Menjadi satu-satunya pegolf yang meraih tiga gelar Asian Tour tahun ini telah membukakan lebih banyak pintu bagi John Catlin untuk mengikuti berbagai turnamen dengan skala yang lebih besar. Dan akhir bulan nanti, ia pun akan melakoni debutnya bermain pada ajang AfrAsia Bank Mauritius Open.

Catlin telah menjadi contoh sukses seorang pemain yang mengasah kemampuannya dari kasta bawah. Pegolf yang sukses menembus Asian Tour melalui Asian Development Tour ini telah mulai menuai buah dari kerja kerasnya tahun ini. Catlin menjadi pegolf ke-10 dalam sejarah Asian Tour, yang berhasil menjuarai tiga turnamen dalam satu musim.

Tiga kemenangan itu membawanya ke peringkat 7 pada Habitat for Humanity Standings, Order of Merit Asian Tour. Catlin akan ditemani oleh rekan senegaranya asal Amerika David Lipsky, Justin Harding dari Afrika Selatan, dan pimpinan Habitat for Humanity Standings Shubhankar Sharma dari India ketika mereka menuju Four Seasons Golf Club Mauritius di Anahita akhir bulan nanti.

Selain mereka, Malcolm Kokocinski (Swedia), Adilson Da Silva (Brazil), Viraj Madappa dan Khalin Joshi (India) yang sama-sama telah meraih gelar Asian Tour pertama mereka tahun ini akan ikut meramaikan persaingan pada ajang yang memperebutkan total hadiah senilai €1 juta (sekitar US$1,23 juta) ini.

Catlin sendiri meraih gelar Asian Tour pertamanya saat menjuarai Asia-Pacific Classic di China, bulan Mei 2018 lalu. Kemenangan tersebut memacunya untuk melakukan hal yang serupa dua bulan kemudian dengan memenangkan Sarawak Championship di Malaysia. Lalu bulan Oktober lalu ia meraih trofi ketiganya musim ini setelah memenangkan Yeangder Tournament Players Championship di China Taipei.

 

“Saya selalu bermain dan memberikan yang terbaik sejak awal sampai akhir. Tiap turnamen sangatlah berarti buat saya dan itulah yang menjadi sasaran saya tiap pekan.”

 

Bekal tiga kemenangan dalam setahun ini jelas memberinya semangat dan keyakinan untuk meraih kemenangan keempat ketika tampil untuk pertama kalinya pada ajang ini.

“Saya orang yang memiliki keyakinan teguh bahwa sekali Anda memenuhi satu target, itulah saatnya Anda melangkah ke target selanjutnya. Target saya yang selanjutnya ialah meraih gelar European Tour dan turnamen di Mauritius ini akan memberikan kesempatan untuk melakukan hal tersebut,” papar Catlin.

Catlin memang benar. Sebagai turnamen pertama, dalam kalender golf internasional, yang dinaungi oleh tiga badan golf profesional dunia, Asian Tour, European Tour, dan Sunshine Tour, kemenangan akan secara otomatis memberinya status keanggotaan penuh pada ketiga badan tersebut. Pegolf Korea Selatan Wang Jeunghun juga memanfaatkan kesempatan ini untuk melambungkan kariernya ke pentas Eropa setelah menjuarai turnamen ini pada 2016.

Catlin sendiri memulai perjuangannya di Asia ketika mengikuti Qualifying School Asian Tour tahun 2015 lalu. Namun, dua kali ia gagal mempertahankan kartu Asian Tour dan ia harus berjuang melalui Asian Development Tour. Tahun 2017 lalu, ia finis di tempat ketiga pada Order of Merit sirkuit strata kedua itu untuk meraih kembali kartu Asian Tour pada musim ini.

“Turnamen itu (AfrAsia Bank Mauritius Open) selalu tampak indah. Lapangannya terlihat sangat menantang, tapi juga kelihatan adil di televisi. Saya tak sabar untuk segera melihatnya sendiri dan membangun rencana permainan saya. Saya yakin akan ada banyak tantangan dan saya percaya diri kalau saya bisa mengatasinya.

“Saya selalu bermain dan memberikan yang terbaik sejak awal sampai akhir. Tiap turnamen sangatlah berarti buat saya dan itulah yang menjadi sasaran saya tiap pekan,” tegas Catlin yang akan menjadi bagian dari total 156 pemain yang akan bertanding pada 28 November-2 Desember 2018 mendatang.

Leave a comment