Pegolf Amerika Serikat Danielle Kang bermain luar biasa pada putaran kedua HSBC Women’s World Championship. Selain bermain tanpa bogey, ia juga berhasil menyamai rekor lapangan di Sentosa Golf Club dengan membukukan 8-under 64.

Kang menunjukkan performa yang jauh lebih baik hari ini (2/3). Ia sudah membukukan tiga birdie di lima hole pertamanya sebelum menambah lagi di hole 8. Perolehannya 8-under di sembilan hole pertamanya turut melambungkan posisinya ke jajaran atas. Terutama setelah pimpinan klasemen pada hari pertama yang juga merupakan rekan senegaranya, Jennifer Song justru

”Sejujurnya, permainan ini jadi tampak mudah sekarang. Ada banyak birdie di lapangan ini. Saya lebih berfokus dan tak mau berpikir terlalu jauh dan hanya melakukan pukulan saja. Pukulan saya bagus, putting saya bagus. Jadi, saya tak terlalu khawatir soal hasilnya. Rasanya seperti melaju: memukul fairway, memukul ke green, dan menggulirkan bola untuk birdie,” tutur Kang.

Setelah sebelumnya bermain 4-under 68 pada hari pertama, skor 8-under 64 yang ia bukukan kali ini praktis membuatnya menyamai rekor lapangan yang dibukukan Park Inbee ketika menjuarai turnamen ini tahun lalu.

”Tak pernah terasa jelek bisa menyamai rekor lapangan, tapi jelas itu sesuatu yang menarik untuk didengar dan saya menyukainya (hasil ini),” tutur Kang.

Sejak menjuarai gelar perdana, yang sekaligus gelar Major pada KPMG Women’s PGA Championship tahun lalu, Kang mengaku kalau ia merasa lega dirinya akhirnya bisa memenangkan sebuah gelar, dan gelar itu adalah Major. Namun, ia juga tak ingin kariernya hanya berhenti dengan gelar tersebut.

”(Kali ini) jelas saya merasa ada di ’zona’ saya. Saya bermain cukup bagus. Dan kini jelas saya bersaing untuk menang. Dan itulah target saya, berusaha agar saya tetap berada dalam persaingan juara,” ujar Kang lagi.

Dengan total skor 12-under 132, Kang untuk sementara unggul empat stroke dari dua rekan senegaranya, Nelly Korda dan Marina Alex. Nelly, yang merupakan adik Jessica Korda, hari ini bermain dengan 6-under 66 setelah membukukan 7 birdie dengan sebuah bogey.

Permainan Nelly kali ini terbilang konsisten setelah berlatih sepanjang libur musim kompetisi untuk memukul sesering mungkin ke green dan meminimalkan kesalahan.

”Makin konsisten, makin bagus juga saya bermain, semoga saja ini bisa terus berlanjut sepanjang musim,” ujarnya.

Adapun Alex hari ini bermain dengan skor 5-under 67 berkat 8 birdie dan 3 bogey. Ia menyebut dirinya sedikit beruntung memainkan putaran kedua hari ini.

”Sejujurnya, saya tak melakukan pukulan iron dengan sangat solid, tapi green di sini cukup keras sehingga meskipun sedikit meleset, bola masih bisa bergulir ke arah lubang,” ujar Alex. ”Saya memukul solid di hole 11 dan sedikit mishit di hole 12, tapi bulanya masih bergulir dengan sangat dekat ke lubang. Setelah itu saya melakukan pitching yang bagus di par 5 dan pukulan wedge yang juga bagus di hole 14.”

Meski pukulannya tidak memuaskan, Alex bersyukur bisa melakukan putting dengan baik. Dengan kata lain, putaran keduanya hari ini menjadi kombinasi putting yang solid dan keberuntungan. Yang jelas, dengan berjarak empat stroke dari Kang dan dua putaran tersisa, ia masih berpeluang untuk meraih kemenangan.

Sementara itu, 5 stroke di belakang Kang, ada pegolf Australia Minjee Lee, pegolf Amerika lainnya Cristie Kerr, dan pegolf Korea Chella Choi. Masing-masing bermain dengan skor 66, 67, dan 69 dan sama-sama mengumpulkan 7-under 137 untuk berada di tempat keempat.

Juara bertahan Park Inbee berada di peringkat T36 setelah pada akhir putaran kedua ini ia bermain dengan skor 70 dan mengumpulkan total 1-under 143. Peluangnya untuk mempertahankan gelarnya memang belum tertutup, namun ia jelas akan membutuhkan permainan yang lebih baik dalam dua putaran final nanti.

Adapun satu-satunya pegolf amatir yang berlaga pekan ini, Atthaya Thitikul asal Thailand yang pekan lalu menjuarai Women’s Amateur Asia-Pacific hari ini bermain dengan skor 1-under 71. Dengan total skor 3-under 141, untuk sementara ia berada di peringkat 23 bersama seniornya, Moriya Jutangarn, yang ia anggap sebagai kakaknya.