Untuk kedua kalinya secara berturut-turut Kentaro Nanayama menorehkan skor 5-under 67 di Damai Indah Golf PIK Course. Pegolf berusia 16 tahun ini pun praktis mengambil alih pimpinan klasemen sementara ajang junior bergengsi, ATI Ciputra Golfpreneur Junior World presented by AKI.

Dua putaran 67 milik Kentaro membawanya mengumpulkan skor total 10-under 134. Raihannya ini memberinya keunggulan empat stroke dari pesaing terdekatnya, Kieron Carl Van Wyk dari Afrika Selatan, yang pada putaran kedua hari ini (22/5) membukukan skor 68.

“Hari ini saya bermain cukup bagus. Lebih banyak membuat birdie dibanding kemarin. Memasuki sembilan hole terakhir, kondisi di lapangan menjadi sedikit lebih sulit. Jadi, saya berusaha mempertahankan permainan. Untungnya saya masih bisa membuat birdie di hole terakhir,” tutur Kentaro.

Bermain dari hole pertama pada putaran keduanya, Kentaro masih berhasil melanjutkan momentum yang tercipta ketika ia membukukan lima birdie dan tanpa bogey pada hari pertama kemarin (21/5). Ia sudah langsung melejit dengan torehan 9-under di sembilan hole pertamanya, berkat empat birdie, termasuk tiga berturut-turut di hole 4, 5, dan 6, dan satu lagi di hole 9.

Meski demikian, catatan skornya masih satu stroke di belakang sang pimpinan klasemen pada hari pertama, Jung Soo-yang, yang saat menuntaskan sembilan hole pertama telah menorehkan 10-under.

“Ketika merasa ada tekanan, saya berusaha rileks, berusaha tidak terlalu banyak memikirkan permainan. Saya hanya berusaha menikmati permainan.” – Kentaro Nanayama

Petaka bagi Jung, berkah pula buat Kentaro. Jung mendapatkan tiga double bogey dengan sebuah bogey di sembilan hole terakhirnya, dengan mendapatkan hanya satu birdie. Sebaliknya, Kentaro mendapat tiga birdie dengan dua bogey, yang sudah lebih dari cukup untuk menempatkannya di puncak klasemen sementara.

Kentaro memastikan berhasil memuncaki posisi terats setelah ia mencatatkan birdie di hole 13, yang merupakan birdie keenam baginya pada hari kedua ini. Meskipun kemudian mendapat bogey di hole 16, bogey keduanya sepanjang turnamen ini, Kentaro berhasil menutup putaran kedua dengan birdie di hole 18.

“Saya tidak terlalu memikirkan skor. Saya lebih berfokus pada rencana permainan saya. Ketika merasa ada tekanan, saya berusaha rileks, berusaha tidak terlalu banyak memikirkan permainan. Saya hanya berusaha menikmati permainan,” tandas Kentaro lagi.

Menjelang putaran final yang berlangsung besok (23/5), pesaing terdekat Kentaro adalah pegolf Afrika Selatan Kireon Carl Van Wyk, yang hari ini menorehkan skor terbaik kedua pada hari ini. Van Wyk mencatatkan lima birdie dengan sebuah bogey untuk berada di peringkat kedua. Selisih skor empat stroke miliknya memang tidak secara otomatis membuat peluangnya tertutup. Sebaliknya, putaran final bisa berlangsung seru.

Adapun Jung yang akhirnya hanya mengemas skor total 140 harus berada di tempat ketiga. Ketiganya pun akan bermain dalam grup pamungkas mulai pukul 07:47.

Persaingan yang tak kalah seru juga bakal terjadi di Kelas B (12-14 tahun). Juara Pondok Indah International Junior Golf Championship 2018 Pongsapak Laopakdee mengoleksi skor yang sama dengan pegolf filipina Joaquin Ethan Hernandez. Keduanya sama-sama menorehkan skor 144. Dengan selisih delapan stroke dari dua pesaing terdekat mereka, Sean Dominique Granadda (Filipina) dan Tyler Edward Weaver (Inggris), putaran final bakal didominasi oleh Laopakdee dan Hernandez.

