Empat pegolf Indonesia menikmati kampanye positif ketika mengawali Indonesian Masters yang mulai berlangsung kemarin (14/12). Rinaldi Adiyandono, Clement Erio Kurniawan, Rory Hie, dan Danny Masrin membukukan skor di bawah par.

Pada paruh hari pertama kemarin Clement mematok skor terendah yang diraih oleh pemain Indonesia. Mengawali putaran pertama dari hole pertama, Clement langsung mendapatkan birdie yang seakan menandakan putaran pertama akan menjadi putaran yang positif baginya.

Namun, di hole kedua ia justru mendapat bogey sehingga catatannya skornya kembali ke even par. Beruntung di hole keempat ia kembali mendapat birdie. Ia kembali menambah perbendaharaan birdie-nya di hole 9 dan 10 dan berhasil mempertahankan skor 3-under hingga hole terakhir.

”Sebenarnya, bisa dibilang pukulan saya sedikit ngawur hari ini. Mengawali dengan birdie lalu mendapat bogey, dan di hole 4 bisa putting jauh buat birdie. Setelah itu, mungkin saya lebih mendapatkan feeling-nya,” tutur Clement. ”Jadi, hari ini sebenarnya permainan saya rapi dan memang itu sesuai dengan rencana saya, walaupun mungkin tidak serapi yang saya mau.”

Cuaca yang bersahabat pada hari pertama ternyata memang membantu permainannya.

”Tahun lalu saya main sebagai amatir, masih ada sedikit angin. Jadi, saya rasa saya masih harus main rapi besok (hari ini) karena saya belum bisa bermain agresif. Kalau bisa lolos cut, mudah-mudahan hari ketiga akan lebih agresif,” imbuhnya lagi.

Performa Clement kemudian dilampaui oleh Rinaldi Adiyandono. Pegolf yang dikenal kreativitasnya lewat akun @indofreestylegolf ini tampil maksimal dengan bermain tanpa bogey untuk pertama kalinya. Ia membukukan empat birdie dengan dua birdie di sembilan hole pertama, dan dua birdie di sembilan hole kedua.

”Lapangan ini sebelumnya merupakan lapangan yang belum bisa saya taklukkan,” tutur Rinaldi. ”Saya berkonsultasi dengan Kapten IGT (Jubilant Arda) dan pelatih saya untuk mencari cara memainkan lapangan ini, bagaimana agar kalau meleset, jangan sampai lebih dari bogey.”

Seperti halnya Clement, Rinaldi juga mengaku diuntungkan oleh kondisi cuaca. Ia khususnya menyebut kondisi green yang lebih lembut.

”Kalaupun (angin berembus) kencang, saya harus menghitung dengan lebih teliti, misalnya mesti pakai stik yang mana dan mau memukul seperti apa,” ujarnya.

Adapun Rory Hie juga mengawali putaran pertama dengan bagus. Ia kemarin bermain dengan skor 2-under 70. Meskipun harus menghadapi tekanan lantaran mesti main bagus pekan ini untuk mendongkrak peringkatnya agar masuk 60 besar Order of Merit Asian Tour—persyaratan untuk mendapat kartu Asian Tour musim depan—dengan 2-under 70, peluangnya secara matematis masih terjaga.

Foto: Golf Asia Indonesia

Satu pegolf lainnya, Danny Masrin, kemarin membukuan tiga birdie dengan satu double bogey yang memberinya skor 1-under 71.

Sebanyak total 25 pegolf Indonesia berlaga pada pekan ini dengan 5 di antaranya merupakan pegolf amatir. Catatan terbaik yang dibukukan pemain amatir Indonesia pada hari pertama ditorehkan oleh dua pegolf asal Jawa Timur, Tirto Tamardi dan Jonathan Wijono.

Kemarin Tirto membukukan 3 birdie dengan 5 bogey. Namun, ia beruntung bisa mendapat eagle di hole 9.

Adapun Jonathan kemarin sempat bermain 6-over ketika memulai turnamen ini dari hole 10 (hole 1 South Course di Royale Jakarta Golf Club) lantaran membukukan 3 bogey dan satu double bogey, serta hanya satu birdie. Beruntung ia bisa bermain 6-under di sembilan hole selanjutnya.

Adapun Benita Yuniarto Kasiadi menjadi satu-satunya pegolf profesional Indonesia yang berhasil bermain even par.