BMW International Open dan Open de France terpaksa dibatalkan, Aberdeen Standard Investments Scottish Open ditunda.

Pembatalan dan penundaan penyelenggaraan turnamen terpaksa menjadi tren yang tak terelakkan belakangan ini. Pandemi global COVID-19 memaksa berbagai aktivitas yang melibatkan banyak orang terpaksa dihentikan untuk jangka waktu yang sulit diperkirakan.

Sebelumnya, PGA TOUR juga telah mengumumkan modifikasi terhadap jadwal kompetisi untuk musim 2019-2020. Meskipun mereka juga mengungkapkan rencana untuk kembali menggulirkan turnamen pada 8 Juni 2020 mendatang, empat turnamen pertama hampir pasti akan dimainkan tanpa penonton.

Sementara itu, dari ranah Eropa, sejak pertama kali menunda turnamen pada ajang Magical Kenya Open presented by Absa pada bulan Maret yang lalu, sejumlah ajang European Tour yang terpaksa ditunda belum mendapatkan jadwal penyelenggaraan yang baru.

Meskipun European Tour turut terlibat dalam penyesuaian sejumlah agenda Tour, terutama terkait dengan ajang Major, tak banyak penyesuaian yang terjadi, mengingat kompleksitas penyelenggaraan mereka. Pengumuman resmi terakhir dari Benua Biru itu ialah terkait pembatalan ajang BMW International Open dan Open de France.

“Bukan perkara gampang membatalkan BMW International Open untuk pertama kalinya sepanjang 31 tahun sejarah turnamen ini, terutama bagi penggemar golf di Jerman dan mitra-mitra turnamen lainnya.” – Sebastian Mackensen, Senior Vice President BMW Group Germany dan Tournament President BMW International Open.

Pembatalan BMW International Open ini menandakan ajang ini terpaksa tidak dapat digelar untuk pertama kalinya sejak pertama kali digelar pada tahun 1989. Pemerintah Jerman sendiri telah menetapkan larangan untuk menggelar ajang-ajang besar setidaknya hingga tanggal 31 Agustus 2020. Dan usai melakukan diskusi menyeluruh, European Tour dan pihak penyelenggara memutuskan untuk tak mengadakan turnamen ini pada tahun ini.

“Bukan perkara gampang membatalkan BMW International Open untuk pertama kalinya sepanjang 31 tahun sejarah turnamen ini, terutama bagi penggemar golf di Jerman dan mitra-mitra turnamen lainnya,” Sebastian Mackensen, Senior Vice President BMW Group Germany, yang sekaligus merupakan Tournament President BMW International Open menyampaikan.

“Namun, kesehatan dan keselamatan para pengunjung, pemain, perwakilan media, mitra-mitra, penyelenggara, dan relawan menjadi prioritas utama. Kami ingin berterima kasih kepada European Tour untuk kemitraan yang didasarkan pada rasa percaya, juga dalam situasi seperti ini.”

Sebelumnya, pihak penyelenggara dan European Tour juga telah membahas skenario untuk mengadakan edisi ke-32 ini tanpa penonton sama sekali, atau bahkan mencari tanggal penyelenggaraan yang lain pada tahun ini. Sayangnya, dua skenario tersebut sama sekali tidak memungkinkan.

 

Andrea Pavan asal Italia sukses memenangkan BMW International Open edisi ke-31 pada tahun 2019, setelah bermain dengan skor total 15-under 273. Foto: BMW AG.

Pembatalan lainnya turut dialami oleh ajang Open de France. Turnamen yang merupakan ajang nasional terbuka tertua yang ada di daratan Eropa ini semestinya digelar pada tanggal 2-5 Juli 2002 di Le Golf National. Keputusan pembatalan ini juga terpaksa diambil sebagai bagian dari upaya mengatasi pandemi COVID-19.

Menurut laporan terakhir WHO per tanggal 17 April 2020, Perancis merupakan negara dengan jumlah kasus terbanyak keempat di Eropa setelah Spanyol, Italia, dan Jerman. Pemerintah Perancis sendiri telah melarang kegiatan yang melibatkan massa hingga pertengahan Juli 2020.

Menyinggung pembatalan ini, Ketua Eksekutif European Tour Keith Pelley mengungkapkan, pihaknya telah melakukan pembicaraan menyeluruh dengan semua pihak sebelum terpaksa mengambil keputusan yang sulit ini. Terutama mengingat BMW International Open dan Open de France merupakan dua ajang penting bagi European Tour.

Sementara itu, satu ajang lainnya, Aberdeeen Standard Investments Scottish Open, yang merupakan ajang Rolex Series terpaksa ditunda penyelenggaraannya. Ajang ini semula dijadwalkan dimainkan pada 9-12 Juli 2020 di The Renaissance Club, North Berwick. Ajang ini pun menjadi ajang Rolex Series kedua, setelah penyelenggaraan Dubai Duty Free Irish Open, yang semula dijadwalkan pada 28-31 Mei, juga ditunda.

“… kami takkan memulai kompetisi sampai kondisinya benar-benar aman, dan kami diperbolehkan melakukannya.” – Keith Pelley, Ketua Eksekutif European Tour.

“Baik Jerman dan Perancis telah menjadi dua negara yang sangat terdampak oleh virus corona. Doa kami menyertai mereka yang terdampak di kedua negara tersebut, sebagaimana halnya dengan negara-negara lain di seluruh dunia,” ujar Pelley.

“Kami juga terpaksa menunda menggelar Aberdeen Standard Investments Scottish Open setelah berkonsultasi dengan Aberdeeen Standard Investments, VisitScotland, dan Rolex. Diskusi mengenai kemungkinan menjadwalkan ulang ajang ini akan terus kami lakukan dengan mempertimbangakan berbagai skenario untuk jadwal kami dan kapan kondisinya dinyatakan aman dan diperbolehkan untuk mengadakannya.”

Dalam pesan yang ditujukan kepada berbagai pihak, termasuk penggemar golf, Pelley mengungkapkan bahwa pihaknya sampai sejauh ini memang belum dapat menetapkan tanggal kembalinya kompetisi.

“Seperti yang sudah saya sampaikan berkali-kali, kami takkan memulai kompetisi sampai kondisinya benar-benar aman, dan kami diperbolehkan melakukannya. Saat ini sudah 14 pekan berlalu tanpa turnamen, tapi kurun waktu tiga setengah bulan itu juga merupakan periode bagi situasi global untuk mulai menunjukkan tanda-tanda positif. Sudah ada diskusi terkait dengan mengurangi batasan di sejumlah negara dan semua pihak mulai optimis bahwa situasi seperti ini akan terus berlanjut,” tulis Pelley.