Kentaro Nanayama menorehkan rekor permainan terbaiknya untuk menjuarai ATI Ciputra Golfpreneur Junior World presented by AKI. Sementara Phannarai Meesom-us meraih kemenangan wire-to-wire.

Pemain andalan Indonesia Kentaro Nanayama menorehkan hasil membanggakan dengan meraih gelar juara pada ajang ATI Ciputra Golfpreneur Junior World presented by AKI. Dalam turnamen tahunan yang memasuki penyelenggaraan ke-25 sejak pertama kali digelar pada 1993 ini, remaja berusia 16 tahun ini mencatatkan rekor skor terbaiknya dengan membukukan dua putaran 5-under 67, masing-masing pada hari pertama dan hari kedua. Even par pada putaran final kemarin (23/5) sudah lebih dari cukup baginya untuk bisa menjuarai ajang bergengsi ini.

Modal 10-under 134 dalam dua putaran pertama memang menjadi sangat penting ketika Kentaro memainkan putaran terakhir di Damai Indah Golf PIK Course tersebut. Ia menyadari bahwa kemenangan pada pekan ini sangatlah penting sehingga berupaya mempertahankan keunggulan sekaligus memastikan menutup turnamen dengan hasil maksimal.

Meski demikian, toh ia harus memulai putaran final dengan penuh perjuangan. Di sembilan hole pertama, ia memang mendapat tiga birdie, namun harus membuka hari terakhir itu dengan bogey di hole 1 par 5 dan hole 4 par 4, serta double bogey di hole 9.

Hal serupa ia alami di sembilan hole terakhir dengan bogey dan birdie silih berganti. Hanya saja, permainan pesaing terdekatnya, Kieron Carl Van Wyk dari Afrika Selatan, juga tidak sesolid pada hari kedua. Dalam 14 hole pertamanya, ia hanya sanggup even par berkat tiga birdie dan tiga bogey. Sedangkan pemain lain dengan skor terdekat darinya, Jung Sooyang dari Korea justru mendapat tiga bogey dengan hanya dua birdie setelah memainkan 14 hole.

“Saya sedikit kesulitan hari ini (kemarin). Birdie dan bogey bergantian. Tapi di hole 15 saya sudah mulai yakin menang karena selisih pukulan saya dengan kompetitor saya cukup jauh. Jadi, saya berusaha main aman di tiga hole terakhir,” jelas Kentaro, yang kemudian menutup turnamen ini dengan membukukan par di hole pamungkasnya.

Gelar ATI Ciputra Golfpreneur Junior World presented by AKI memberi Kentaro Nanayama hak bermain penuh pada ajang American Junior Golf Association pada musim panas ini di AS setelah finis di lima besar Order of Merit Junior Golf Tour of Asia. Foto: Golfin’STYLE.

Dengan skor total 10-under 206, Kentaro pun berhasil memastikan kemenangan dengan selisih skor yang cukup besar, yaitu delapan stroke dari pegolf Singapura Sean Lee dan Van Wyk. Sementara Jung, yang sempat memimpin turnamen ini pada hari pertama dengan torehan skor 64 harus puas berada di peringkat keempat dengan 1-under 215.

Kemenangan ini menjadi sangat penting bagi Kentaro karena dengan demikian, ia berhasil memenangkan dua turnamen dalam lima seri turnamen pada Junior Golf Tour of Asia, organisasi yang ikut menyokong ATI Ciputra Golfpreneur Junior World presented by AKI ini. Setelah memenangkan JGTA Bogor Junior Championship pada awal tahun ini, ia menambah gelarnya lagi lewat kemenangan kali ini, yang secara otomatis mengukuhkan posisinya di lima besar Order of Merit JGTA, yang berarti dia mendapat status bermain penuh pada ajang American Junior Golf Association (AJGA) untuk dua tahun berikutnya.

“Saya memang menargetkan untuk menang, namun tidak berpikir bisa menang dengan selisih skor sebesar ini,” sambung Kentaro. “Senang bisa memenangkan turnamen ini, terutama karena saya bisa mengikuti semua ajang AJGA yang ingin saya mainkan, dan jelas sangat berarti buat saya bisa meraih kemenangan di negeri sendiri. Saya berharap bisa membawa momentum bagus ini ke sana dan bisa memberikan hasil yang bagus juga di sana.”

Dengan meraih kemenangan ini, ia juga mengamankan hak bermain pada ajang Asian Development Tour, Ciputra Golfpreneur Tournament presented by Panasonic, yang tahun ini akan kembali dimainkan di Damai Indah Golf BSD Course pada bulan Agustus mendatang.

