Jiang “Tony” Zhijie berhasil mempertahankan posisi teratas pada PGA TOUR Series-China, Mainland China Qualifying Tournament.

Pegolf amatir Jiang “Tony” Zhijie mempertahankan posisi teratasnya pada Mainland China Qualifying Tournament hari ini (8/1) setelah bermain even par 71. Ia kini memegang keunggulan tiga stroke untuk memastikan meraih kartu PGA TOUR Series-China musim 2020 ini.

Mahasiswa tingkat akhir pada Rutgers University ini memulai kualifikasi pekan ini dengan torehan skor 66. Ia kemudian mengukuhkan posisinya setelah menorehkan lima birdie, tiga bogey dan sebuah double bogey di Foison Golf Club untuk mengumpulkan skor total 5-under 137.

Jiang tampaknya akan mencatatkan skor rendah lagi setelah mengawali putaran kedua dengan birdie dan mengakhiri sembilan hole pertamanya dengan 2-under. Sayangnya, ia hal berbeda terjadi di sembilan hole terakhirnya. Meskipun mencatatkan tiga birdie lagi, ia justru mendapat dua bogey dan double bogey di lima hole terakhirnya sehingga harus puas bermain even par 71.

“Awalnya saya bisa main dengan baik, hanya saja gagal mempertahankannya. Tapi secara keseluruhan, saya senang dengan permainan saya dan berharap bisa terus main bagus,” tutur Jiang. “Masih ada dua hari lagi, jadi saya akan tetap fokus dan melihat bagaimana hasilnya. Yang jelas saya merasa sangat bersemangat.”

Pegolf termuda pada Mainland China Qualifying Tournament pekan ini, Pu Xi, yang baru berusia 16 tahun, untuk sementara berada di peringkat 5 bersama Guan Tianlang. Foto: PGA TOUR Series-China/Liu Zhuang.

Jiang ditempel oleh dua pegolf amatir lainnya. Aaron Du dan Li Yaqiao juga membukukan even par pada hari kedua ini dan keduanya masing-masing menempati peringkat kedua dan ketiga. Posisi keempat ditempati oleh pegolf profesional Yan Sun, yang hari ini menorehkan skor 5-under 66.

Menariknya, pegolf termuda pada kualifikasi pekan ini, Xi Pu, yang berusia 16 tahun, membukukan skor 71, dan kini sama-sama berada di peringkat kelima bersama Guan Tianlang.

Selain itu, sorotan juga layak diarahkan kepada Liu Siyun, pegolf wanita amatir yang kembali menorehkan skor 75 dan kini ada di posisi T19. Mahasiswi tingkat akhir pada The Wake Forest University ini masih berpeluang menorehkan sejarah menjadi pegolf wanita pertama yang meraih status apa pun pada Tour yang disokong oleh PGA TOUR. Para pegolf yang berhasil finis di jajaran 15 besar bakal mendapat status penuh pada PGA TOUR Series-China. Sementara mereka yang finis di peringkat 16-45 akan mendapat status kondisional.

Untuk sementara, Liu hanya terpaut dua stroke dari posisi 15. Bermain dari hole 10, ia menorehkan dua birdie di sembilan hole pertamanya, termasuk melakukan chip-in di hole 13. Sayangnya, ia kemudian harus menutup sembilan hole pertamanya dengan 4-over. Ia sempat bangkit dan menorehkan dua birdie lagi sebelum akhirnya mendapat dua bogey untuk skor 75.

“Saya mengalami putaran yang berat, tapi secara keseluruhan tidak terlalu buruk. Saya mendapat chip-in birdie hari ini dan beberapa biride yang bagus setelah memasuki sembilan hole kedua,” tutur Liu, yang ditemani oleh sang ayah, William, sebagai kedi.

Liu Siyun, didampingi William sang ayah (kanan), masih berpeluang untuk mencatatkan sejarah dengan meraih pegolf wanita pertama yang meraih status penuh pada Tour yang disokong oleh PGA TOUR. Foto: PGA TOUR Series-China/Liu Zhuang.

“[Di hole 2] saya melakukan pukulan solid dengan 4-iron dan memasukkan birdie dari jarak enam kaki. Lalu saya kira saya memukul berlebihan dengan 9-iron saya di hole 4, tapi entah kenapa bola justru berhenti 10 kaki dari lubang, dan saya berhasil memasukkan putt untuk mendapat birdie.”

Liu mengaku menikmati permainannya hari ini dan berusaha memaksimalkan peluangnya pekan ini. Ia sendiri berniat untuk beralih profesional setelah menuntaskan semester terakhir di kampusnya.

“Saya sangat senang orang menikmati permainan saya, dan saya harap bisa main lebih baik dan lebih menghibur,” tutur Liu, yang pekan ini sama-sama memainkan tee boks hitam dan memainkan total 6.588 yard di Foison Golf Club.

“Saya sangat suka setup lapangan di sini. Sangat sulit, tapi beberapa hole bisa saya jangkau. Saya belum pernah bermain pada kejuaraan besar, tapi lapangan dan setup ini sedikit terasa seperti lapangan Major bagi wanita,” ujarnya lagi. “Ini menjadi latihan yang sangat bagus buat saya karena saya juga berniat beralih profesional, dan semoga bisa mengikuti sejumlah kejuaraan Major.”