Kejutan terjadi pada putaran final ajang Yeangder Heritage kemarin (30/1). Pegolf asal India, Shiv Kapur akhirnya menuntaskan penantian 11 tahun lebih tanpa gelar juara setelah ia menyalip pimpinan klasemen Chang Yikeun asal Korea.

Permainan Kapur kemarin memang sangat luar biasa dengan mencatatkan 8-under 64 dan bermain tanpa bogey. Namun, ia mesti menunggu grup terakhir selesai memainkan hole terakhir untuk memastikan gelar itu bisa ia menangkan setelah 11 tahun dan 4 bulan.

Sebelah tangan Kapur memang telah memegang trofi ketika ia menuntaskan putaran finalnya dengan total 16-under 272. Chang, yang tengah mencari gelar Asian Tour pertama dalam karier profesionalnya, mesti mendapat eagle di hole penutup agar bisa memaksakan play-off. Par di hole terakhirnya memupuskan harapan Chang.

”Kemenangan ini sangat berarti buat saya. Beberapa tahun terakhir memberikan masa-masa yang penuh frustrasi jadi puas rasanya bisa kembali ke jajaran juara. Ada banyak bakat baru di Asian Tour dan tiap tahun akan makin sulit untuk bisa menang,” papar Kapur.

”Sudah lama sekali sejak terakhir saya menang di Asian Tour. Ini penantian yang sangat lama, tapi penantian lama itu rasanya sangat berharga. Anda akan mendapat banyak pertanyaan dan keraguan dari diri sendiri dan orang lain, tapi saya menjawab keraguan itu lebih untuk diri saya sendiri dengan kemenangan ini.”

Gelar Asian Tour terakhir yang Kapur menangkan ialah Volvo Masters of Asia pada Desember 2005.

Bulan September tahun lalu ia sempat menjalani operasi liver dan kembali bermain pada pertengahan Desember setelah sempat rehat selama tiga bulan. Ia bahkan mesti kehilangan kartu European Tour sebelum menjalani operasi tersebut. Ini menjadikan gelar di Taiwan ini menjadi lebih berarti lagi baginya.

Adapun bagi Chang, mesti akhirnya gagal mempertahankan keunggulannya, ia mengaku mendapat pengalaman berharga pada turnamen yang dimainkan di National Golf Country Club ini.

”Saya tak memanfaatkan peluang di seluruh hole par 5. Target saya ialah mencoba dan menghindari bogey dan meraih birdie di tiap par 5, tapi saya cuma bisa melakukan itu di dua hole,” ujarnya. ”Saya berusaha untuk mengambil sisi positifnya pekan ini. Saya melakukan sejumlah hal yang bagus. Pengalaman ini jelas akan membantu saya. Lain kali mendapat peluang serupa saya pasti akan lebih memaksimalkannya.”

Sementara itu, satu-satunya pegolf Indonesia yang bermain di Taiwan, Rory Hie, kemarin bermain dengan catatan 2-under 70 dan meraih total 4-under 284. Ia finis di peringkat T27.

Sempat mendapat bogey di hole 7, Rory meraih birdie di hole 9 dan mendapat eagle di hole 13 untuk menuntaskan perjuangannya di Taiwan.