Dari Kelas B (12-14 tahun), Pongsapak Laopakdee dari Thailand berhasil menang tipis dari Joaquin Ethan Hernandez setelah pada hari terakhir membukukan skor 74. Skor total 218 miliknya lebih baik satu stroke daripada Hernandez yang bermain 219. Rayhan Abdul Latief menjadi pemain Indonesia terbaik di antara tiga pemain yang turun di Kelas B ini. Ia finis di tempat ke-11 dengan skor 236.

Adapun Kelas C (11 tahun ke bawah) menjadi milik pegolf Thailand lainnya, Chaiyaphat Wongwien, yang menang dengan skor 222, unggul 14 stroke dari rekan senegaranya, Parin Sarasmut. Wakil Indonesia, Jordan Indra Marcello finis di peringkat 6 dengan torehan 258.

“Ketika melakukan putaran latihan di sini, saya merencanakan permainan dan berhasil bermain sesuai dengan rencana tersebut.” – Phannarai Meesom-us

Sementara itu, di bagian putri, pegolf Thailand Phannarai Meesom-us berhasil mempertahankan gelarnya dengan kemenangan mengagumkan. Selama tiga putaran ini, tak satu pemain pun yang berhasil menggeser posisinya dari puncak klasemen hingga ia memastikan kemenangannya dengan skor 1-under 71 dan skor total 5-under 211. Uniknya, ia pun menjuarai turnamen ini pada tahun lalu dengan catatan skor yang sama.

Ia sepertinya bakal meraih kemenangan dengan mudah setelah bermain 3-under di lima hole pertamanya. Namun, ia justru mendapat tiga bogey berturut-turut di hole 6, 7, dan 8 yang membuatnya harus kembali melanjutkan putaran final dengan skor total 4-under.

Seperti halnya Kentaro, Phannarai berhasil memaksimalkan modal pada dua hari pertama dengan sangat baik. Memasuki sembilan hole terakhir, ia berhasil mempertahankan par untuk kemudian mencatatkan birdie keempat di hole 17. Ia pun menutup putaran final ini dengan skor 71 setelah membukukan par di hole terakhir.

“Ketika melakukan putaran latihan di sini, saya merencanakan permainan dan berhasil bermain sesuai dengan rencana tersebut,” tutur Phannarai. “Memang ada beberapa pukulan yang tidak sesuai dengan yang saya harapkan, tapi saya bersyukur bisa mengatasi masalah yang saya dapatkan di lapangan.”

Ini merupakan kedua kalinya ia berhasil meraih gelar Best Gross Over All, setelah pada edisi 2017 menjuarai Kelas C.

Phannarai memenangkan Kelas C pada tahun 2017, untuk kemudian menjuarai Best Gross Overall pada edisi 2018 dan 2019. Foto: Golfin’STYLE.

Hasil terbaik Indonesia di Kelas A ini ditorehkan oleh Tiana Porwanto yang finis di peringkat 8 dengan skor total 228.

Dari Kelas B, Mirabel Ting Ern Hui dari Malaysia berhasil meraih kemenangan tipis satu stroke dari Natachanok Tunwannarux yang sempat memimpin pada akhir putaran kedua. Mirabel meraih kemenangan dengan skor 71 dan skor total 221, ketika Natachanok justru membukukan skor 73. Di Kelas B ini, tiga pemain Indonesia, Holly Victoria Halim, Victoria Charlene Salim, dan Rayi Geulis Zullandari sama-sama menempati peringkat 8 dengan skor 241.

Pemain Thailand Jidapat Siddhirujirot dari Thailand berhasil menjadi yang terbaik di Kelas C setelah mencatatkan skor 244.

Pasangan Indonesia Kentaro Nanayama dan Rayhan Abdul Latief akhirnya membawa Indonesia sebagai runner-up di belakang Supakit Seelanagae dan Pongsapak Laopakdee dalam kategori beregu setelah keduanya membukukan skor 442, tujuh stroke di belakang pasangan Thailand tersebut.

Adapun dari kategori beregu putri, Tim Thailand 2 yang diwakili Phannarai dan Butpapaporn Sukterm mengoleksi skor 437, unggul dari pasangan Pimmada Wongthanavimok dan Natachanok Tunwannarux yang bermain dengan skor total 443. Sementara pasangan Tiana Porwanto dan Valencia Andov yang mewakili Tim Indonesia 2 harus puas finis di peringkat 8 dengan torehan 474.

Keberhasilan penyelenggaraan tahun ini tak terlepas dari partisipasi penting Asosasi Jalan Tol Indonesia (ATI), yang untuk pertama kalinya menjadi sponsor utama turnamen tahunan ini. Kolaborasi dengan presenting sponsor Asosiasi Kontraktor Indonesia menjadikan ajang yang tahun ini diikuti 136 peserta dan 19 negara ini menjadi bagian penting dari pengembangan golf junior di Indonesia.

Leave a comment