Pegolf No.3 Dunia asal Inggris, Justin Rose, masih mengingat bagaimana ia memenangkan World Golf Championship-HSBC Champions yang akan mulai berlangsung hari Kamis (25/10) besok, dengan fenomenal pada tahun lalu. Kemenangan di Sheshan International Golf Club tersebut terbukti menjadi sangat penting bagi karier profesionalnya pada musim 2017-2018, yang turut membantunya untuk menjuarai FedExCup 2018.

Kemenangan tersebut memang istimewa, mengingat Rose memulai putaran finalnya dengan tertinggal delapan stroke.

“Saya menjuarai FedExCup dengan keunggulan 34 poin dan 550 poin saya dapatkan di sini (China) merupakan bagian dari perjalanan panjang memenangkan gelar tersebut,” ujar Rose kepada para jurnalis dari seluruh dunia pada hari ini (24/10).

“Inilah yang saya sampaikan kepada kalian setelah menang tahun lalu. Sungguh menyenangkan bisa kembali. Lapangan ini terlihat sangat indah, dan ya, ada sambutan hangat dari semua orang di Sheshan dan tentunya HSBC, dan saya sangat tak sabar untuk memulai turnamen ini besok.”

Kali ini Rose memiliki tekad untuk mempertahankan gelar juara, sekaligus menjadi pegolf pertama yang mempertahankan trofi Old Tom Morris. Sejauh ini, hanya Phil Mickelson yang telah dua kali menjuarai turnamen ini, yaitu pada 2007 dan 2009. Meskipun turnamen yang menyediakan total hadiah US$10 juta ini menjadi turnamen keempat dari rangkaian turnamen PGA TOUR musim 2018-2019, Rose menyebut beberapa pekan terakhir ini sangat istimewa baginya.

“Anda melihat beragam ras dari beragam Tour (pada pekan ini), dan saya pikir itu sesuatu yang bagus. Saya pikir itulah yang berusaha dilakukan WGC, mengumpulkan para pemain terbaik dari seluruh Tour di dunia.” – C.T. Pan

“Tahun ini merupakan tahun yang spesial. Ini bulan yang spesial, ada beberapa hal yang sempat kalian sebutkan, menjadi No.1 Dunia, Ryder Cup, FedExCup, semua itu terjadi berturut-turut,” ujarnya.

“Ada banyak yang terjadi hingga saat ini dan buat saya, jelas tahun lalu saya mulai bermain sangat baik dan menjuarai beberapa turnamen menjelang akhir tahun, dan hal itu memberi perbedaan yang besar. Turnamen ini sendiri jelas ikut menjadi titik awal permainan golf mengagumkan yang berlangsung hingga sebagian besar dari bagian terbaik tahun ini.”

Rose jelas akan menghadapi persaingan yang tidak mudah. Pemenang THE CJ CUP @ NINE BRIDGES pekan lalu, yang juga merupakan PGA TOUR Player of the Year dan No.1 Dunia saat ini, Brooks Koepka juga tengah berada di puncak permainannya.

“Memulai tahun (musim 2018-2019) dengan kemenangan adalah sesuatu yang selalu ingin Anda lakukan. Satu kemenangan dari satu turnamen selalu menyenangkan,” ujar Koepka yang tahun lalu harus mengakui permainan istimewa Rose. “Dengan bekal kemenangan (pekan lalu), saya rasa permainan saya ada dalam bentuk yang bagus. Saya berharap untuk menyerang lapangan ini dan keluar sebagai juara.”

Jika bisa menjuarai World Golf Championship pertamanya ini, Koepka jelas akan mengukuhkan dirinya sebagai salah satu calon juara FedExCup. Apalagi poin yang diperebutkan pada pekan ini bukanlah sedikit.

Sementara juara WGC-HSBC Champions 2013 Dustin Johnson jelas berniat menghapus kenangan buruk tahun lalu ketika ia membuang keunggulan enam stroke-nya.

“Saya selalu tak sabar untuk kembali ke sini. Saya suka lapangan ini. Ini turnamen besar. Saya tak sering bermain ke Asia, jadi bagus juga buat saya untuk ke sini. Saya telah meraih banyak sukses di lapangan ini, jadi ini turnamen yang ingin saya mainkan.”

Satu-satunya pegolf China Taipei yang bermain pada PGA TOUR, C.T. Pan, bertekad untuk tampil maksimal pada pekan ini dalam upayanya untuk bisa masuk Tim Internasional pada The Presidents Cup tahun depan. Foto: Getty Images.

Sementara itu, salah satu wakil Asia, C.T. Pan akan melakoni debutnya pada ajang yang disebut-sebut sebagai ajang Major Asia ini. Sebagai satu-satunya pegolf China Taipei yang bermain pada PGA TOUR, keikutsertaannya pada pekan ini menempatkannya sejajar dengan para bintang dunia, seperti Rose, Koepka, Johnson, dan Rory McIlroy.

“Seumur hidup saya, saya sudah berusaha agar bisa bermain di sini. Malah 11 tahun lalu, saya memainkan satu putaran di sini persis setelah China Open, ketika saya gagal lolos cut. Saya sangat mengingatnya dan bertekad agar bisa kembali ke sini suatu saat, dan hari ini saya berada di sini, dan ini sungguh berarti buat saya,” jelasnya.

Musim lalu, Pan berhasil finis di peringkat 35 pada FedExCup, di antaranya berkat dua kali masuk lima besar, termasuk runner-up pada Wyndham Championship. Hal itu membantunya memiliki hak penuh pada PGA TOUR musim 2018-2019 ini.

Pan meyakini bahwa WGC menjadi platform yang sangat bagus bagi para pegolf Asia, seperti dirinya, untuk menunjukkan bakat dan kemampuan mereka pada level dunia.

“Anda melihat beragam ras dari beragam Tour (pada pekan ini), dan saya pikir itu sesuatu yang bagus. Saya pikir itulah yang berusaha dilakukan WGC, mengumpulkan para pemain terbaik dari seluruh Tour di dunia. Hal ini sangat membantu saya. Saya berasal dari China Taipei dan berada di sini seolah berada di kampung halaman saya. Jarang sekali saya mengikuti turnamen dan bisa berbahasa Mandarin di mana-mana,” imbuhnya lagi.

Turnamen ini sendiri akan menjadi tolok ukur bagi Pan untuk bisa masuk Tim Internasional pada Presidents Cup tahun depan. Dengan perlombaan poin ranking dunia yang sudah dimulai Agustus 2018 lalu, Pan kini berada di peringkat 10 pada ranking Tim Internasional.

Leave a comment