Pegolf asal India Shiv Kapur menunjukkan kelasnya dengan menuntaskan putaran ketiga Panasonic Open India kemarin (4/11) dengan sebuah eagle di hole 18, yang sekaligus membawanya berbagi peringkat teratas dengan pegolf asal Amerika Serikat Paul Peterson.

Kapur menunjukkan kapasitasnya sebagai salah satu pegolf papan atas di India setelah membalikkan double bogey yang ia raih di hole pertamanya untuk mencatatkan 3-under 69 di Delhi Golf Club, yang merupakan kandangnya sendiri.

”Perjuangan yang berat dan saya mesti menunjukkan permainan terbaik saya bagaimanapun caranya,” ujar Kapur. ”Tapi hasil terbaiknya adalah B-.”

Kapur menilai permainannya demikian lantaran kembali memukul bola ke semak-semak di hole 11, yang membuatnya mendapatkan double bogey.

”Jadi, bagus juga bisa mengakhiri putaran ketiga dengan eagle dan meraih sesuatu pada hari ini (kemarin). Ini merupakan salah satu hari ketika saya menunjukkan kemauan dan karakter. Saya bangga pada diri sendiri,” ujar Kapur lagi.

Adapun Peterson masih mempertahankan peluangnya meraih gelar dengan di antaranya mencatatkan eagle. Ia sempat kehilangan posisi teratas lantaran bogey di hole 2, 4 dan 9. Ia kemudian mendapatkan birdie di hole 14, dan mencatatkan eagle di hole 18 sehingga kembali ke puncak klasemen dengan total 13-under 203.

”Saya berusaha bersabar sesabar mungkin dan puas hal itu memberi hasil dengan eagle lagi di hole 18. Saya mengawali dengan sangat baik, dengan eagle dan merasa puas bisa mengawali dengan baik dan menuntaskan putaran dengan baik juga,” tutur Peterson.

Adapun pegolf India lainnya, Shamim Khan, yang saat ini memimpin PGTI Order of Merit berada di belakang Kapur dan Peterson dengan berjarak hanya satu stroke. Juara Panasonic Open India 2014 S.S.P. Chawrasia berbagi tempat keempat bersama Om Prakash Chouhan dan Sudhir Sharma pada ajang yang memperebutkan total hadiah sebesar US$400.000 ini.

Adapun pegolf veteran asal Thailand, Thaworn Wiratchant masih memiliki keyakinan bahwa dirinya akan mencatatkan kemenangan ke-19 pada Asian Tour. Secara matematis, ia memang masih berpeluang menjuarai turnamen ini setelah membukukan skor 10-under 206.

”Semuanya tergantung pukulan pertama di tee. Kalau Anda memukul dengan baik, semuanya bakal berjalan lancar. Tapi kalau buruk, Anda bakal kena masalah. Hanya butuh satu pukulan buruk saja, jadi Anda harus sangat fokus dan berhati-hati,” ujar Thaworn.

”Para pegolf India ini jelas diuntungkan karena mereka bermain di sini lebih sering daripada kami. Tapi semuanya tergantung keyakinan pada diri sendiri. Saya sudah pernah menang di Delhi Golf Club sebelumnya, jadi kenapa tidak melakukannya lagi?”