John Catlin asal Amerika Serikat sukses menjadi pegolf kelima yang berhasil menjuarai tiga gelar dalam satu musim Asian Tour. Pada hari Minggu (7/10)kemarin, Catlin berhasil menjuarai Yeangder Tournament Players Championship setelah pada putaran final itu ia mencatatkan skor 7-under 65.

Permainan Catlin pekan itu memang mengagumkan. Namanya mulai tampil di puncak klasemen sejak putaran kedua, ketika ia menjadi salah satu pimpinan klasemen. Dan ia menunjukkan bahwa ia bisa mencatatkan skor penting justru ketika ia membutuhkannya. Birdie di hole 16 pada putaran final kemarin memberinya keunggulan dua stroke dengan dua hole tersisa.

Dengan keunggulan tersebut, Catlin pun bisa bermain lebih tenang dan tak lagi perlu mengejar birdie. Par di hole 17 dan 18 sudah lebih daripada cukup baginya untuk kembali mengangkat trofi untuk ketiga kalinya pada tahun ini. Ia menyudahi turnamen yang digelar di Linkou International Golf and Country Club itu dengan mencatatkan total 15-under 273, sekaligus menjadi juara baru Yeangder Tournament Players Championship.

“Kemenangan ini sangat berarti buat saya. Ada tekanan untuk bisa bermain pada CIMB Classic pekan depan (pekan ini) sementara saya tidak tahu di mana posisi saya. Dan bisa memastikan posisi itu pada akhirnya jelas luar biasa. Itulah alasan mengapa Anda perlu berlatih keras. Itulah alasan mengapa Anda mencurahkan berjam-jam persiapan untuk putaran seperti hari ini (kemarin),” ujarnya.

Pencapaian Catlin ini memang menakjubkan. Ia pun layak disebut sebagai salah satu lulusan Asian Development Tour yang paling sukses. Keseriusannya bermain pada kancah Asian Tour telah membawanya meninggalkan negerinya dan menetap di Hua Hin, Thailand sejak 2016, berlatih di Springfield Golf and Country Club.

“Kalau Anda memberi tahu saya enam bulan lalu kalau saya bakal bermain pada ajang PGA TOUR, saya bakalan tak mempercayai Anda.”
– John Catlin

Performa Catlin sepanjang tahun ini juga sangat mengesankan. Sampai kemenangannya di Linkou, China Taipei itu, ia hanya sekali gagal lolos cut dalam 14 turnamen yang ia ikuti. Dari jumlah itu, ia juga menjuarai Sarawak Championship dan Asia-Pacific Classic.

Pegolf Amerika lainnya, Sihwan Kim menjadi pegolf yang paling mungkin menyalip Catlin. Ia terus menempel perolehan skor Catlin sampai akhirnya ia mendapat bogey di hole 16. Bogey itu pun membuat jarak di antara mereka menjauh dua stroke lantaran Catlin sukses mencatatkan birdie di sana.

“Saya sudah bertekad untuk bisa memukul bola ke fairway. Birdie di hole 16 itu sungguh penting. Sungguh penting memiliki keunggulan dua stroke dengan dua hole tersisa. Kalau cuma unggul satu stroke, segalanya bisa terjadi di hole 18,” sambung Catlin lagi.

Kemenangan kemarin memberikan hak bermain pada ajang CIMB Classic pada pekan ini, sekaligus menyejajarkan dirinya dengan Simon Dyson (2000), Thaworn Wiratchant (2012), Lee Westwood (2011), dan Shiv Kapur (2017) yang sukses menjuarai tiga turnamen Asian Tour dalam satu musim. Tapi belum ada yang melampaui pencapaian Wiratchant yang menjuarai empat turnamen dalam satu musim kompetisi, pada tahun 2005.

“Kalau Anda memberi tahu saya enam bulan lalu kalau saya bakal bermain pada ajang PGA TOUR, saya bakalan tak mempercayai Anda. Tapi sekarang, setelah bisa mendapat hak main tersebut, sungguh luar biasa dan saya sangat bersemangat untuk bermain (pada pekan ini),” tutupnya.

Meskipun pekan kemarin menjadi milik Catlin, sejumlah pemain lain mencatatkan hasil yang tak kalah positifnya. Pegolf asal India Viraj Madappa kembali ke bentuk permainan yang ia harapkan. Performanya juga membaik setelah finis di tempat keempat. Hasil ini malah terbilang sangat positif baginya, mengingat seusai meraih gelar Asian Tour pertamanya, ia justru gagal lolos cut tiga kali berturut-turut.

Leave a comment