Aaron Rai semakin memperkukuh posisinya di puncak klasemen HONMA Hong Kong Open presented by Amundi. Pegolf muda berusia 23 tahun asal Inggris ini mencatatkan skor 2-under 68 pada akhir putaran ketiga tadi (24/11). Skor total 16-under 194 yang ia kumpulkan membuatnya kini unggul enam stroke dari dua rekan senegaranya, Tommy Fleetwood dan Matthew Fitzpatrick.

Catatan skornya pada hari ketiga ini memang tidak seistimewa skor 61 yang ia bukukan pada hari kedua kemarin (23/11). Namun, ternyata skor 68 itu sudah cukup untuk mengamankan posisinya untuk memulai perburuan gelar yang sesungguhnya, untuk gelar European Tour pertama dalam kariernya.

Tapi jelas ia sangat memahami bahwa 18 hole adalah jarak yang masih cukup panjang. Dan pekerjaannya masih jauh dari selesai.

“Segalanya belum selesai sampai benar-benar tuntas, dan 18 hole masih menuntut permainan golf yang banyak. Jadi, entah memimpin enam pukulan, sepuluh pukulan, segalanya masih bisa terjadi. Anda mesti menyadari hal tersebut!” kata Rai.

Pegolf yang telah menjuarai tiga ajang Challenge Tour ini menambahkan bahwa ia masih mengalami kesulitan untuk bisa menampilkan permainan yang sama, tapi juga berusaha untuk bermain cerdas. Dan hal ini membuatnya harus memikirkan cara terbaik untuk memainkan putaran final besok.

Meskipun memimpin dalam selisih yang cukup besar, Rai harus menghadapi dua rekan senegaranya yang sudah lebih berpengalaman bermain di kancah European Tour. Tommy Fleetwood yang merupakan salah satu pahwalan Ryder Cup, berhasil memperpendek selisih skornya dengan Rai setelah pada hari ketiga ini bermain dengan skor 4-under 66. Sementara Matthew Fitzpatrick, yang juga membukukan skor 68, sama-sama mengumpulkan skor 10-under 200.

“Kalau melihat turnamen ini, saya bakal terima kalau saya mesti finis di sepuluh besar.” – Shubhankar Sharma

Juara The Masters 2017 Sergio Garcia hari ini membukukan skor terendah, 6-under 64 dan kini berada di peringkat keempat bersama pegolf Australia Jason Scrivener. Garcia menikmati awal yang positif dengan tiga birdie berturut-turut, yang menurutnya membantunya menikmati putaran ketiga.

“Saya memberi banyak peluang bagi diri saya, tapi kami membutuhkan sedikit bantuan dari para pemain di atas untuk menuntaskan turnamen ini, tapi, setidaknya kami akan berusaha untuk finis lebih dekat lagi. Semoga saja saya bisa bermain dan mendapatkan awal yang baik seperti hari ini,” tutur Garcia.

Turnamen yang dimainkan di Hong Kong Golf Club ini jelas bukan semata mengenai siapa yang akan menjadi juara pada akhir putaran final besok. Meskipun tetap menarik untuk disimak, yang tak kalah menarik ialah melihat bagaimana Shubhankar Sharma bisa menjauhi kejaran Park Sanghyun pada Habitat for Humanity Standings.

Sharma kini mencatatkan skor total 6-under 204 dan berada di peringkat 12 bersama tujuh pemain lainnya. Pada putaran ketiga tadi, ia bermain dengan skor 3-under 67, yang menurutnya tidaklah jelek.

“Tapi skor tersebut mestinya bisa lebih baik lagi. Kemarin saya sudah main 5-under hingga hole 13, tapi tidak bisa menuntaskannya dengan baik. Bahkan pada hari ini saya merasa membuang sejumlah pukulan di lapangan. Tapi main total 6-under untuk turnamen ini bukanlah posisi yang jelek,” ujarnya. “Tapi kalau melihat turnamen ini, saya bakal terima kalau saya mesti finis di sepuluh besar.”

Dengan tersingkirnya Park dari turnamen pekan ini, peluang Sharma untuk memperbesar keunggulannya untuk menjadi pegolf India pertama setelah Anirban Lahiri yang menjadi pegolf No.1 Asian Tour.

Leave a comment