Pegolf asal Inggris Justin Rose meraih kemenangan sensasional sekaligus menutup musim 2017 dengan luar biasa setelah meraih kemenangan pada Indonesian Masters presented by Bank BNI, Bank Mandiri, Bank BRI, Bank BTN & Telkom Indonesia.

Bermain sebagai salah satu pemain bintang dan pemain unggulan, peraih medali emas Olimpiade Rio 2016 ini membukukan skor kemenangan terendah sepanjang penyelenggaraan turnamen, plus skor kemenangan terendah Asian Tour musim 2017.

Rose mengawali debutnya bermain pada kompetisi resmi di Royale Jakarta Golf Club dengan 10-under 62, dan menutupnya juga dengan 10-under 62. Sepanjang empat putaran yang sangat menguras stamina lantaran harus mengalami berbagai penundaan akibat cuaca buruk. Rose menunjukkan kelasnya sebagai salah satu pegolf terbaik dunia dengan membukukan total 29-under 259.

Skor tersebut praktis melampaui rekor yang dibukukan Lee Westwood ketika bermain pada edisi perdana Indonesian Masters tahun 2011 lalu. Kala itu, pegolf yang juga berasal dari Inggris tersebut membukukan total 19-under 269.

Sepanjang pekan itu, Rose bahkan tak memberi peluang bagi para pegolf Asian Tour untuk melampaui catatan skornya sehingga praktis membuat para pegolf lain harus berlomba untuk bisa finis di posisi kedua.

Pada putaran final, Rose sempat mendapat bogey di hole 16, namun ia berhasil membuat para penonton di Royale Jakarta Golf Club bersorak dengan birdie di hole 18 dan catatan skor fenomenal 29-under 259.

”Ini ajang terakhir saya musim ini dan bisa mengakhiri tahun ini dengan prestasi bagus dan punya beberapa pekan untuk menikmati kemenangan ini sepanjang Natal dan Tahun Baru jelas sangat bagus,” tutur Rose. ”Ini juga merupakan kemenangan dengan selisih terbesar dalam sebuah turnamen buat saya. Bisa datang kemari dengan permainan yang bagus, mengatasi cuaca buruk dan jetlag, dan bisa fokus selama empat putaran adalah hal yang sangat membanggakan.”

Adapun pegolf muda asal Thailand Phachara Khongwatmai kembali mencatatkan prestasi yang juga bagus setelah kembali meraih peringkat kedua. Ia membukukan skor 7-under 65 pada hari terakhir itu.

Scott Vincent yang tengah dalam kondisi prima dan berniat meraih kemenangan Asian Tour pertamanya harus puas berada di peringkat ketiga. Pegolf asal Zimbabwe yang ditemani oleh sang istri sebagai kedinya ini membukukan total skor 269.

”Saya sempat berpikir untuk tidak main ke Jakarta, ini benar-benar keputusan pada saat-saat terakhir dan saya gembira akhirnya bisa datang. Tiap hari istri saya meminta saya untuk datang ke sini dan ia meyakinkan saya ketika bisa main bagus pada Joburg Open sepekan sebelumnya. Saya senang bisa mendengarkan dia,” tutur Vincent.

Permainan terbaik dari tuan rumah berhasil dibukukan oleh George Gandranata. Pegolf berusia 31 tahun ini mencatatkan keberhasilan keduanya lolos cut pada Indonesian Masters dengan finis 1-under 287 dan berada di peringkat T56.

Sementara peringkat terbaik berikutnya dibukukan oleh Rory Hie dan Joshua Andrew Wirawan yang masing-masing bermain dengan 288 dan 289.

Pegolf asal Medan Kurnia Herisiandy Santoso juga kembali membukukan prestasi lolos cut untuk kedua kalinya secara berturut-turut. Ia menuntaskan kampanye Indonesian Mastersnya di peringkat T66 dengan skor 290.

Naraajie Emerald Ramadhan Putra mencatatkan sejarah menjadi pegolf amatir pertama yang sukses lolos cut pada Indonesian Masters. Meskipun harus finis di peringkat T69 dengan catatan 3-over 292, ia menikmati pengalaman berharga bermain dengan mantan pegolf nomor satu Asian Tour asal India, Jyoti Rhandawa.

Rinaldi Adiyandono sukses lolos cut untuk pertama kalinya. Sayang cedera lamanya yang kambuh menghambat performa bagusnya dalam dua putaran—bermain 68-73—dan harus menutup pekan istimewa itu dengan catatan 6-over 294.

Satu pegolf lagi yang membawa bendera Indonesia ialah Ramadhan Alwie. Pegolf asal Pondok Indah Golf Course ini mencatatkan total skor 295 dan berada satu peringkat lebih baik daripada pegolf senior asal Singapura Mardan Mamat.