Pegolf Amerika Serikat John Catlin mengakhiri putaran final Combiphar Golf Invitational kemarin (26/11) dengan membukukan 4-under 67 untuk kedua kalinya secara berturut-turut, sekaligus meraih kemenangan pertamanya pada Asian Development Tour (ADT) di Gunung Geulis Golf & Country Club.

Catlin, yang berusia 26 tahun memulai putaran akhir kemarin dengan memimpin dua poin, berhasil mencetak empat birdie dan bermain tanpa bogey untuk meraih kemenangan dengan total skor 16-under 268. Gelar ini merupakan gelar pertamanya setelah selama dua tahun terakhir ini bermain di Asia.

”Kemenangan ini sangat berarti bagi saya. Saya melalui begitu banyak hal dalam hidup saya, baik secara personal maupun sebagai profesional selama tiga tahun terakhir. Jadi, akhirnya bisa menang seperti ini jelas sangat berarti buat saya,” ucap pegolf yang berdomisili di Bangkok dan beralih profesional pada 2013 lalu.

Catlin melanjutkan sebagai pemimpin leaderboard dengan mencetak dua birdie berturut-turut di sembilan hole pertama dengan skor 33. Ia memasukan putt berjarak 6 meter untuk skor birdie di hole 15, namun perolehan skornya sempat disamakan oleh pegolf asal Filipina yang bermain satu grup dengannya, Antonio Lascuna dengan skor 15-under dengan menyisakan tiga hole.

Namun, Catlin berhasil konsisten untuk bermain dengan tenang dan kembali memimpin setelah berhasil meraih birdie di hole 16, sementara Lascuna justru berturut-turut mendapat bogey.

“Saya bermain sama seperti tiga hari terakhir. Saya hanya berusaha untuk tetap bersabar di lapangan. Saya lega kesabaran saya itu terbayarkan,” tambah Catlin yang membawa pulang hadiah juara sebesar US$10,500 dan menerima enam poin pada Official World Golf Ranking (OWGR) dari kemenangannya.

Dari sisi tuan rumah, pegolf amatir lain seolah melanjutkan permainan fenomenal pemain amatir pada ajang Nasional Terbuka yang baru saja berlalu. Naraajie Emerald Ramadhan Putra berhasil menjadi pemain amatir terbaik yang bermain dengan catatan 5-under 279. Pencapaian Naraajie ini seolah hendak menebus kegagalannya untuk tampil maksimal pada ajang Indonesia Open pekan lalu.

Selama empat putaran yang dimainkan di salah satu lapangan dengan green tersulit ini, Naraajie sukses bermain 70-71-70-69. Pada putaran final itu, Naraajie sempat mengawali putaran akhirnya dengan cukup berat dan mendapat dua bogey di hole 4 dan 8. Akan tetapi, ia lekas memperbaiki permainannya sehingga mendapat birdie di hole 9.

Memasuki sembilan hole terakhir, Naraajie berhasil mempertahankan momentum birdie di hole 9 tersebut dengan menambah empat birdie lagi di hole 10, 11, 16, dan 18 sehingga berhasil mengumpulkan total skor 5-under 279.

Adapun dari sisi profesional, Danny Masrin berhasil menyamai perolehan Naraajie dengan skor yang sama dan berada di posisi yang sama pula, T16. Penampilan Danny dalam putaran final kemarin juga sungguh luar biasa karena berhasil mencatatkan skor 6-under 65.

Selain Naraajie dan Danny, pemain Indonesia lainnya yang berhasil bermain sepanjang empat putaran ini ialah Benita Kasiadi (T26, 1-under 283), Ian Andrew dan Junaidi Ibrahim (T33, 284), Rinaldi Adiyandono (T39, 285), George Gandranata, Indra Hermawan, dan Ramadhan Alwie (T46, 288), pemain amatir Rifqi Alam dan Almay Rayhan Yaqutah, serta Adrian Halimi (T51, 290).

Jumlah 12 pemain yang berhasil lolos cut ini menjadi catatan sejarah tersendiri sehingga menjadikan Combiphar Golf Invitational ini sebagai turnamen dengan jumlah pemain Indonesia terbanyak yang berhasil lolos cut. Istimewanya lagi, tiga di antaranya adalah pemain amatir.

Combiphar Golf Invitational ini sendiri merupakan sebuah inisiatif baru pada level Asian Development Tour dan merupakan bagian dari kampanye kesehatan dalam rangkaian perayaan 45 tahun Combiphar, salah satu perusahaan farmasi terbesar di Indonesia.