Kim Siwoo, sang pencetak sejarah empat tahun silam telah kembali ke The Stadium Course TPC Sawgrass untuk kembali meraih sukses.

Menjadi juara termuda pada THE PLAYERS Championship jelas menjadi suatu kebanggaan dan sukacita besar bagi Kim Siwoo. Toh pegolf yang kini berusia 25 tahun ini berharap prestasi tersebut tak menjadi satu-satunya pencapaian terbesar dalam karier PGA TOUR-nya.

Kim menghadirkan paket kejutan di The Stadium Course, TPC Sawgrass tahun 2017 itu, ketika menjadi pegolf Asia dan Korea kedua yang menjuarai turnamen flagship PGA TOUR ini. Ia mengulangi prestasi seniornya, K.J. Choi, yang tercipta tahun 2011. Empat tahun silam, Kim baru berusia 21 tahun dan hanya sembilan bulan berlalu sejak ia menjuarai gelar PGA TOUR pertamanya pada Wyndham Championship.

Sejumlah cedera dan performa yang kurang konsisten membuatnya butuh hampir empat tahun untuk akhirnya bisa meraih kemenangan ketiganya pada The American Express, di PGA West (Stadium) di La Quinta, awal tahun ini. Tak heran jika ia kemudian berharap momen yang baik ini bisa terus berlanjut pada pekan ini.

Ketika ia melangkah ke ruangan loker para juara di TPC Sawgrass pekan ini, Kim mengaku berbagai kenangan positif melanda dirinya. ”Sungguh istimewa. Saya merasa THE PLAYERS ini merupakan turnamen Major. Ketika bermain di sini untuk pertama kalinya, ada perasaan spesial. K.J. meraih kemenangan sebagai pegolf Korea pertama dan saya meraih kemenangan berikutnya. (Kemenangan itu) sungguh berarti buat saya,” papar Kim.

”Saya merasa sangat bangga dengan gelar termuda, terutama mengingat betapa sulit mewujudkannya dalam usia saya itu. Semoga tak ada yang memecahkan rekor saya dan saya ingin nama saya terus dikenang sebagai nama yang terus dikenal oleh semua pegolf.”

Perjalanannya menuju PGA TOUR ia mulai saat berusia 8 tahun. Kala itu, Kim Duryu, sang ayah, membawanya ke driving range di Seoul. Kim langsung terpikat pada olahraga ini ketika ia mencoba memukul bola ke arah pin.

 

 

”Ayah saya seorang pemegang handicap tunggal dan ia membuat saya tertarik. Ketika melihat pin sebagai target, saya merasa tertarik untuk mencoba memukul bola ke arah pin. Dari sana saya tahu saya ingin bermain pada PGA TOUR, seperti Tiger (Woods) dan K.J.,” sambung Kim.

Duryu menambahkan, ”Tiap kali saya ke tempat latihan, ia ingin ikut. Siwoo sangat bersemangat jika menyinggung golf.”

Sebagai pemain amatir, Kim sempat menjuarai Korean Junior Championship selama empat tahun berturut-turut. Ia kemudian bergabung dengan tim nasional saat berusia 16 tahun. Bakatnya terus berkembang dari sana, dan ia lolos kualifikasi untuk PGA TOUR dalam usia 17 tahun, 5 bulan, dan 6 hari sehingga menjadikannya pegolf termuda yang pernah lulus Qualifying School PGA TOUR pada tahun 2012. Namun, ia tidak bisa menjadi anggota penuh sampai genap berusia 18 tahun.

Ia pun bermain pada Korn Ferry Tour selama dua musim dan lekas belajar. ”Lapangan-lapangannya tidak mudah dan para pemainnya bermain dengan agresif, dan Anda mesti main 5-under supaya bisa lolos cut. Awalnya tidak mudah buat saya bermain seperti itu karena skor saya biasanya di sekitar 2-under. Perlahan-lahan saya menyesuaikan diri dan belajar dan meraih kemenangan tahun 2015 (pada Stonebrae Classic) dan berhasil masuk PGA TOUR tahun 2016,” kenangnya.

Dalam tahun pertamanya pada PGA TOUR, ia menjuarai Wyndham Championship dan kemudian meraih kemenangan berharga pada THE PLAYERS setahun setelah itu. Ia juga menjadi terkenal lantara memainkan driver dari fairwaya di hole 11 pada putaran final di TPC Sawgrass kala itu. Padahal ia sendiri nyaris mengundurkan diri sebelum putaran final berlangsung!

”… saya berharap bisa mengatasi rintangan apa pun yang ada di hadapan saya. Dan dengan memiliki sejumlah momentum saat ini, saya akan berusaha dan bermain dengan baik lagi.”

”Punggung saya terasa kaku setelah putaran ketiga. Tiga puluh menit sebelum tee off (pada putarna final), saya mengalami sedikit masalah otot di bagian punggung, jadi fisioterapis saya membantu meringankan rasa sakit. Rasa sakit itu masih ada, namun tidak terasa karena tekanan pada ajang ini,” sambungnya.

”Ada banyak rintangan di tiga hole terakhir dan saya merasa sangat tertekan, meskipun masih unggul dalam posisi yang aman. Barulah setelah pukulan kedua di hole 18 saya akhirnya merasa bisa menang. Belum pernah saya merasa segugup itu.”

Dengan tiga kemenangan, Kim berada di belakang Choi sebagai pegolf Korea dengan gelar PGA TOUR terbanyak. Choi telah meraih delapan gelar, dengan THE PLAYERS sebagai kemenangan terakhir yang ia raih sepuluh tahun silam. Kini Kim berharap bisa menikmati permainan semaksimal mungkin untuk bisa meraih lebih banyak kemenangan lagi.

”Saya kembali ke jajaran juara setelah tiga tahun dan delapan bulan. Sejak terakhir memenangkan THE PLAYERS, saya pikir saya bisa meraih kemenangan dengan lebih mudah, tapi saya tak dapat bermain dengan baik dan mengalami masa-masa yang sulit sehingga mengalami sejumlah kekecewaan. Semua itu terasa berat buat saya,” ujar Kim.

”Dengan kemenangan terakhir (pada The American Express), saya berharap bisa mengatasi rintangan apa pun yang ada di hadapan saya. Dan dengan memiliki sejumlah momentum saat ini, saya akan berusaha dan bermain dengan baik lagi. Saya hanya ingin terus bermain dan menikmati permainan dan bermain golf. Saya pikir kemenangan berikutnya akan datang secara alami,” tandasnya.