Sebelas stroke di belakang Matt Kuchar, Danny Masrin berpeluang untuk mencatatkan finis sepuluh besar pada SMBC Singapore Open.

Bintang golf Indonesia Danny Masrin berhasil bangkit dan mencatatkan skor terendahnya bermain di New Tanjong Course Sentosa Golf Club. Usai menutup putaran kedua kemarin dengan torehan 1-over 72, pada hari ketiga ia berhasil bermain dengan skor 5-under 66.

Bermain bersama pegolf Jepang Yosuke Asaji dan Juara Indonesia Open 2019 Miguel Carballo dari Argentina, Danny memulai putaran ketiga dari hole 10. Kali ini Danny harus benar-benar bersabar untuk mendapatkan birdie pertama. Setelah di lima hole pertama hanya mencatatkan par, ia baru mendapat birdie di hole 15. Birdie tersebut sekaligus menjadi pemicu baginya untuk kemudian menambah dua birdie lagi di hole 16 dan 18 sebelum beralih ke sembilan hole berikutnya.

Seakan menemukan irama permainannya, Danny kembali menambah dua birdie lagi di hole 1 dan 4, sebelum harus kembali mencatatkan par di lima hole terakhirnya.

Pada putaran ketiga ini, Danny menampilkan performa pukulan yang nyaris sempurna. Sepanjang 18 hole kali ini, pukulannya hanya meleset sekali dari fairway.

 

 

Selain itu, akurasi pukulan approach-nya juga meningkat drastis ketimbang dua putaran terdahulu. Dengan persentase green in regulation mencapai 89%, Danny berhasil memberi peluang birdie yang lebih banyak pada hari ini.

Dengan skor total 6-under 207, ia kini berada di posisi 10 bersama trio pemain Jepang, yaitu Mikumu Horikawa, Rikuya Hoshino, dan Tomoharu Otsuki, serta Danthai Boonma dari Thailand.

Pekan lalu pada ajang Hong Kong Open, Danny juga sangat berpeluang untuk finis di sepuluh besar, sebelum akhirnya mengakhiri turnamen pertamanya sebagai anggota penuh Asian Tour di peringkat T30.

Satu wakil Indonesia lainnya, Elki Kow, akhirnya gagal melangkah ke putaran akhir pekan. Elki sangat membutuhkan birdie di hole 18 untuk memastikan lolos cut. Namun, ketika kembali ke hole tersebut, ia hanya bisa mencatatkan par sehingga terpaksa pulang lebih awal.

Kuchar memimpin, Jazz dan Tabuena menempel
Bintang Presidents Cup asal Amerika Matt Kuchar menunjukkan kualitas bintangnya dengan mengambil alih pimpinan klasemen pada hari ketiga. Ia mencatatkan skor terendah hari ini dengan bermain 9-under 62 dan memastikan memiliki modal tiga stroke lebih baik daripada Miguel Tabuena dan Jazz Janewattananond.

Jazz Janewattananond kini berbagi peringkat kedua dengan Miguel Tabuena dari Filipina dengan torehan 14-under 199. Keduanya kini berada tiga stroke di belakang Matt Kuchar. Foto: Asian Tour.

Sejak awal Kuchar memang menegaskan ingin memanfaatkan seluruh par 5 di Sentosa Golf Club ini sembari mengincar peluang birdie lainnya. Dari tiga hole par 5 di New Tanjong Course tersebut, Kuchar berhasil mencatatkan birdie di ketiganya.

“Hari yang menyenangkan, mengingat saya benar-benar menikmatinya dengan birdie di dua hole pertama. Skor tersebut jelas membantu mengawali putaran ini. Saya masih bisa melanjutkan bermain dengan meyakinkan, juga berhasil memanfaatkan seluurh par 5 lagi,” ujarnya.

Impiannya untuk bisa kembali ke Olimpiade, setelah meraih medali perunggu ketika golf kembali dipertandingkan pada Olimpiade Rio de Janeiro tahun 2016 lalu, membuatnya wajib untuk tampil solid pada pekan ini.

Namun, tantangan akan hadir dari dua pegolf muda Asia. Pegolf No.1 Asian Tour Jazz masih memainkan permainan yang juga solid dengan catatan skor 4-under 67. Adapun Tabuena memaksa Jazz berbagi peringkat kedua setelah bermain dengan skor 66. Dengan skor total 14-under 199, mereka kini berjarak tiga stroke dari Kuchar.