Kiradech Aphibarnrat mendapatkan slot untuk bertanding pada The Honda Classic pekan ini.

Bagi Kiradech Aphibarnrat, kesempatan untuk bermain pada ajang PGA TOUR di mana pun itu menjadi suatu kesempatan yang tak boleh disia-siakan. Terutama mengingat penampilan terakhirnya terjadi sebulan yang lalu pada AT&T Pebble Beach Pro-Am dan Puerto Rico Open, ketika ia harus gagal lolos cut dengan selisih hanya satu stroke pada kedua turnamen tersebut.

Menyusul mundurnya Doc Redman dari The Honda Classic pekan ini, pegolf asal Thailand ini mendapat kesempatan berharga untuk bisa mempertahankan statusnya pada PGA TOUR. Redman sendiri terpaksa mengundurkan diri setelah hasil tesnya menunjukkan ia positif COVID-19.

Saat ini pegolf yang juga menjadi satu-satunya pegolf Asia Tenggara yang berstatus anggota pada PGA TOUR ini berada di posisi 176 pada klasemen FedExCup. Itu sebabnya, ia perlu memaksimalkan ajang pekan ini untuk bisa memperbaiki peringkatnya.

Meski demikian, tidaklah mudah untuk bisa mencatatkan hasil yang meyakinkan. PGA National, yang menjadi tempat penyelenggaraan The Honda Classic, dikenal dengan julukan ”Bear Trap” alias Jebakan Beruang, dengan hole 15, 16, dan 17 menjadi rangkaian tiga hole tersulit (+.644) pada PGA TOUR, sebagai lapangan yang telah dimainkan sedikitnya dalam sepuluh atau lebih musim sejak 2007. Bear Trap telah menyumbangkan 36% bola masuk air di PGA National (persisnya 1.515), 37% triple bogey atau lebih buruk (172), dan hanya 12% birdie atau lebih baik (2.026).

Pekan ini menjadi penampilan ketiga bagi Kiradech. Dan sejauh ini performa terbaiknya ialah finis T68 pada tahun 2018, dengan dua kali gagal lolos cut. Dan dalam delapan putaran terakhir yang ia mainkan, ia selalu gagal mencatatkan skor under di lapangan 70 par yang didesain oleh Tom Fazio ini.

”Saya tak ingin mematok target apa-apa karena ingin bisa kembali bermain secara reguler.” — Kiradech Aphibarnrat.

Langkahnya juga terbentur oleh fakta bahwa performanya bak terjun bebas setelah Masters Tournament 2019, menyusul ligamennya yang robek di lutut kirinya. Terakhir kalinya ia bisa meraih sepuluh besar ialah pada THE CJ CUP @ NINE BRIDGES di Korea, pada bulan Oktober 2019. Peringkat dunianya juga anjlok dari 30 besar pada tahun 2018 menjadi 318.

Melalui sosial medianya, belum lama ini ia menunjukkan video latihannya di Orlando dengan keterangan ”Terus latihan sampai mendapatkan kembali performa saya”. Sedang dalam postingan lainnya ia menuliskan, ”Latihan, latihan, dan latihan” yang menjadi satu-satunya cara untuk bisa kembali ke jalur persaingan.

”Saya tak ingin mematok target apa-apa karena ingin bisa kembali bermain secara reguler. Saya ingin menemukan rasa percaya diri dan performa saya, dan meyakinkan kalau swing saya sudah cukup bagus,” tutur pegolf berusia 31 tahun ini pada awal tahun.

Meski penampilan Kiradech jelas akan dinantikan oleh para penggemarnya, publik golf Asia juga akan berharap banyak kepada Im Sungjae, yang akan tampil sebagai juara bertahan. Selain itu, wakil Asia lainnya pekan ini termasuk Juara Indonesian Masters 2014 Anirban Lahiri, yang akan tampil untuk kelima kalinya pada ajang ini, An Byeonghun, C.T. Pan, dan Zhang Xinjun. Keempatnya akan berusaha untuk bisa bangkit setelah pekan lalu gagal melaju ke akhir pekan pada THE PLAYERS Championship. Duo Jepang Ryo Ishikawa dan Satoshi Kodaira juga akan ikut meramaikan persaingan pekan ini.

Lahiri sempat finis T11 di PGA National pada tahun 2017. Kali ini ia berharap bisa memanfaatkan pengetahuannya tentang lapangan ini sembari berusaha mengembalikan konsistensinya. Adapun An, yang juga mengalami nasib yang kurang beruntung di TPC Sawgrass pekan lalu, juga sempat main bagus pada ajang pekan ini. Bagi para pegolf Korea, lapangan ini dianggap menghadirkan kenangan manis, menyusul kemenangan Y.E. Yang tahun 2009, yang menjadikannya sebagai pegolf Asia pertama yang menjuarai ajang Major, PGA Championship.