Donlaphatchai Niyomchon kian dekat ke gelar juara perdana dengan memegang keunggulan dua stroke pada ajang Taifong Open.

Pegolf berusia 29 tahun asal Thailand, Donlaphatchai Niyomchon kian dekat ke gelar juara perdananya. Pada putaran ketiga di Taifong Golf Course hari ini (28/12) ia menorehkan skor 4-under 68 untuk memegang keunggulan dua stroke.

Memimpin sejak putaran pertama, Donlaphatchai menorehkan empat birdie tanpa satu bogey pun pada putaran ketiga ini. Skor total 9-under 207 pun masih membuatnya bertahan di puncak klasemen dan berpeluang meraih gelar Asian Development Tour pertamanya lewat ajang yang menyediakan total hadiah senilai US$160.000 ini.

Jika pada akhir putaran kedua hanya Atiruj Winaicharoenchai, yang juga berasal dari Thailand, dan pemain tuan rumah Tseng Tzu-hsuan yang menempelnya, kali ini tekanan bertambah setelah Daiasuke Yasumoto dan pegolf China Taipei lainnya, Wang Wei-lun meramaikan persaingan dengan ikut berada di tempat kedua.

Atiruj dan Tseng sama-sama menorehkan skor 3-under 69 untuk terus menempel Donlaphatchai. Sementara itu, Yasumoto menorehkan skor 68, dan Wang membukukan skor 67.

Pegolf tuan rumah Wang Wei-lun menyodok ke peringkat dua dan ikut meramaikan persaingan dengan sesama penghuni tempat kedua, yaitu Daisuke Yasumoto, rekan senegaranya Tseng Tzu-hsuan, dan Atiruj Winaicharoenchai. Foto: Chung 500.

Pada putaran ketiga ini, akurasi permainannya terbukti menjadi kunci bagi Donlaphatchai untuk mempertahankan posisi ideal tersebut. Permainan iron-nya yang solid juga membuatnya berpeluang untuk menembus jajaran tujuh besar pada Order of Merit Asian Development Tour untuk sekaligus meraih kartu Asian Tour. Semua itu bisa terwujud jika ia bisa menang besok (29/12).

“Pukulan tee saya memang sedang bagus. Pukulan saya bisa memenuhi 16 green hari ini. Apalagi hari ini angin tidak sekencang kemarin,” ujar Donlaphatchai, yang kini ada di peringkat 94 Order of Merit. “Hole terbaik saya hari ini mungkin hole 5. Saya mencapai green dalam dua pukulan dan berpeluang mendapat eagle dari jarak 15 kaki.”

“Saya tidak banyak berpikir tadi. Fokus saya ialah melakukan pukulan demi pukulan. Besok pun akan seperti itu. Saya harus fokus pada permainan sendiri dan tak berpikir macam-macam,” imbuh pegolf yang meraih gelar profesional pertamanya di negeri sendiri sembilan tahun lalu.

Rekan senegaranya, Atiruj, sebenarnya berpeluang menyamai atau bahkan menjungkalkan Donlaphatchai pada hari ketiga ini, kalau saja putting-nya tajam. Meskipun pukulan approach yang ia lakukan pada hari ini terbilang tajam, ia harus puas hanya membukukan lima birdie dan dua bogey.

“Saya sebenarnya memainkan iron dengan baik hari ini, terutama di sembilan hole terakhir. Puas rasanya bisa mendapat tiga birdie berturut-turut dari hole 12 itu. Sayangnya, putting saya hari ini tidak begitu bagus. Ada banyak peluang birdie di sembilan hole pertama, sayangnya saya tak memaksimalkannya,” ujar Atiruj.

“Saya sudah sering main di lapangan ini, jadi saya tahu bagaimana memainkannya. … Besok saya akan bermain sebaik mungkin, tapi kalau cuacanya memburuk, saya harus menahan diri agar tidak bermain agresif.” – Wang Wei-lun

“Besok saya bermaksud main under lagi. Finis lima besar atau sepuluh besar sudah bagus buat saya,” sambung pegolf berusia 19 tahun yang baru pertama kali bertanding pada turnamen ini.

Sementara itu, Wang Wei-lun turut memanfaatkan pengetahuannya di Taifong Golf Course untuk mencatatkan enam birdie dan sebuah bogey pada putaran ketiga ini. Dengan skor 67, ia pun ikut meramaikan persaingan dan berpeluang mencatatkan kemenangan besok.

“Saya sudah sering main di lapangan ini, jadi saya tahu bagaimana memainkannya. Sebelumnya, saya juga mencatatkan hasil yang bagus. Besok saya akan bermain sebaik mungkin, tapi kalau cuacanya memburuk, saya harus menahan diri agar tidak bermain agresif,” ujar pegolf berusia 26 tahun ini.

Dengan sisa 18 hole lagi, besok kita akan mendapatkan tujuh pemain terbaik pada Asian Development Tour musim ini. Ketujuhnya akan mendapat kartu Asian Tour musim 2020.