Jin Cheng mempertahankan jalur yang ideal untuk meraih keanggotaan penuh pada PGA TOUR Series-China setelah pada putaran kedua Mainland China Qualifying Tournament ia melanjutkan dominasinya di puncak klasemen. Bermain pada 18 hole kedua dalam status profesionalnya, Jin membukukan skor 1-over 71 dan melanjutkan ekspektasi banyak pihak terhadap dirinya.

Meskipun pada putaran kedua bermain tidak seistimewa hari pertama, Jin masih tetap berada di posisi teratas lantaran skor total 2-under 138 miliknya masih memberinya keunggulan lima stroke dari pesaing terdekatnya, pegolf amatir berusia 17 tahun Liang Enqi, yang menorehkan skor terendah pada putaran kedua.

Meskipun mencatatkan hasil yang mengecewakan, Jin mengaku menikmati kondisi lapangan di Foison Golf Club, yang juga bakal menjadi tuan rumah untuk dua Global Qualifying Tournament.

“Kondisi lapangannya cukup bagus, terutama di green. Green-nya benar-benar bagus. Saya sangat menikmati bermain di sini, tapi ada beberapa tantangan yang membuat putaran kedua ini menjadi menarik. Ini bukan lapangan yang panjang, jadi manajemen lapangan sangatlah penting di sini,” tutur pegolf berusia 20 tahun yang telah menikmati debutnya di Augusta National pada The Masters 2016.

“Saya berusaha untuk tidak berpikir terlalu jauh. Yang harus saya lakukan ialah memainkan permainan saya sendiri, dan kita lihat saja apakah saya bisa mempertahankannya dan tetap berada di jalur yang tepat.” – Jin Cheng

Bermain dari hole 10, Jin hanya membukukan even par di sembilan hole pertamanya itu lantaran mendapat bogey di hole 14 dan birdie di hole 15. Ia sempat mendapat birdie lagi di hole 3 dan hole 5, namun justru mendapat bogey di hole 7 dan double bogey di hole 9

Posisi Jin saat ini memang menempatkannya hampir pasti meraih kartu PGA TOUR Series-China untuk musim 2019 ini. Ia sudah hampir memastikan bahwa ia akan finis di posisi 12 besar, posisi yang bakal menjamin hak bermain penuh sepanjang 2019 ini. Toh ia belum bisa menerima hal tersebut, terutama karena ia belum menuntaskan seluruh permainan.

“Saya berusaha untuk tidak berpikir terlalu jauh. Yang harus saya lakukan ialah memainkan permainan saya sendiri, dan kita lihat saja apakah saya bisa mempertahankannya dan tetap berada di jalur yang tepat. Sangatlah penting untuk berada pada posisi saat ini dan terus meningkatkannya,” ujar mantan mahasiswa Administrasi Bisnis di University of Southern California ini.

Sejauh ini Jin masih menjadi pegolf termuda yang pernah menjuarai ajang PGA TOUR Series-China. Tahun 2014 silam, ia menjuarai turnamen Nine Dragons Open ketika masih berusia 16 tahun. Dan kini ia berada di jalur yang ideal untuk mengulangi prestasi tersebut, kali ini sebagai pegolf profesional.

Selama berstatus amatir, Jin telah bermain dalam 18 ajang PGA TOUR Series-China. Dari jumlah tersebut, 13 di antaranya ia lalui dengan berhasil lolos cut. Ia juga enam kali finis di sepuluh besar, termasuk ketika menjuarai turnamen tahun 2014 itu. Tahun lalu ia mencatatkan 68-71-70-67-67-71 dalam enam putaran pada Mainland China Qualifying School.

Meski bermain tidak seperti pada hari pertama, skor 71 milik Jin Cheng masih menempatkannya kukuh di peringkat teratas. Foto: PGA TOUR Series-China/Liu Zhuang.

Pada bulan Desember 2018 lalu, Jin juga berhasil mendapatkan kartu Asian Tour, yang memberinya hak bermain penuh untuk musim 2019 ini. Jika akhirnya sukses mendapatkan kartu PGA TOUR Series-China, ia bakal memiliki banyak opsi untuk bertanding sepanjang tahun ini.

Tak hanya Jin yang mendapat posisi ideal untuk menikmati hak bermain pada musim ini. Setidaknya ada sepuluh pegolf amatir yang berada di zona 20 besar. Bahkan pesaing terdekatnya adalah pegolf amatir, Liang Enqi. Liang membukukan skor even par 70, skor terbaik pada hari kedua.

Pegolf berusia 17 tahun ini mencatatkan 3 birdie dengan sebuah bogey di lima hole pertamanya. Ia sempat kembali mendapat bogey di hole 12 dan 15, tapi mencatatkan birdie terakhirnya di hole 17.

Sebanyak 12 pegolf peringkat teratas pada Mainland China Qualifying Tournament pekan ini akan mendapat hak main penuh. Adapun peringkat 13-35, termasuk ties, akan mendapatkan status kondisional untuk enam turnamen pertama pada musim 2019 ini.

Leave a comment