Para pemain bintang telah berkumpul pekan ini untuk ajang Farmers Insurance Open dan tiap mereka punya satu target besar.

Oleh Chris Cox, PGA TOUR

Mengingat serangkaian insentif telah tersedia—misalnya, total hadiah US$7,4 juta, dengan sang juara akan membawa pulang US$1,35 juta, dan lokasi tepi pantai yang megah dan eklektik—tak seorang pun menganggap bahwa para pegolf profesional berbakat yang akan bertanding bakal punya alasan untuk tidak mengikuti ajang Farmers Insurance Open pekan ini.

Memang begitulah adanya pada turnamen tahunan yang digelar di San Diego, pada 28-31 Januari ini. Ajang PGA TOUR ini, di mana Marc Leishman dari Australia menjadi juara bertahannya, tak pernah kesulitan memikat para pemain bintang. Namun, lini pemain bintang pekan ini bahkan menjadi lebih banyak lagi dan panggung South Course Torrey Pines menjadi alasan besarnya.

Lapangan golf sepanjang 7.100 meter yang berada di puncak tebing megah yang menghadap Samudra Pasifik masih mempertahankan pesona yang mampu menghadirkan para pemain dari jajaran 20 besar tahun 2021 ini. Pertama, lantaran lapangan untuk ajang Farmers Insurance Open selama 54 tahun berturut-turut ini juga akan menjadi tuan rumah U.S. Open pada musim panas nanti.

”Ini salah satu lapangan favorit saya pada PGA TOUR dan salah satu lapangan favorit saya di dunia,” tutur pegolf Inggris Justin Rose, yang menjuarai Farmers Insurance Open 2019.

Meski ia tak mewakili para pemain lainnya, komentarnya itu bisa jadi disetujui oleh para pemain lainnya. South Course telah mendapatkan begitu banyak respek dan kekaguman dari seluruh penjuru dunia golf. Baik itu, para pemain, penggemar, dan pihak berwenang yang menjalankan United States Golf Association dan telah memilih Torrey Pines untuk menggelar ajang Major untuk kedua kalinya dalam 14 tahun.

Adam Scott, pegolf peringkat 23 pada Official World Golf Ranking, menekankan bahwa mempersiapkan performa pada awal musim menjadi alasan utama untuk mengikuti Farmers Insurance Open, ajang kedua kalinya ia ikuti sepanjang kariernya. Ia mengakui partisipasinya ini akan membantunya mengenali bagaimana mendapatkan sensasi untuk ajang U.S. Open yang akan datang.

Bisa diperkirakan bahawa sejumlah nama beken lainnya juga akan memiliki pendapat yang sama. Komitmen pertama untuk ajang ini bahkan datang dari pemain No.2 Dunia Jon Rahm, pemenang ajang ini pada edisi tahun 2017, No.6 Dunia Xander Schauffele, No.7 Dunia Rory McIlroy, dan No.12 Dunia Brooks Koepka.

 

Kim Siwoo menjadi harapan Asia untuk bersinar pekan ini, menyusul performa cemerlang saat menjuarai The American Express hari Minggu (24/1). Foto: Getty Images.

 

Sementara harapan dari Asia akan ditujukan pada Kim Siwoo, yang mengakhiri penantian empat tahunnya pada hari Minggu (24/1) lalu dengan menjuarai gelar PGA TOUR ketiganya pada The American Express. Dua birdie di tiga hole terakhirnya cukup untuk menjungkalkan Patrick Cantlay dengan kemenangan satu stroke.

Meskipun Farmers Insurance Open akan menggunakan South Course dan North Course dalam dua putaran awalnya, lapangan pertamalah yang akan menjadi perhatian ketika Anda membicarakan Torrey Pines. Dan lapangan tersebut pun kerap membawa begitu banyak nostalgia. Kenangan yang langnsung muncul, kenangan istimewa dari U.S. Open terakhir yang diadakan di Torrey Pines, yaitu tahun 2008 ketika Tiger Woods mengukuhkan warisannya.

Bermain dengan kaki yang cedera dan hanya memainkan turnamen keenamnya pada musim itu, Woods yang kala itu berusia 32 tahun menorehkan birdie di hole ke-72 untuk melanjutkan play-off 18 hole dengan Rocco Mediate. Lalu ia kembali mencatatkan birdie pada hari berikutnya untuk memaksa hasil imbang, dengan skor 71. Pada hole sudden death, Woods akhirnya mengalahkan Mediate di hole 7 par 4 untuk memenangkan U.S. Open ketiganya, sekaligus Major ke-14 baginya.

Kisah selanjutnya dari saga ini membawa Woods untuk menempuh operasi di lutut kirinya beberapa hari kemudian. Dan ia harus absen sepanjang sisa musim tersebut.

