Pegolf asal Modern Golf & Country Club, I Ketut Sugiarta sukses menyalip Sanusi dan menjuarai Top Skor Golf Invitational pada putaran terakhir (1/2). Pegolf berusia 42 tahun tersebut bermain mengesankan pada 18 hole terakhir turnamen yang juga merupakan Seri I Indonesian Golf Tour (IGT) 2017 ini. Ketut menutup permainan pada hari ini dengan skor 2-under 70 dan mengumpulkan skor total 209.

Meski demikian, Ketut harus menghadapi permainan luar biasa Syukrizal yang menempel ketat dalam perolehan skor. Keduanya saling bergantian mengisi posisi puncak klasemen.

Ketut sempat unggul dengan 7-under usai sembilan hole pertama, sedangkan Syukrizal yang bermain satu grup di depan Ketut tertahan pada 5-under. Namun, di sembilan hole kedua, Syukrizal merangsek ke posisi puncak setelah menambah dua birdie di hole 12 dan 14. Skor Ketut malah tergerus, menjadi 5-under usai double bogey di hole 11. Beruntung, ia bisa menebus skor yang hilang itu dengan tambahan birdie di hole 12 dan 14.

Ketut dan Syukrizal berbagi tempat hingga hole 16. Syukrizal yang baru menyandang status sebagai pegolf pro sejak awal Oktober 2016 harus mengalami ”kecelakaan” pada pukulannya sehingga terpaksa membuat bogey di hole 17. Keunggulan dua pukulan ini dipertahankan Ketut hingga hole terakhir untuk menyabet gelar juara Top Skor Golf Invitational ini yang sekaligus titel IGT ketiganya. Gelar pertama Ketut di IGT juga diukir di Padang Golf Matoa Nasional pada 2014 dengan skor total akhir tujuh di bawah par.

”Saya senang bisa menang (lagi) di sini. Target saya sebenarnya adalah mempertahankan posisi di lima besar saja,” kata Ketut. ”Saya baru saja pulih dari cedera punggung pada Desember tahun lalu sehingga saya main di dua turnamen pro nasional dalam kondisi tidak fit. Namun, saya akui bahwa permainan saya selama tiga hari ini sebenarnya kurang baik, terutama pukulan chip saya. Saya terbantu dengan permainan green in regulation yang lumayan baik.”

Ketut pun cukup senang dengan kehadiran para pegolf muda yang mulai menunjukkan kualitas permainan yang membanggakan, termasuk Syukrizal. ”Saya gembira kita punya banyak pegolf muda yang berbakat dan bisa meneruskan kiprah para senior di turnamen-turnamen internasional,” ujarnya. Atas keberhasilannya menjuarai Top Skor Golf Invitational, Ketut membawa pulang hadiah uang sebesar Rp34 juta dari total hadiah Rp200 juta yang disediakan.

Sementara itu, Syukrizal yang akhirnya menempati posisi kedua dengan selisih satu pukulan dari Ketut tidak terlalu kecewa dengan hasil akhir di putaran ketiga hari ini. Ia bahkan sangat puas dengan permainannya hari ini.

”Sejauh ini saya cukup senang dengan permainan hari ini. Swing saya sangat baik. Bogey di hole 17 disebabkan  karena gangguan di luar permainan sehingga mengganggu pukulan saya,” jelas Syukrizal. ”Namun, hasil selama tiga hari ini bagi saya sangat luar biasa. Saya sudah bisa beradaptasi dengan atmosfer kompetisi di profesional,” tambah pegolf asal Nanggroe Aceh Darussalam berusia 25 tahun ini.

Gelar Amatir Terbaik untuk Timnas
Di bagian amatir, posisi Almay Rayhan Yaquta sebagai nominator utama pegolf amatir terbaik (the low amateur) di Top Skor Golf Invitational tidak tergoyahkan. Meski mencetak skor 75 (tiga di atas par), pegolf berusia 19 tahun itu mengumpulkan skor total 215 (satu di bawah par), unggul empat pukulan dari Jason Martinus dan Bradley Taslim yang sama-sama memiliki skor total 219 (tiga di atas par).

”Alhamdulillah saya akhirnya bisa menang di IGT setelah sekian lama berusaha. Susah sekali menangnya,” kata Almay. ”Hari ini saya terlalu ragu untuk mengambil keputusan memukul, sehingga semua pukulan saya tidak sesuai harapan.”

Keberhasilan memenangi gelar pemain amatir terbaik ini, bagi Almay, menjadi pembuktian diri bahwa dirinya bisa dinominasikan untuk masuk tim nasional golf. ”Target saya bisa masuk tim Putra Cup dan SEA Games 2017. Namun, saya mesti menampilkan permainan yang konsisten agar saya memang pantas untuk dipanggil ke timnas,” tambahnya.