Tinggal selangkah lagi bagi Phannarai Meesom-us untuk bisa mempertahankan gelar juara yang ia raih pda tahun lalu. Foto: Damai Indah Golf.

Di Kelas B ini, pencapaian terbaik Indonesia untuk sementara ditorehkan oleh Rayhan Abdul Latief yang membukukan skor total 160. Ia berada di peringkat T11.

Dari Kelas C (11 tahun ke bawah), pegolf Thailand lain, Chaiyaphat Wongwien kukuh di puncak klasemen dengan keunggulan sembilan stroke dari rekan senegaranya, Parin Sarasmut. Wongwien menorehkan skor total 3-over 147. Adapun Indonesia untuk sementara ada di peringkat 7, yang diwakili oleh Jordan Indra Marcello dengan torehan skor sementara 175.

Dari kelompok putri, juara bertahan asal Thailand Phannarai Meesom-us masih tampak solid di puncak klasemen. Meskipun hari ini ia menorehkan skor 1-over 73, skor total 140 miliknya membuatnya tidak tergeser dari takhta utama. Hari ini Phannarai mencatatkan empat birdie dengan tiga bogey dan sebuah double bogey yang ia dapatkan di hole 9.

“Permainan saya hari ini tidak seperti yang saya harapkan. Pukulan approach dan putting saya tidak sebagus kemarin. Besok saya akan berusaha main sebaik mungkin dan fokus pada permainan,” tutur Phannarai.

Pegolf Afrika Selatan Megan Julia Streicher menjadi pesaing terdekat Phannarai saat ini dengan berjarak hanya dua tiga stroke darinya.

Kelas B kini dikuasai oleh Eagle Ace Superal dari Filipina dengan keunggulan dua stroke dari pegolf China, Peng Yufei. Sementara pegolf Indonesia untuk sementara menempati peringkat T7 dengan skor 160.

“Permainan saya hari ini tidak seperti yang saya harapkan. Pukulan approach dan putting saya tidak sebagus kemarin.” – Phannarai Meesom-us

Sementara Jidapat Siddhirujirot dari Thailand hampir dipastikan memenangkan turnamen di Kelas C setelah menorehkan skor 162, unggul 15 stroke dari wakil Indonesia, yang merupakan siswi golf binaan Jakarta Golf Club, Milani Adisty.

Adapun dari nomor beregu, Tim Indonesia untuk sementara berada di peringkat ketiga, di bawah Tim Thailand 1 dan Tim Afrika Selatan. Tim Indonesia 1 yang diwakili Kentaro Nanayama dan Rayhan Abdul Latief ini menorehkan skor 294, sebelas stroke di belakang Tim Thailand 1 yang beranggotakan Pongsapak Laopakdee dan Supakit Seelanagae. Indonesia berpeluang untuk memperbaiki peringkatnya dengan selisih dua stroke dari Afrika Selatan.

Dari nomor beregu putri, Tim Thailand 2 yang beranggotakan Phannarai Meesom-us dan Butpapaporn Sukterm memimpin dengan skor 295. Sementara Tim Indonesia 2 yang beranggotakan Tiana Porwanto dan Valencia Andov berada di peringkat T8 bersama China dengan skor 319.

Selain gelaran turnamen ini, kegiatan pekan ini juga menjadi momen yang ideal untuk memperkenalkan kebudayaan Indonesia. Bekerja sama dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah Provinsi DKI Jakarta, turut digelar pula pameran interaktif untuk mempromosikan budaya Indonesia.

Adapun level turnamen kini bertambah berkat sokongan dari Junior Golf Tour Asia, badan berwenang untuk golf junior di Asia Pasifik, yang kini menaungi serangkaian turnamen di 15 negara di Asia Pasifik.

Turnamen ini juga menjadi partisipasi perdana dari Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI) dan Asosiasi Kontraktor Indonesia (AKI) dalam mendukung gelaran golf internasional.

Leave a comment