Jeev Milkh Singh dari India membukukan skor yang megesankan 6-under 66 untuk memimpin pada akhir putaran ketiga BANK BRI-JCB Indonesia Open hari ini (19/11). Dua kali pemegang status pegolf nomor satu Asian Tour ini memang berambisi untuk mengakhiri puasa tanpa gelar selama empat tahun terakhir.

Hari ini Jeev mencatatkan enam birdie sehingga mengumpulkan skor total 13-under 203, dan akan bertarung pada putaran akhir dengan rekan senegaranya Gaganjeet Bhullar, yang harus puas dengan skor 68 setelah membuat bogey di hole terakhir di Pondok Indah Golf Course.

Singh yang kini berusia 44 tahun, dan telah meraih 14 gelar juara di seluruh dunia hingga 2012, mengaku senang bisa memimpin dalam turnamen ini setelah menyelesaikan 29 hole menyusul dihentikannya putaran kedua kemarin (18/11) lantaran hari telah gelap.

“Saya sudah bangun dari pukul 4  pagi ini dan saya bermain 29 hole hari ini. Saya tidak ingat kapan terakhir kali saya memainkan begitu banyak hole.  Jujur saja, kaki saya sakit. Saya harus bersiap untuk besok,” kata Singh.

“Saya ingin memberikan perlawanan ketat bagi anak-anak muda. Secara mental, saya berusia 21 tahun, Tetapi secara fisik saya tidak demikian. Saya ingin terus bermain golf 10 tahun lagi dan selama saya bisa main. Saya ingin mewujudkan sebagian dari itu,” tambah Singh.

Setelah berjuang dengan cedera selama beberapa tahun terakhir ini, Singh menampilkan permainan golf terbaiknya atas bantuan pelatih sekaligu kedinya Amritinder Singh. Putranya juga mengikutinya selama 18 hole untuk memberikan tambahan motivasi.

“Pada akhirnya, Anda harus percaya pada diri sendiri dan Anda tetap berupaya pada kualitas permainan yang dibutuhkan. Saya merasa gembira pekan ini, keluarga saya ada di sini dan putra saya mengikuti saya selama 18 hole untuk pertama kalinya dalam hidup saya. Saya lebih fokus pada dirinya dan saya berpikir itu sangat membantu!” kata Singh.

Bhullar menempatkan dirinya menjadi salah satu calon utama untuk memenangi BANK BRI-JCB Indonesia Open yang kedua kalinya dalam kariernya. Namun, ia merasa kecewa karena membuat kesalahan di hole terakhir. Ia sendiri tengah menikmati performa yang sangat baik sejak menang di Korea bulan lalu.

“Semuanya berjalan lancar kecuali bogey di hole terakhir. Saya tidak panik. Saya sedang mencoba untuk mengingat kenangan saya menang di sini sebelumnya. Saya tahu saya pernah memenangi turnamen ini sebelumnya, tetapi pencapaian itu diperoleh dengan menjalani sesuatu yang rutin dan melalui sebuah proses,” ujar peraih enam gelar juara Asian Tour ini.

Pegolf Thailand, Pannakorn Uthaipas, kembali ke posisi Tiga Besar dengan skor 70 sehingga mengumpulkan skor total 205, sementara pegolf berbakat asal tuan rumah Danny Masrin mengejar pimpinan klasemen dengan selisih empat stroke usai mencetak skor 67. Danny berkeinginan untuk menjadi pegolf kedua Indonesian yang memenangi turnamen Nasional Terbuka ini sejak 1989.

Putaran ketiga turnamen Asian Tour berhadiah total US$300,000 dihentikan pada pukul 17.20 karena hari telah gelap dan cuaca buruk. Lionel Weber (Prancis) dan Johannes Veerman (AS) masih menyisakan beberapa hole putaran ketiganya di mana mereka telah bermain 9-under dengan sisa satu hole yang harus dimainkan.

Pannakorn yang berusia 26-tahun mencetak eagle di hole enam dari jarak 9 meter yang memberinya peluang untuk memenangi gelar pertama Asian Tour. Ia kini tertinggal dua pukulan dari Singh.

”Saya bersemangat menghadapi putaran akhir. Saya banyak membuat putt bagus pekan ini. Ada beberapa pukulan yang buruk hari ini, tapi saya masih bisa bermain par. Saya cukup percaya diri dan saya akan melakukan yang terbaik besok,” kata pegolf Thailand yang murah senyum ini.