Junaidi Ibrahim akhirnya keluar sebagai juara pada gelaran Rudy A.P. Lisapaly presented by Iskandar SE.

Para pegolf profesional Indonesia mungkin menjadi kelompok insan yang harus menanti sangat lama untuk bisa kembali berkompetisi. Tercatat 15 bulan dan 23 hari telah berlalu sejak terakhir kalinya mereka mengikuti kompetisi resmi di negeri sendiri. Ajang terakhir itu ialah Indonesian Masters 2019. Dan ketika memasuki tahun 2020, belum sempat kegiatan disusun, pandemi menghantam aktivitas di seluruh dunia dan memaksa kondisi vakum selama lebih dari setahun.

Penantian tersebut tertuntaskan menyusul kepastian penyelenggaraan ajang Rudy A.P. Lisapaly presented by Iskandar SE, yang bergulir pada 7 April 2020 kemarin. Dan dalam kompetisi dua hari yang berlangsung di Padang Golf Pangkalan Jati ini, Junaidi Ibrahim tampil sebagai kampiunnya.

Turnamen ini menjadi turnamen pertama yang dilangsungkan oleh PGA Tour of Indonesia dalam kondisi pandemi. Itu pula sebabnya asosiasi mewajibkan para peserta turut melampirkan hasil tes antigen (swab antigen/rapid antigen) dengan hasil negatif sebagai salah satu persyaratan mengikuti turnamen ini, selain kewajiban menjalankan protokol kesehatan.

Nasin Surachman sempat menciptakan kejutan dengan permainan nyaris sempurna pada putaran pertama kemarin dan mencatatkan skor 9-under 63. Berbekal keunggulan empat stroke dari dua pesaing terdekatnya, Peter Gunawan dan Junaidi Ibrahim, pegolf berusia 44 tahun ini tampaknya memiliki peluang besar untuk memenangkan ajang yang memperebutkan total hadiah sebesar Rp100 juta ini.

Sayangnya, sebagaimana ia menciptakan kejutan pada putaran pertama, secara mengejutkan pula ia memulai putaran final hari ini dengan quadrupple bogey di hole pertama, yang kali ini ditetapkan dimulai dari hole 10 di Padang Golf Pangkalan Jati. Meskipun ia berhasil kembali memetik keunggulan dengan birdie di hole 3, tiga bogey di hole 5, 6, dan 11 praktis memperberat langkahnya.

Sebaliknya, Junaidi Ibrahim beralih sebagai pimpinan klasemen setelah membukukan empat birdie di hole 4, 6, 7, dan 9 di sembilan hole pertamanya. Pegolf berdarah Aceh ini kemudian kian memperbesar keunggulannya berkat birdie di hole 10. Ia sempat mendapat bogey di hole 13, namun kembali ke catatan 10-under setelah di hole berikutnya ia kembali mencatatkan birdie. Birdie itu menjadi yang ke-12 pada ajang ini.

”Minggu ini saya salah menyusun strategi. Mungkin berikutnya bisa lebih memperhatikan strategi di lapangan.” — Kevin Caesario Akbar.

Kevin Caesario Akbar, yang memulai putaran final dengan berjarak enam stroke dari puncak klasemen, sempat memberikan perlawanan dan mendekati Junaidi. Hingga hole 14, Kevin telah menorehkan skor 7-under setelah menorehkan lima birdie dengan satu bogey, yang memberinya selisih tiga stroke dari sang pimpinan klasemen.

Sayangnya, sejak hole 14 itu, ia tak lagi bisa menambah koleksi birdie-nya sehingga meskipun Junaidi mendapat dua bogey berturut-turut di hole 16 dan 17, sang pimpinan klasemen berhasil mempertahankan keunggulannya dan berhasil keluar sebagai juara dengan catatan skor 8-under 136.

”Dari segi pola pikir, hari ini saya bermain lebih nyaman sih, cuma di tujuh hole pertama saya terpaksa bermain bertahan untuk mengamankan par. Bogey di hole 5 itu lantaran tee off saya agak ke kanan dan kalau bola masuk rough di Pangkalan Jati ini, akan susah sekali mengendalikan jarak pukul. Akibatnya, dari situ bola saya masuk bunker. Sisa 2,5 meter gagal saya masukkan sehingga di sana saya kena bogey,” tutur Kevin. ”Minggu ini saya salah menyusun strategi. Mungkin berikutnya bisa lebih memperhatikan strategi di lapangan.”

Tempat ketiga dihuni oleh Benita Yuniarto Kasiadi, yang pada putaran final berhasil menorehkan enam birdie dengan tiga bogey. Peter Gunawan yang memulai putaran final dari tempat kedua menempati posisi keempat dengan skor total 139.

”Kalau dibilang puas sih enggak ya karena ada beberapa kesalahan di sekitar green. Pukulan sudah oke semua, cuma putting yang sebetulnya kurang bagus. Saat chipping, oleh karena karakter green-nya agak beda, saya jadi agak bingung untuk membidik landing areanya,” ujar pegolf yang akrab disapa Benny ini.

Sementara itu, sang pimpinan klasemen hari pertama Nasin Surachman, harus puas berada di peringkat kelima bersama Rory Hie, Asep Saefulloh, dan Rinaldi Adiyandono. Keempatnya sama-sama mencatatkan skor 3-under 141.