Pegolf Amerika Serikat yang tengah naik daun, Justin Thomas bersinar lagi dengan gelar kelimanya tahun ini pada ajang CJ CUP @ NINE BRIDGES di Jeju, Korea. Pegolf berusia 24 tahun ini memastikan kemenangan pertamanya di Korea—dan ketiga di Asia dalam tiga tahun berturut-turut—dengan drama pada putaran final.

Bermain sebagai salah satu pemain yang paling populer tahun ini, Thomas menuju ke Jeju setelah mesti melepas trofi CIMB Classic dan hanya finis di posisi T17 di Kuala Lumpur. Tapi bukan hasil tersebut seolah mempersiapkan dirinya untuk tampil prima di Jeju.

Sukses bermain dengan skor 9-under 63 pada hari pertama, Thomas sempat bermain buruk pada hari kedua dengan 2-over 74. Namun, skor 70 pada hari ketiga membawanya pada persaingan memperebutkan gelar pada ajang PGA TOUR pertama di Korea Selatan ini.

Peluangnya untuk mencatatkan sejarah di Korea sempat terusik oleh double bogey di hole 5 par 3. Namun, ia berhasil mendapat tiga birdie berturut-turut dari hole 9, 10, dan 11. Sempat mendapat bogey di hole 13 dan 17, Thomas nyaris menutup turnamen dalam permainan 72 hole ketika ia nyaris mencatatkan eagle di hole 18.

Meskipun demikian, ia berhasil mendapat birdie dan memaksakan play-off dengan pemain asal Australia, Marc Leishman setelah keduanya sama-sama mencatatkan total 9-under 279.

Kembali memainkan hole 18, dengan panjang 568 yard, di Nine Bridges Golf Club ini, Thomas dan Leishman sama-sama mendapat par di hole play-off pertama. Namun, pada hole play-off kedua, Leishman yang berusaha mencapai green dalam dua pukulan mesti membayar mahal keputusannya tersebut setelah bolanya masuk air. Sementara Thomas sukses mendapat birdie dan memenangkan turnamen.

Kemenangan ini sekaligus memberinya kemenangan ketujuh dalam karier profesionalnya. Bukan kemenangan yang mudah, mengingat angin yang berembus sangat kencang di Jeju memberi kontribusi pada total skor yang ia peroleh.

”Sungguh suatu kehormatan bisa menjuarai CJ Cup pertama ini. Sungguh berat bermain hari ini, dalam tiga hari terakhir kondisinya luar biasa berat dengan angin yang berembus, saya bertahan untuk bermain dengan sabar pada akhir pekan dan hari ini,” tutur Thomas.

Thomas secara khusus menyoroti dua pukulan 3-wood-nya pada babak play-off yang ia mainkan dengan Leishman.

”Saya melakukan dua pukulan 3-wood yang hebat pada babak play-off kedua. Benar-benar cara yang luar biasa untuk menutup tahun ini. Saya bersemangat untuk tak melakukan apa-apa untuk sementara,” imbuhnya.

Prestasi terbaik bagi pemain Asia pada ajang ini dibukukan oleh pegolf tuan rumah Kim Whee. Kim berhasil finis di peringkat ketiga setelah mencatatkan total 6-under 282, 3 stroke di belakang Thomas dan Leishman.

Adapun juara Order of Merit Asian Tour 2015 Anirban Lahiri finis di peringkat T5, lebih baik daripada ketika finis T10 pada CIMB Classic sepekan sebelumnya. Lahiri mencatatkan skor 69-71-69-74 untuk meraih pencapaian terbaik kedua baginya selama bermain pada ajang PGA TOUR. Sebelumnya, prestasi terbaiknya ialah ketika finis T2 pada Memorial Tournament.