Pegolf India Shiv Kapur berhasil memenangkan duel pada ajang Royal Cup yang dilangsungkan di Phoenix Gold Golf and Country Club, Pattaya,setelah pada hari ini berhasil main 4-under 67untuk finis dengan total skor 14-under 270.

Putaran final yang berlangsung hari ini memang seakan menjadi milik Kapur dan pegolf tuan rumah Prom Meesawat. Keduanya melanjutkan duel mereka sejak putaran ketiga di mana Prom sendiri unggul dua stroke dari Kapur, sedang Kapur sendiri empat stroke lebih baik daripada dua pesaing terdekat lainnya, rekan senegaranya Gaganjeet Bhullar dan pegolf Thailand lainnya, Poom Saksansin.

Namun, Prom langsung kehilangan keuntungannya di hole kedua. Setelah memukul ke kiri, Prom mesti puas dengan bogey di hole par 3 itu. Kapur sendiri berhasil mendapat birdie di sana. Prom kembali mendapat bogey di hole 5 dan 9, yang otomatis membuka jalan bagi Kapur untuk memimpin.

Keunggulan Kapur tersebut memang tidak berlangsung lama. Prom yang tengah mengincar gelar Asian Tour ketiganya berhasil menyamakan kedudukan setelah mencatatkan dua birdie secara berturut-turut di hole 11 dan 12.

Persaingan menjadi kian menarik setelah Kapur justru mendapat bogey di hole 13 lantaran melakukan swing dengan buruk. Dan celakanya, hal ini terbawa hingga ke hole berikutnya, yang membuat Prom kembali unggul dua stroke, persis seperti ketika mereka memulai putaran final.

Akan tetapi, Kapur menunjukkan kelasnya dengan berhasil bangkit dan membuat birdie di dua hole berikutnya. Dengan Prom kembali mendapat bogey di hole 17, peluang Kapur mengangkat trofi ketiganya pada musim ini makin terbuka. Dan ia sama sekali tidak menyia-nyiakan peluang, meskipun di hole terakhir Prom sendiri nyaris memaksakan babak play-off kalau saja tidak menyia-nyiakan peluang birdie di sana.

”Ini benar-benar pertarungan yang sangat sengit. Saya membuat dua birdie di tiga hole pertama dan berhasil membalikkan keadaan. Tapi memang kita tak selalu bisa main sesuai rencana,” ujar Kapur. ”Untungnya, saya mengawali dengan baik dan Prom mendapat bogey di hole kedua dan tanpa sadar saya sudah memimpin.”

”Birdie di hole 15 mengembalikan saya ke jalur juara. Saya mesti melakukan up-and-down di hole 17 dan Prom justru seakan menyerahkan trofi kepada saya setelah dia melakukan tiga putt di sana. Dan di hole 18 saya kira dia hanya kurang beruntung. Prom jelas kompetitor tangguh dan saya beruntung bisa menang.”

Bagi Kapur, kemenangan ini menjadi kemenangan ketiganya pada Asian Tour musim 2017. Ini sekaligus menjadikannya sebagai satu-satunya pegolf yang berhasil meraih lebih dari satu gelar pada musim ini.

”Kalau saya masuk tim EurAsia Cup, saya takkan berada di sini. Jelas sangat menyenangkan bisa menang tiga kali dalam semusim,” ujar Kapur yang menikmati kemenangan ini disaksikan putrinya yang belum lama lahir.

Adapun bagi Prom, meski merasa kecewa, ia merasa cukup puas bisa main bagus dan mengakhiri musim 2017 dengan menjadi runner-up.

”Saya akan  terus berlatih keras dan berusaha memenangkan turnamen. Rehat dulu dua pekan sebelum kembali menjalani musim yang baru,” ujarnya.

Sementara itu, rekan senegara kapur, Gaganjeet Bhullar menuntaskan turnamen ini dengan finis di tempat ketiga dengan total skor 11-under 273. Baginya berada di peringkat ketiga bukanlah hal yang buruk, terutama lantaran ia menuju Pattaya tanpa persiapan khusus setelah resmi melepas masa lajangnya.

Tempat keempat dihuni pegolf senior Thailand Prayad Marksaeng dan pegolf  China Taipei Chan Shih-chang. Keduanya sama-sama mencatatkan total skor 9-under 275.

”Tahun depan saya akan terus main di Asian Tour, Japan Golf Tour, dan Japan Senior Tour dan beberapa turnamen pada All Thailand Tour. Saya masih berada dalam kondisi prima dan sehat,” ujar pegolf senior yang menjuarai turnamen awal musim, SMBC Singapore Open.