terbukti sangat menentukan hasil akhir pada pekan ini. Setelah mendapat birdie di hole 5 dan 6, serta 8 dan 9, ia melakukan hal serupa di hole 11 dan 12, serta 14 dan 15. Dan ketika menutup hole ke-72 dengan par, ia sempat menjadi pimpinan klasemen sendirian, sampai Hannah Green ikut meramaikan persaingan.

 

 

Green juga sempat menikmati berada di puncak klasemen menyusul birdie yang ia peroleh di hole 16. Permainannya pada putaran final ini terlihat solid. Dua birdie di sembilan hole pertama, eagle di hole 14, dan birdie di hole 16 itu memberinya peluang untuk mengikuti jejak Karrie Webb dan menjadi pegolf Australia kedua yang memenangkan ajang ini.

Namun, dua bogey berturut-turut di dua hole terakhirnya praktis memupus peluangnya. Toh dengan finis di tempat kedua dan skor 16-under 272, Green masih patut berbangga karena mencatatkan penampilan yang solid dalam debutnya pekan ini.

”Saya tidak benar-benar merasa dalam posisi bersaing sampai pukulan saya masuk di hole 14. Eagle itu sangat bagus untuk mendapatkan momentum. Saya juga melakukan putt dengan baik untuk birdie di hole 16, tapi merasa sangat kecewa karena harus dua kali melakukan tiga putt,” jelas pemegang satu gelar Major ini.

Park Inbee, pegolf tersukses dalam sejarah HSBC Women’s World Championship dengan dua kemenangannya pada 2015 dan 2017, juga sempat berpeluang untuk kembali mengangkat trofi setelah bermain 3-under dalam 12 hole. Namun, dua bogey di hole 13 dan 16 praktis memupus peluangnya.

Adapun Lin Xiyu, yang memulai putaran final sebagai pimpinan klasemen untuk pertama kali dalam kariernya, juga terpaksa menunda gelar LPGA perdananya setelah hanya mendapat dua birdie dan satu bogey pada putaran final ini.

”Menurut saya kondisi hari ini agak sedikit lebih sulit daripada dua hari sebelumnya dan permainan saya, bisa dibilang agak sulit karena berada dalam grup terakhir. Hannah bermain sangat bagus, dan juga Hyojoo, saya pikir saya sedikit terlalu fokus pada papan klasemen,” ujarnya.

 

Runner-up Hannah Green mencatatan debut yang solid pada HSBC Women’s World Championship. Foto: Yong Teck Lim/Getty Images.

 

”Saya jelas merasa agak sedih, tapi secara keseluruhan, kalau bisa memikirkan pekan ini dengan lebih tenang, saya merasa sangat bersyukur untuk apa yang telah saya lakukan. Jika pada awal pekan ini Anda memberi tahu kalau saya akan main sebagus ini, saya tidak akan percaya.”

Lalu ada juga pegolf muda Thailand yang baru saja meraih Major pertama dalam kariernya, Patty Tavatanakit. Setelah dua putaran awal yang biasa saja, ia menuntaskan pekan ini dengan penuh kebanggaan, meskipun tidak meraih kemenangan. Tujuh birdie dan tanpa bogey memberinya skor yang cukup untuk membawanya ke jajaran tiga besar dengan 15-under 273, berbagi tempat dengan Inbee dan Lin.

Terlepas dari semua skenario yang ada, Hyojoo menjadi salah satu juara yang tidak merasa dirinya bakal menang, terlebih mengingat persaingan yang sangat ketat menjelang hole-hole terakhir. Itu sebabnya, ia merasa kemenangan ini menjadi sebuah keberuntungan yang ia terima dengan senang hati.

”Target saya tahun ini ialah meraih kemenangan dan saya senang bisa melakukannya. Ketika bermain pada KLPGA Tour tahun lalu, saya mengasah kemampuan dan ingin semua aspek permainan saya bisa beradaptasi dengan tahun ini pada LPGA, dan saya sangat senang kemenangan ini menjadi hasilnya,” jelasnya.

”Setelah sekian lama tidak menang, kemenangan ini terasa seperti kemenangan pertama bagi saya. Saat ini sepertinya saya masih bermimpi saja.”