Justin Thomas meraih gelar keempatnya di Asia dengan menjuarai THE CJ CUP @ NINE BRIDGES untuk kedua kalinya.

Ketika Anda mendapati seorang pemain berhasil meraih kemenangan pada turnamen yang sama di lapangan yang sama lebih dari satu kali, mudah saja berasumsi bahwa lapangan tersebut benar-benar cocok untuk permainannya. Kira-kira begitulah yang terjadi pada Justin Thomas.

Dua tahun lalu, Thomas datang ke Jeju dengan status sebagai Juara FedExCup 2017. Kala itu ia mengawali putaran pertama THE CJ CUP @ NINE BRIDGES dengan skor fenomenal 63. Namun, ia dipaksa untuk memainkan babak play-off oleh pegolf Australia Marc Leishman. Thomas menaklukkan Leishman di hole play-off kedua.

Tidak ada play-off kali ini. Thomas memastikan kemenangannya dengan memainkan 72 hole reguler, mengalahkan pesaing terdekatnya Danny Lee asal Selandia Baru. Selain menjadi kemenangan keempatnya di Asia, prestasi ini menjadi gelar PGA TOUR ke-11 dalam kariernya.

Thomas dan Lee sama-sama memulai 18 hole terakhir hari ini dengan posisi 15-under, yang merupakan rekor turnamen ini dalam 54 hole. Thomas langsung mendapat dua birdie di tiga hole pertama sebelum langkahnya terhenti dengan bogey di hole 4. Dua birdie membuatnya menutup sembilan hole pertama dengan 3-under, namun Lee masih menempelnya dengan ketat lantaran ia juga bermain 3-under berkat birdie di hole 4, 7, dan 9.

Namun, Thomas mulai meninggalkan Lee dengan birdie di hole 14, setelah keduanya sama-sama menambah birdie di hole 12. Dengan Lee yang mendapat dua bogey berturut-turut di hole 15 dan 16, praktis posisi Thomas semakin aman. Meskipun bogey di hole 17, Thomas menutup turnamen ini dengan birdie di hole terakhir, yang memberinya kemenangan dua stroke.

“Memang terasa aneh jika mengingat saya bisa menang empat kali di Asia. Sudah pasti saya menyukai lapangan-lapangan golfnya dan rasanya semua lapangan di sini sangat cocok untuk permaian saya,” ujar Thomas.

Namun, dalam jumpa pers dengan para wartawan, ia segera menambahkan bahwa alasan tersebut tidak mesti menjadi alasan mengapa ia bisa menang. Menurutnya, meskipun The Club @ Nine Bridges ini memberikan peluang bagi para pemukul jauh, ada banyak hole yang memungkinkan untuk mencuri skor.

“Saya berlatih dengan sangat, sangat keras beberapa pekan terakhir untuk memastikan siap bermain dalam turnamen ini. Dan saya senang persiapan itu memberikan hasilnya,” imbuhnya.

Thomas mengakui bahwa kemenangan ini merupakan kemenangan yang tak kalah beratnya, ketimbang kemenangannya dua tahun lalu.

“Danny membuatnya benar-benar sulit. Dia benar-benar memasukkan banyak putt, ada banyak up-and-down yang sulit dipercaya yang membuat saya kesulitan mendapatkan momentum,” sanjung Thomas.

“Selain bogey di hole 17 itu, saya rasa saya melakukan semua yang harus saya lakukan untuk menjamin kemenangan. Benar-benar puas rasanya bisa melakukan berbagai jenis pukulan ketika saya membutuhkannya.”

“Selain bogey di hole 17 itu, saya rasa saya melakukan semua yang harus saya lakukan untuk menjamin kemenangan.” – Justin Thomas

Pegolf tuan rumah An Byeonghun akhirnya finis di peringkat T6 dan menjadi pemain Korea terbaik pekan ini. Ia mengumpulkan skor total 13-under 275 setelah pada putaran final bermain dengan skor 69.

Adapun Hideki Matsuyama menjadi pegolf Asia terbaik pada turnamen pekan ini. Tujuh birdie dan tanpa bogey yang ia bukukan pada putaran final membawanya 12 peringkat lebih baik. Ia pun finis di peringkat ketiga bersama Gary Woodland dan Cameron Smith dengan skor total 15-under 273.

Menyumbangkan US$27.000
Bagi Thomas, musim 2019-2020 ini bukan sekadar musim untuk berburu kemenangan dan memperbesar nilai rekeningnya. Pada musim ini, Thomas memulai komitmennya menyumbangkan US$1.000 untuk tiap birdie yang ia raih, yang nantinya akan disumbangkan kepada Convoy of Hope, sebuah yayasan yang ditujukan untuk meringankan beban para korban badai di Bahamas.

Pekan ini, Thomas menunjukkan komitmennya tersebut dengan mengenakan sepatu golf yang bertemakan Bahamas Strong.

Kemenangannya di Korea pekan ini pun memberi arti yang lebih penting lagi, mengingat semangatnya tersebut. Dengan total 27 birdie yang ia bukukan pada pekan ini, ia akan menyumbangkan total US$27.000 untuk Convoy of Hope.

Leave a comment