Takumi Kanaya dan Ryo Ishikawa menjadi dua dari delapan pegolf Jepang yang bakal bersaing pada ZOZO CHAMPIONSHIP @ SHERWOOD pekan depan.

Para penggemar sejati dan pengamat golf bakal menantikan aksi Takumi Kanaya ketika pegolf Jepang ini berlaga pada ZOZO CHAMPIONSHIP @ SHERWOOD pekan depan. Pegolf muda yang baru saja memutuskan beralih profesional ini akan berusaha mengikuti jejak Hideki Matsuyama di level PGA TOUR.

Sebelum memutuskan menjadi pegolf profesional, Kanaya merupakan pegolf amatir No. 1 Dunia. Peraih McCormack Medal 2020 ini menjadi salah satu dari delapan pegolf Jepang yang bakal bersaing pada turnamen yang memperebutkan total hadiah sebesar US$8 juta ini. Selain itu, ia juga akan bersaing dengan para pegolf tangguh, termasuk juara bertahan Tiger Woods, pegolf No.2 Dunia Jon Rahm, dan pemegang 18 gelar PGA TOUR Rory McIlroy.PGA

Perjalanan karier Kanaya sebenarnya hampir mirip dengan Matsuyama. Keduanya sama-sama berkuliah pada Tohoku Fukushi University dan menjuarai Asia-Pacific Amateur Championship—Matsuyama menjuarainya pada 2010 dan 2011, sedangkan Kanaya pada 2018. Yang tak kalah menarik, Matsuyama menjuarai ajang Mitsui Sumitomo Visa Taiheiyo Masters pada tahun 2011 sebagai pegolf amatir. Prestasi serupa kemudian diikuti oleh Kanaya pada bulan November 2019 lalu dengan eagle di hole ke-72.

”Saya sangat bersyukur mendapat undangan untuk berpartisipasi pada ajang ZOZO CHAMPIONSHIP,” ujar Kanaya. ”Saya ingin menyampaikan rasa terima kasih saya kepada penyelenggara dan semua orang yang terlibat menghadirkan turnamen ini pada masa-masa yang sulit sekarang ini. Saya merasa terhormat bisa mendapatkan kesempatan yang berharga seperti ini segera setelah beralih profesional. Saya menantikan berkompetisi menghadapi para pegolf tangguh dan akan berusaha sebaik mungkin untuk main bagus dan kompetitif.”

Selain menjuarai ajang profesional Japan Golf Tour Organization, karier amatir Kanaya juga dihiasi dengan runner-up pada Asian Games 2018, dan meraih juara kategori individu pada World Amateur Team Championship 2018. Selain itu, ia juga berhasil lolos cut pada ajang Masters Tournament tahun 2019 lalu.

Meskipun rasa penasaran tertuju pada Kanaya dan bagaimana ia bakal bersaing dengan pegolf profesional lain, para penggemar golf Jepang juga bakal berharap Ryo Ishikawa bisa tampil cemerlang. Pegolf yang dianggap sebagai salah seorang harta karun Jepang ini sempat bertanding pada PGA TOUR selama beberapa musim sampai cedera punggung menghambat kiprahnya pada tahun 2017. Sejauh ini ia telah bermain pada 151 ajang PGA TOUR dan telah 11 kali masuk sepuluh besar, termasuk dua kali menjadi runner-up. Bulan lalu ia finis T51 pada ajang U.S. Open, dan finis di posisi serupa pada ZOZO CHAMPIONSHIP tahun lalu.

Seiring dengan kondisinya yang kini telah sepenuhnya pulih dari cedera, dan turnamen kali ini harus dimainkan di Amerika Serikat, Ishikawa berharap bisa menampilkan permainan yang solid bagi para penggemarnya. ”Sayang sekali kami tak bisa memainkan turnamen ini di Jepang, tapi saya ingin berterima kasih kepada ZOZO karena mengadakan turnamen ini. Saya akan berusaha sebaik mungkin memanfaatkan peluang ini,” ujar Ishikawa.

Selain Kanaya, Matsuyama, dan Ishikawa, jajaran pegolf Jepang lainnya terdiri dari Shugo Imahira, Rikuya Hoshino, Mikumu Horikawa, Naoki Sekito, dan Satoshi Kodaira akan ikut bertanding di Sherwood, lapangan karya Jack Nicklaus, yang juga menjadi tuan rumah Hero World Challenge, turnamen yang digelar oleh Tiger Woods pada tahun 2000-2013.