C.T. Pan masih mengusung semangat positif ketika bersiap melakoni ajang PGA TOUR keduanya tahun 2021 ini.

Gagal lolos cut pada turnamen pertamanya tahun 2021 jelas bukan bagian dari rencana C.T. Pan untuk memulai Tahun Baru ini. Meski demikian, bintang golf asal China Taipei ini masih berada di posisi yang jauh lebih membahagiakan ketimbang 12 bulan silam.

Jika naskahnya berjalan seperti yang ia bayangkan pada awal tahun lalu, Pan bakal menempati posisi yang lebih baik, menyusul penampilan mengesankannya dalam debutnya pada Presidents Cup bulan Desember 2019. Kala itu ia menyumbangkan dua kemenangan dari tiga partai yang ia mainkan bagi Tim Internasional di Royal Melbourne Golf Club.

Pegolf berusia 29 tahun ini mengaku meninggalkan Australia sebagai ”pegolf yang lebih baik”, namun kombinasi sakit, pandemi COVID-19 yang memaksa golf dihentikan, dan kehilangan swing-nya membuat tahun lalu menjadi tahun yang ingin ia lupakan, sebelum menyelamatkan performanya pada tahun 2020 dengan finis T7 dalam debutnya pada Masters Tournament bulan November itu.

Kini kondisinya sudah jauh lebih sehat dan lebih mudah melakukan swing. Pan juga akan mulai bertanding pada The American Express di PGA West (Stadium) di La Quinta, California dan berniat menebus waktu yang hilang akibat awal yang keliru pada Sony Open in Hawaii pekan lalu. Ketika itu ia harus gagal lolos cut hanya karena terpaut satu stroke dari batas cut-off.

”Sudah tentu ada banyak hal positif,” ujar Pan. ”Saya sangat menantikan tahun 2021 ini, terutama dengan mentalitas yang baru. (Tahun baru) menjadi tahun yang berat. Setelah mengalami pergumulan, Anda akan merasa segalanya mulai terbuka. … Mentalitas Anda menjadi lebih baik dan ada perspektif yang berbeda terhadap olahraga ini. Saya pikir hal seperti ini akan membantu saya untuk melangkah maju.”

”Secara teknis, saya kehilangan fondasi dari swing golf saya. Saya tak bisa menemukan cara untuk memukul bola meski sudah berusaha untuk kembali ke hal-hal yang fundamental.”

Setelah debutnya yang pahit bercampur manis pada Presidents Cup, ketika Tim Internasional kalah tipis 16-14, Pan terserang flu. Akibatnya, selama hampir sebulan ia harus mundur dari turnamen khusus para juara, Sentry Tournament of Champions di Hawaii, bulan Januari 2020. Ia sendiri sebenarnya berhak tampil pada turnamen tersebut setelah memenangkan RBC Heritage pada April 2019.

”Semuanya bermula setelah Presidents Cup, ketika saya main benar-benar bagus di sana. Sepanjang pekan itu, ketika melakukan pukulan, saya tak pernah membayangkan bisa melakukan jenis pukulan yang saya lakukan, namun harus melakukannya (untuk tim). Bisa melakukannya berarti saya sudah menjadi pegolf yang lebih baik,” sambung Pan.

”Namun, setelah itu saya malah jatuh sakit. Tiap malam saya pasti batuk-batuk selama hampir 20 hari. Akibatnya, tidur saya terganggu dan tubuh saya tidak mendapat istirahat yang dibutuhkan. Efeknya berlanjut dan cukup parah. Antara pulang kembali ke Taipei dan kembali ke AS, rasa penat akibat terbang juga tidak membantu dan saya malah tidak bisa pulih. Saya sangat kecewa tidak bisa tampil pada Sentry Tournament of Champions (juga) karena bersama istri saya (Michelle), kami berniat ke sana pada 27 Desember, merayakan peringatan pernikahan kami sehari sebelum bermain pada turnamen itu. Saya selalu ingin bermain di sana.”

Dengan kondisi kesehatan yang jauh dari prima yang memengaruhi waktu latihan dan persiapannya, kembalinya Pan ke panggung PGA TOUR membuatnya gagal lolos cut dalam empat dari lima turnamen yang ia ikuti pada paruh pertama 2020. Lalu ketika pandemi memaksa semua liga olahraga dihentikan pada pertengahan Maret sampai PGA TOUR melanjutkan kembali kompetisi pada bulan Juni, swing Pan juga mulai buyar. Ia kemudian gagal lolos cut dalam empat turnamen lain dari sembilan sisa turnamen yang ada. Finis terbaiknya ialah T44 pada pertengahan Juli, lewat ajang Memorial Tournament preparation by Nationwide.

”Secara teknis, saya kehilangan fondasi dari swing golf saya,” jelas Pan. ”Saya tak bisa menemukan cara untuk memukul bola meski sudah berusaha untuk kembali ke hal-hal yang fundamental. Saya tidak bisa mengembalikannya dan hal seperti ini sangat jarang terjadi. Saya mengalami kesulitan pada long game dan puttinig saya juga ikut bermasalah sehingga menjadi kombinasi yang buruk.

”Saya akan tetap mengikuti rencana saya, mempertahankan permainan tradisional ….”

”Baru pada akhir Agustus lalu saya akhirnya bisa menemukan alasan mengapa tak kunjung bisa main bagus. Masalahnya ada pada postur saya di mana punggung saya merosot, yang artinya saya lebih menggunakan lengan depan saya saat backswing ketimbang merotasi tubuh. Perbaikannya pun cepat dan ketika musim baru (2020-2021) dimulai bulan September, saya merasa swing saya lebih baik dan berlatih sangat keras untuk bisa kembali ke posisi di mana saya merasa nyaman memukul bola dan turut mengatasi masalah putting saya juga.”

Ia menuntaskan tahun 2020 dengan catatan meyakinkan. Sepuluh besar berkesan di Augusta National Golf Club yang ia torehkan menjadi pencapaian terbaik yang pernah dilakukan oleh seorang pegolf China Taipei. ”Saya menikmati performa yang sangat bagus dan finis di sepuluh besar benar-benar sangat berarti, mengingat sepanjang tahun saya harus mengalami kesulitan,” ujarnya lagi.

Meskipun tenaga dan kecepatan menjadi pembicaraan seputar PGA TOUR belakangan ini, Pan tak berniat untuk mengikuti perlombaan untuk mendapatkan jarak pukul ekstra. Meskipun pukulannya relatif pendek, Pan menyadari ia bisa mendapat lebih banyak sukses dengan gaya bermain yang mencoba-dan-teruji, yaitu memukul ke fairway dan memenuhi green in regulation.

”Melihat beberapa pemain, seperti Bryson (DeChambeau) memukul di driving range memang sangat menghibur dan itu kemampuan hebat baginya. Saya tak bisa bayangkan berapa banyak jam untuk berlatih di dalam dan luar lapangan yang mesti ia lakukan untuk mencapai hasilnya, dan juga analisis data di balik semua itu,” komentar Pan yang hanya berperingkat 150 pada kategori Driving Distance musim ini. Rata-rata jarak pukulnya hanya 292,5 yard atau 267 meter.

”Saya harap saya bisa melakukannya, tapi secara fisik, badan saya lebih kecil dan mustahil melakukannya,” ujar Pan. ”Saya akan tetap mengikuti rencana saya, mempertahankan permainan tradisional dan memainkan lapangan, melatih short game dan putting yang saya butuhkan untuk memenangkan turnamen lagi.”