Justin Thomas memegang kendali dengan skor 65 keduanya pada ZOZO CHAMPIONSHIP @ SHERWOOD.

Dua putaran dan dua skor 7-under 65 bagi Justin Thomas membuatnya kini memimpin klasemen sementara pada ZOZO CHAMPIONSHIP @ SHERWOOD. Namun, meski berada dalam posisi yang ideal, pemegang 13 gelar PGA TOUR ini merasa tidak puas.

”Saya mungkin main bagus, tapi tak puas dengan finis saya. Semestinya saya mendapatkan (lebih banyak birdie) di enam hole terakhir,” ujar pegolf berusia 27 tahun, yang kini mengoleksi total 14-under 130.

Setelah memulai putaran kedua dari hole 10, juara FedExCup 2017 ini mencatatkan tujuh birdie di 12 hole pertamanya. Namun, ia hanya mencatatkan even par di enam hole terakhir pada ajang yang memperebutkan total hadiah senilai US$8 juta ini.

Wajar jika ia merasa kecewa. Putaran kedua kali ini memberi kondisi yang sangat ideal untuk mencatatkan skor yang rendah, terutama di hole-hole par 5 dalam sembilan hole terakhirnya. Hal ini terbukti dengan banyaknya pemain yang sanggup bermain dengan skor yang rendah. Pegolf Afrika Selatan Dylan Fritelli dan Patrick Cantlay juga sanggup menyamai skor Thomas, 7-under 65. Total ada 56 pemain yang membukukan skor 60-an.

 

 

”Lapangan ini tidak terlalu sulit, pendek, dan green-nya juga cukup lembut saat ini … itulah kondisi yang bagus untuk mencatatkan skor bagi kami,” ujar Thomas. ”Yang jelas, memainkan 5-iron dan 5-wood dari fairway ke dua par 5 an hanya mendapatkan dua par bukanlah skor yang bagus. Memang ada par yang bagus di hole 8 dan saya juga melakukan beberapa pukulan yang bagus, tapi pukulan saya tidak seakurat yang saya harapkan di empat hole terakhir.”

Saat ini Lanto Griffin dan Fritelli menjadi pesaing terdekat Thomas, dengan keduanya mencatatkan 13-under 131. Fritelli sendiri menjadi pemain dengan jumlah birdie terbanyak dalam dua putaran pertama ini, dengan membukukan 16 birdie. Ungkapan ”drive untuk pamer dan putt untuk menang” serta pendekatan mental yang baru ia dapatkan telah mendorong pegolf berusia 30 tahun ini untuk mulai bersaing untuk meraih gelar PGA TOUR keduanya. ”Pukulan saya sekarang sudah semakin jauh. Namun, mungkin yang menjadi hal utamanya ialah putter, saya melakukan sejumlah putt krusial,” ujar pegolf Afrika Selatan, yang memasukkan total putt sejauh 31 meter pada hari Jumat itu, ketimbang 16 meter pada hari pertama.

”Saya melakukan sedikit perubahan mental, melatih pikiran saya pada akhir pekan dan dalam pekan ini. Saya membaca buku berjudul Legacy yang ada kaitannya dengan pola pikir. The All Blacks (tim rugbi Selandia Baru), jelas merupakan tim terbaik di dunia, dan ada hal kecil yang saya temukan di sana.”

Griffin sendiri kembali berada di zona persaingan setelah melakukannya pada THE CJ CUP @ SHADOW CREEK pekan lalu. ”Menang sudah menjadi target kami, tapi hal itu tidaklah realistis. Bahkan ketika Anda memiliki pekan seperti yang saya alami (pekan lalu) dan finis di posisi ke-7, Anda mesti merasa senang dan membawa hal-hal positifnya dan berusaha melihat hal-hal apa yang benar dan salah yang sudah dilakukan untuk bermain lebih baik. Menang menuntut permainan yang bagus dan beberapa jeda, yang sering kali membuat Anda kehilangan kendali. Saya merasa sangat beruntung berada di sini. Saya akan berusaha mengabaikan tekanan sebanyak mungkin dan berusaha main sebaik mungkin,” ujarnya.

 

Tiger Woods menyamai rekor peningkatan putaran terbaik dalam kariernya dengan membukukan skor 66, 10 stroke lebih baik daripada putaran pertama. Foto: Getty Images.

 

Tiger Woods Memperbaiki Permainan
Juara bertahan Tiger Woods berhasil memperbaiki permainannya dan menyamai putaran peningkatan terbaik dalam kariernya dengan membukukan skor yang 10 stroke lebih baik. Usai membukukan skor 76 pada hari pertama, kali ini Woods mencatatkan skor 66 dan akan memulai putaran ketiga 12 stroke di belakang Thomas.

Peningkatan terbesar dalam permainannya kali ini terlihat dari lima hole par 5 di lapangan ini. Pada putaran pertama ia bermain 3-over, tapi kali ini ia berhasil menjadikannya 4-under.

”Rasanya swing saya tidak seburuk itu (pada hari Kamis). Pukulan saya hanya sedikit meleset dan beberapa kali salah menempatkan posisi sehingga memberi efek berlanjut dan memberi skor besar. Hari ini permainan saya jauh lebih taham dan jauh lebih renyah dan bersih,” ujar pemegang 82 gelar PGA TOUR ini, yang akan memulai hari ketiga dari peringkat T66.

Sementara itu, pemegang satu gelar PGA TOUR asal Jepang, Satoshi Kodaira, menjadi salah satu dari 56 pegolf yang bermain dengan skor 60-an. Pada putaran kedua ini ia bermain tanpa bogey dengan skor 66 sehingga menjadi wakil Asia dan Jepang terbaik. Untuk sementara ia berada di peringkat T14 dengan skor total 10-under 134. Rekan senegaranya yang baru beralih profesional dan merupakan mantan pegolf amatir No.1 Dunia, Takumi Kanaya, juga bermain solid dengan skor 67 dan kini ada di posisi T35 dengan skor 137.