Kisah lain yang kadang kurang disoroti ialah fakta bahwa Woods juga menjuarai Farmers Insurance Open (yang kala itu bernama Buick Invitational), empat setengah bulan sebelum U.S. Open tersebut. Sungguh dua kemenangan istimewa di Torrey Pines pada kalender tahun yang sama, meskipun bukan berarti Woods tak pernah melakukan hal serupa sebelumnya.

Tahun 2000, Woods juga meraih kemenangan yang mustahil terjadi pada AT&T Pebble Beach Pro-Am pada bulan Februari, untuk kemudian pada bulan Juni tahun yang sama menjuarai U.S. Open di Pebble Beach.

Namun, justru di sinilah kita mendapat kabar bahwa Woods, pada 19 Januari lalu, memutuskan absen dari Farmers Insurance Open dan Genesis Invitational. Woods, yang terakhir bertanding pada ajang Masters bulan November lalu, juga berhak tampil pada U.S. Open musim panas nanti. Bukan berarti ia bakal mewujudkan apa yang ia lakukan tahun 2008 lalu—tidak dalam usia 45 tahun, dan juga tidak dengan permainan yang terlihat kaku. Memang, ia telah delapan kali menang di Torrey Pines (7 pada ajang Farmers dan sekali pada U.S. Open), namun kemenangan terakhirnya terjadi tahun 2013. Selain itu, ia juga hanya sekali masuk sepuluh besar dalam enam penampilannya di sana sejak saat itu.

Meski demikian, dengan deretan nama, seperti McIlroy dan Rahm, Koepka dan Schauffele, rasanya wajar untuk mengingat pencapaian Woods tahun 2008 dan 2000 itu. Para pemain besar kerap melakukan prestasi seperti ini. Contoh lainnya ialah Jack Nicklaus. Tahun 1972 ia menjuarai AT&T Pebble Beach National Pro-Am, lalu pada bulan Juni di lapangan yang sama, ia menjuarai U.S. Open keempatnya.

”Mustahil Anda belajar terlalu banyak. Makin sering Anda memainkan sebuah lapangan akan makin bagus.” — Mark O’Meara.

Ben Hogan juga menjuarai Los Angeles Open di Riviea tahun 1948, beberapa bulan sebelum menjuarai U.S. Open di sana. Tak heran jika kemudian mereka menyebutnya ”Hogan’s Alley”. Tak lama setelah kemenangan U.S. Open tersebut, Charles Curtis menulis pada Los Angeles Times: ”Mereka akan mengangkatnya sebagai walikota Pacific Palisades dan menyerahkan kunci clubhouse kepadanya.”

Namun, Hogan menolak menyebut dirinya tak terkalahkan di Riviera, meskipun ia telah memenangkan Los Angeles Open setahun sebelumnya. ”Saya pikir kemampuan membaca green di sana menjadi aset terbaik saya di Riviera,” tuturnya usai kemenangan keduanya di sana tahun 1948. ”Namun, komentar bahwa seorang pegolf sudah pasti meraih kemenangan di lapangan golf tertentu jelas omong kosong!”

Tentulah Hogan sendiri menyangkal logikanya sendiri, dan Nicklaus pada tahun 1972 (di Pebble) dan Woods tahun 2000 (di Pebble) dan 2008 (di Torrey) membuktikan pendapat semula merupakan sesuatu yang layak dibanggakan di lapangan tertentu.

Rasa memiliki potensi tersebut mungkin tidak terjadi tahun 2021 ini. Tidak dengan kualitas bintang dan kehadiran begitu banyak pemain muda berbakat. Namun, fakta-fakta tersebut cukup untuk menjadi alasan bahwa melakukan perjalanan lebih awal seperti ini layak dilakukan.

”Mustahil Anda belajar terlalu banyak,” tutur Mark O’Meara suatu ketika. ”Makin sering Anda memainkan sebuah lapangan, menurut saya akan makin bagus.”

McIlroy juga mungkin mengadopsi filosofi serupa. Ia akan bermain di Torrey untuk ketiga kalinya, berharap suksesnya belakangan ini (T3 tahun lalu dan T5 tahun 2019) menjadi pertanda positif. Debut Scott pertama pada ajang ini juga berujung pada finis di tempat kedua, di belakang Rose yang menang tahun 2019. Koepka, yang telah menjuarai dua U.S. Open, mungkin tidak berjodoh dengan Torrey, mengingat dua performa buruknya di sini (T41 pada 2015 dan gagal lolos cut tahun 2017), namun ia kembali lagi.

Farmers Insurance Open jelas sudah menjadi ajang yang kaya dan sarat aksi untuk menunggu hadirnya U.S. Open 2021. Namun, bukan berarti para pemain ini tidak sadar bahwa mereka akan segera kembali ke sini.