Daniel Berger membukukan kemenangan manis dalam nuansa unik yang membalut kembalinya kompetisi PGA TOUR.

Oleh Mike McAllister, PGATOUR.com

Pertama-tama, Daniel Berger mengenakan jaket bermotif kotak yang telah dipakaikan oleh para jawara di Colonial sejak awal 1950-an. Lalu ia menerima sabuk, yang bertuliskan motto kota, “Where the West Begins”. Kemudian, tentunya, ia menerima cek raksasa. Dan terakhir, Trofi Leonard, setinggi 42 inchi dan seberat 25 kg, yang mungkin menuntut modifikasi lemari trofi bagi yang menerimanya.

Pada hari Minggu sore, 14 Juni itu, Berger berdiri di atas green hole 18 di Colonial Country Club sebagai jawara terbaru dari Charles Schwab Challenge berkat kemenangannya pada babak play-off satu hole atas Collin Morikawa. Ia mengangkat trofi tersebut tinggi-tinggi. Sekelompok fotografer pun mengabadikan momen ini.

Tak jauh dari clubhouse sejumlah orang bertepuk tangan. Sisanya … yah, beginilah pemandangan untuk beberapa pekan dari sekarang. Meskipun kemenangan ini terasa manis, hari Minggu tersebut jelas memberikan nuansa yang unik.

”Sudah pasti sedikit berbeda,” ujar Berger, ”tapi pada akhirnya, saya memegang trofi ini—dan itulah yang penting buat saya.”

Pada pekan PGA TOUR yang tak lazim ini, dan kembalinya golf, Colonial mendapati sang juara yang berhasil mempertahankan permainan yang solid setelah jeda panjang tiga bulan pada musim ini. Bagaimana dengan tiga turnamen Berger sebelum pandemi virus corona yang mengubah segalanya ini? Ia finis T9 pada Waste Management Phoenix Open, T5 pada AT&T Pebble Beach Pro-Am, dan T4 pada The Honda Classic. Untuk urusan skor, ia menuju Kota Koboi ini dengan menorehkan 24 putaran dengan bermain under.

 

 

Mengingat rangkaian hasil tersebut, kita bisa melihat bagaimana kemenangannya ini bisa terwujud. Tapi mengingat ada begitu banyak nama besar pada pekan ini, termasuk lima pegolf teratas dunia, mudah rasanya untuk mengabaikan seseorang yang berperingkat 107 dunia dan 45 pada FedExCup, yang kemenangan terakhirnya ia peroleh tiga tahun lalu—sebelum cedera pergelangan tangan pada 2018, yang kemudian memberinya status Major Medical Extension untuk bermain pada musim ini.

Tapi tampaknya ia menemukan sesuatu sebelum jeda, dan tak kehilangan hal tersebut ketika berada di rumahnya, di Jupiter, Florida. Memasuki putaran final dengan tertinggal dua stroke dari pimpinan klasemen, Berger mulai mengejar dengan tiga birdie di delapan hole pertamanya, termasuk di kedua par 3 di sembilan hole pertama itu. Fokusnya tak pernah terusik pada hari Minggu itu.

”Saya terus berkata pada diri sendiri, kenapa tidak saya (yang menang) hari ini?” ujar Berger.

Walaupun berada dalam lingkungan baru, serangkaian protokol pengujian, aturan untuk menjaga jarak, dan tanpa penonton di lapangan sebagai upaya menjaga kesehatan dan keselamatan, Berger tak pernah merasakan hal yang lain. Ia menyewa sebuah rumah di sekitar lapangan dan pada dasarnya bisa berjalan ke lapangan. Pamannya juga berkunjung dan memasak sarapan, makan siang, dan makan malam baginya setiap hari.

Ia juga tidak kelayapan ke mana-mana. Kalau tak berada di lapangan, ia pasti berada di rumah. Sama sekali tak ke mana-mana.

”… saya bertahan dan praktis memainkan permainan golf terbaik yang pernah saya mainkan dalam enam tahun terakhir di lima hole terakhir hari ini.”

”Saya memikirkan virus ini beberapa kali pada pekan ini,” ujarnya. ”Pandemi ini sudah menjadi bagian besar dalam kehidupan kita daam dua bulan terakhir, dan saya rasa saya harus melakukan semua yang saya bisa agar tetap aman, dan itulah yang benar-benar bisa Anda lakukan. Mencuci tangan, tak menyentuh wajah, mengenakan masker ke jika memungkinkan, menjaga jarak, dan sudah tentu kami diperiksa pada awal pekan ini, jadi saya tahu saya memang sehat sebelum bertanding di sini.

”Suhu tubuh kami diperiksa sebelum berada di lapangan setiap harinya. Saya tahu bahwa semua pegawai dan staf yang berada di sini juga menjalani hal serupa. Jadi, saya merasa sangat aman.”

Permainannya pun sangat aman. Terutama setelah tersandung untuk pertama kalinya di hole 9 par 4 lantaran bolanya masuk bunker di samping green dan tak bisa melakukan up-and-down. Begitu memasuki sembilan hole terakhir, Berger main tanpa bogey sembari menambah sejumlah birdie … termasuk yang terpenting di hole 18 par 4 dengan putt dari jarak sekitar 3 meter.

Kemenangan pada hari Minggu dengan peserta terkuat sepanjang sejarah turnamen—kemenangan yang mengirimkan pesan bahwa Berger kini sudah sehat dan siap untuk merebut wilayah yang telah ia rambah sebelum pergelangan tangannya mulai cedera.

”Ada beberapa kali ketika saya bisa menyerah atau membiarkan tekanan menguasai saya,” ujar Berger, ”tapi saya bertahan dan praktis memainkan permainan golf terbaik yang pernah saya mainkan dalam enam tahun terakhir di lima hole terakhir hari ini.”