Blantika golf amatir takkan lagi mendapatkan sosok Jin Cheng di berbagai kompetisi amatir dunia. Pegolf berusia 20 tahun ini akhirnya memutuskan untuk mengakhiri masa amatirnya dan beralih menjadi pegolf profesional. Keputusan ini cukup mengejutkan, mengingat sebelumnya ia sempat mengutarakan niatnya untuk menunda beralih profesional, setidaknya sampai Juni 2019 mendatang.

Pada awal Januari 2019 ini, Jin menjadi salah satu pegolf amatir dari total 41 pemain yang berhasil menembus Qualifying School Asian Tour. Usai memastikan hal tersebut, ia sempat mengungkapkan bahwa ia berniat untuk mengikuti Kejuaraan Nasional di negaranya.

“Saya masih akan mempertahankan status amatir saya, setidaknya sampai akhir Juni 2019. Saya tak merencanakan banyak hal karena saya masih harus sekolah sampai bulan Juni dan berniat untuk mengikuti Kejuaraan Nasional. Kita lihat saja bagaimana nantinya setelah itu,” ujar Jin usai menembus Asian Tour.

Toh pada akhirnya ia memutuskan untuk mengikuti jejak rekan senegaranya, Yuan Yechun, yang telah terlebih dahulu beralih profesional. Yuan sendiri langsung beralih profesional usai membela China pada ajang Asian Games XVIII di Jakarta bulan Oktober 2018 lalu. Sekitar dua pekan lalu, ia memutuskan meninggalkan University of Southern California (USC) dan beralih profesional. Yuan sendiri meninggalkan University of Washington untuk mengejar impian profesionalnya.

Keputusan beralih profesional membuat Jin Cheng harus meninggalkan pelatih dan rekan-rekan satu timnya di University of Southern California. Foto: PGA TOUR Series-China/Liu Zhuang.

Pekan ini, Jin akan melakoni perjalanan profesional pertamanya ketika ia mengikuti Mainland China Qualifying Tournament di Foison Golf Club. Turnamen kualifikasi yang dimulai hari ini (22/1) akan dimainkan sebanyak 72 hole ini dan bakal menentukan keanggotaan untuk PGA TOUR Series-China pada musim 2019.

“Keputusan ini sangat berat karena saya tidak mungkin mendapat pelatih dan rekan satu tim yang terbaik. Saya sangat menyukai mereka, tapi impian saya ialah bermain golf secara profesional, jadi terkadang begitulah kehidupan ini dan hidup bisa sangat berat. Sangat sulit memang, tapi saya sudah mengambil keputusan dan tidak ada alasan melihat ke belakang. Saya jelas sangat berterima kasih untuk tim yang pernah saya miliki dan betapa banyak bantuan yang diberikan pelatih selama saya bersama USC,” jelas Jin.

Dengan menempuh jalur Qualifying School untuk PGA TOUR Series-China, Jin bakal kembali menghadapi wajah-wajah yang sudah sangat akrab baginya. Ia sendiri sempat menjadi pemain reguler pada Tour batu loncatan menuju Web.com Tour ini. Bahkan ia pernah menikmati keberhasilan ketika menjuarai Nine Dragons Open 2014 dengan mengalahkan salah satu pemain masa depan PGA TOUR kala itu, Lucas Lee. Jin pun menjadi pegolf amatir pertama, yang dalam usianya yang ke-16 kala itu, yang sukses menjuarai ajang PGA TOUR Series-China. Uniknya, prestasi Jin ini kemudian diikuti oleh Yuan.

“Saya hanya beruntung,” ujarnya usai meraih kemenangan sekitar empat tahun lalu itu. Tapi bagi yang melihat sepak terjangnya sepanjang musim itu, jelas akan sulit menerima alasan tersebut. Ia jelas melihat kesempatan untuk menang dan benar-benar memanfaatkannya.

Setahun setelah meraih gelar juara itu, Jin mulai bermain di level universitas di USC. Langkah ini juga terbilang mengejutkan lantaran banyak pihak yang mengira ia bakal mengikuti jejak Li Haotong dan Dou Zecheng, yang langsung beralih profesional tanpa menempuh jalur universitas.

Foison Golf Club menjadi tuan rumah untuk Mainland China Qualifying Tournament pekan ini. Foto: PGA TOUR Series-China/Liu Zhuang.

Langkah tersebut ia akui sebagai upayanya untuk memantapkan dirinya sebelum beralih profesional. Kala itu ia mengaku tidak cukup dewasa dan meyakini kalau ia bisa belajar banyak dari bermain di level universitas, sekaligus membantu membekali dirinya untuk menghadapi kehidupan.

Selama bersama USC, Jin juga menorehkan sejumlah prestasi yang membanggakan. Pada tahun pertamanya, musim 2016-2017, timnya meraih peringkat pertama sepanjang tahun itu, sampai akhirnya harus kalah di perempat final pada NCAA Championship. Ia sendiri meraih tempat ketiga dan mendapat kehormatan menjadi bagian dari All-Pac 12 dan masuk tim All-Freshman. Pada tahun itu pula ia mencapai ranking dunia amatir terbaiknya, yaitu peringkat 9, usai menjuarai Asia-Pacific Amateur Championship dan The Players Amateur.

Tapi masa-masa cemerlang karier amatir tersebut sudah berlalu dan ia berniat untuk menikmati fase kehidupan barunya. Meski demikian, ia menilai dua setengah tahun terakhir sebagai periode terbaik dalam hidupnya.

“Saya sangat dekat dengan pelatih dan rekan-rekan satu tim dan seluruh keluarga USC, dan kami memainkan tim terbaik,” imbuh Jin. “Kami memainkan banyak turnamen dan sekolah saya banyak menghasilkan pemain hebat, jadi saya pikir platform ini banyak membantu saya, tak hanya dalam golf, tapi juga membantu saya lebih baik dari segi fisik dan mental.

Kini ia mengharapkan bertumbuh dalam banyak hal setelah memutuskan menjadikan golf sebagai pekerjaan penuh waktunya. Pengalamannya sebelumnya bermain dalam 18 ajang PGA TOUR Series-China, juga bermain pada The Masters, jelas memberinya bekal yang sangat cukup untuk menembus Mainland China Qualifying Tournament pekan ini.

Leave a comment