Sepekan absen dari kompetisi membuat Danielle Kang lebih segar dan siap untuk kembali bertanding pada HSBC Women’s World Championship pekan ini.

Danielle Kang merasa ada sesuatu yang kurang beres setelah bertanding di Hawaii dua pekan lalu. Pemegang lima gelar LPGA dan satu Major ini kemudian membagikan kekhawatirannya menjelang LOTTE Championship. Lalu setelah finis T33 di Oahu itu, ia memutuskan untuk mundur dari HUGEL-AIR PREMIA LA Open agar bisa fokus pada dirinya sendiri, sebelum bertolak jauh ke Singapura untuk HSBC Women’s World Championship pekan ini.

”Sebagai seorang kompetitor, rasanya tidak adil jika harus bermain ketika saya tak merasa ingin bertanding, dan tidak adil buat saya sebagai pegolf dan tim saya karena kami berlatih keras. Saya tidak merasa ingin bertanding karena tidak sepenuhnya siap,” jelas Kang.

”Saya segera menjumpai Butch (Harmon, pelatihnya) pada hari Minggu dan kami memutuskan untuk melakukan penyesuaian pada permainan saya, tapi saya perlu berlatih kebugaran dan membuat tubuh saya siap dan bisa melakukan swing yang saya bisa. Jadi, latihan ini mengalami perkembangan yang baik. Saya latihan dengan pelatih saya, Jimmy, seorang fisio dan ke pusat kebugaran, lalu tidur, setiap hari. Perkembangannya sangat bagus.”

Kang memang menyesuaikan dengan protokol COVID-19 dan mempertahankan rutinitasnya semaksimal mungkin. Ia juga membawa peralatan kebugarannya ke kamar hotel, termasuk peralatan melukis dasarnya untuk mengisi waktu setelah pulang dari lapangan. Satu-satunya yang menurutnya paling siap ia lakukan ialah bermain di tengah iklim yang panas karena lebih suka bermain dalam suasana demikian daripada di tengah iklim yang dingin.

”Lapangan ini memiliki green yang licin dan mengetahui break di atas green dan hal-hal seperti itu, akan menjadi pengetahuan lapangan yang sangat membantu.” — Danielle Kang.

”Entahlah, saya pikir rasa panas itu sedikit memperlambat saya. Saya tidak bisa berlari tak tentu arah, seperti yang biasanya saya lakukan. Saya tidak bisa terlalu emosional karena bisa membuat saya kelelahan. Saya tidak bisa berjalan cepat. Semuanya menjadi lebih lambat dan saya pikir ini hal yang baik juga. Membuat Anda lebih bisa bernapas,” jelasnya.

”Saya sudah siap dengan beragam jenis minuman vitamin C dan minum banyak Airborne di lapangan golf, punya energi yang bagus dan siap dan tahu kapan membutuhkan gula dan hal-hal seperti itu. Patty sangat sadar akan diri saya. Saya pikir itulah hal yang mempersiapkan saya menghadapi cuaca yang panas.”

Kini ia telah siap dengan serangkaian strategi yang telah ia latih dan ia peroleh setelah absen sepekan dari kompetisi. ”Saya pikir mempercayai permainan dan short game saya, bahwa ada satu bagian yang bisa saya percayai, yaitu wedge saya. Dan lapangan ini memiliki green yang licin dan mengetahui break di atas green dan hal-hal seperti itu, akan menjadi pengetahuan lapangan yang sangat membantu,” imbuhnya.

”Saya sudah pernah bermain di sini sebelumnya dan melihat mereka mengubah beberapa hole. Dengan semua perubahan itu, saya pikir saya hanya harus fokus dan berusaha memainkan pukulan yang saya hadapi akan menjadi hal yang sangat penting bagi saya.”

 

Hinako Shibuno akan memulai debutnya pada HSBC Women’s World Championship bersama dua pemenang Major lainnya, Ariya Jutanugarn dan Angela Stanford. Foto: Getty Images.

 

Motivasi Matsuyama bagi Hinako Shibuno
Lain Kang, lain pula Hinako Shibuno. Pegolf asal Jepang ini akan melakoni debutnya pada HSBC Women’s World Championship pekan ini dengan melihat keberhasilan Hideki Matsuyama sebagai motivasi baginya.

Shibuno mengakui bahwa keberhasilan Hideki Matsuyama dalam memenangkan Masters Tournament memberi dampak yang besar baginya. Baginya, keberhasilan rekan senegaranya itu aalah sebuah prestasi istimewa yang hanyta memberi motivasi besar baginya dan seluruh penggemar di Jepang.

Shibuno sendiri akan segera melakoni debutnya pada ajang HSBC Women’s World Championship besok (bermain bersama sesama pemenang Major, Ariya Jutanugarn dan Juara HSBC Women’s World Championship 2012 Angela Stanford mulai pukul 09:01 waktu Singapura).

”Sekarang saya ingin memenangkan satu turnamen Major lagi,” tutur pegolf berjulukan Smilin Cinderella ini. ”Kemenangan Hideki itu memberi dampak yang sangat besar buat saya. Ia memberikan pengaruh yang sangat besar bagi semua orang. Ia membuat dunia golf di Jepang menjadi lebih dan lebih besar lagi. Dan ini hal yang sangat bagus buat kami.”

Kemenangannya pada AIG Women’s Open pada tahun 2019 silam telah menjadi bahan pembicaraan di seluruh dunia. Terutama dengan pembawaannya yang membuat para penggemar sulit untuk tidak mendukungnya. Toh meski telah menyandang status sebagai Juara Major, Shibuno menolak untuk dijadikan idola.

”Saya tidak ingin melakukan tiga putt sepanjang pekan ini karena saya ingin bermain under selama empat putaran.” — Hinako Shibuno.

”Saya tidak ingin menjadi model idola. Saya hanya ingin menyaksikan mereka (para penggemar) dan bermain dengan tersenyum,” tuturnya.

Setelah memenangkan Major pertamanya itu, Shibuno memilih untuk menunda keanggotaannya pada LPGA. Meski demikian, ia telah bermain dalam 11 turnamen, dengan finis sendirian di peringkat ke-4 pada ajang U.S. Women’s Open akhir tahun lalu sebagai prestasi terbaiknya.

Tampil untuk pertama kalinya pada ajang ini, dan bermain di Sentosa Golf Club untuk pertama kalinya, Shibuno menilai pekan ini akan menjadi pengalaman yang cukup berat baginya. Ia menyebut Tanjong Course bukan lapangan yang mudah untuk ia mainkan. Meskipun ajang yang pekan ini diikuti oleh 69 pegolf ini takkan memberlakukan cut-off, Shibuno jelas tidak ingin berada di jajaran bawah.

Kemenangan pada pekan ini jelas akan memberi jaminan untuknya bermain secara reguler pada LPGA. Dan ia sudah tahu apa yang harus ia lakukan pada pekan ini, sembari mempersiapkan dirinya menghadapi panas dan hujan badai, yang kemungkinan akan ia alami mulai Kamis (29/4) besok.

”Green-nya sangat sulit. Saya tidak ingin melakukan tiga putt sepanjang pekan ini karena saya ingin bermain under selama empat putaran. Yang jelas, saya tidak ingin melakukan putting dan malah memasukkan bola ke air, seperti yang saya lakukan pada ajang LOTTE Championship dua pekan lalu,” ujar pegolf yang kini menempati peringkat 21 pada Rolex Rankings ini.