Jazz Janewattananond menutup tahun fenomenal dengan meraih gelar juara keempat tahun ini, dan gelar Asian Tour ke-6.

Jazz Jenwattananond kian mengukuhkan statusnya sebagai pegolf paling cemerlang pada tahun 2019 ini. Sepekan setelah menjuarai BNI Indonesian Masters Supported by Bank BRI & MedcoEnergi, bintang golf asal Thailand ini meraih gelar keempatnya musim ini setelah bermain 6-under 65 pada putaran final Thailand Masters. Ia kini menjadi pegolf kedua yang bisa menjuarai empat turnamen dalam satu musim kompetisi, setelah Thaworn Wiratchant melakukannya pada tahun 2005.

Pegolf berusia 24 tahun ini memang hanya unggul satu stroke dari Thomas Detry asal Belgia ketika memulai putaran final hari ini. Dan ia langsung melejit meninggalkan pesaingnya dengan bermain 3-under dalam empat hole pertama. Ia kemudian mendapat bogey pertamanya di hole 6 sebelum kemudian mendapat satu birdie lagi di hole 8. Dengan komposisi serupa, 4 birdie dan sebuah bogey di sembilan hole terakhirnya, Jazz memastikan kemenangan dengan unggul lima stroke dari tiga pemain di belakangnya.

Skor kemenangannya, 23-under 261 di Phoenix Gold Golf and Country Club seakan mengingatkan publik bahwa ia pun meraih kemenangan ketika menjuarai Queen’s Cup tahun lalu. Dan kemenangan kali ini membuatnya langsung mencapai target yang baru saja ia tetapkan seusai kemenangannya di Jakarta, yaitu menembus peringkat 40 besar dunia.

Jazz memulai pekan ini dengan berada di peringkat 45 dunia. Dan kemenangan akhir tahun ini memastikannya mewujudkan target tersebut.

“Jelas ini tahun yang sangat baik. Saya meraih empat kemenangan tahun ini dan mengakhirinya persis seperti ketika memulai tahun ini.” – Jazz Janewattananond

“Ini kehormatan besar bisa menang di negeri sendiri dan istimewanya pada sebuah ajang yang dipromosikan oleh Jaidee Foundation. Jujur saja, saya tidak berharap menang pekan lalu karena saya tak merasa sehat setelah kedinginan di Jepang dan harus menyesuaiakn diri dengan kondisi cuaca di Indonesia. Saya malah kesulitan mengawali pekan kompetisi kala itu. Pekan ini pun sama karena saya merasa sangat lelah,” tutur Jazz.

“Tapi saya pikir kondisi ini terkait dengan upaya untuk bertahan karena saya sedang berada dalam zona saya dan tidak terlalu memikirkan skor saya. Tapi jelas ini tahun yang sangat baik. Saya meraih empat kemenangan tahun ini dan mengakhirinya persis seperti ketika memulai tahun ini.”

Sebelas bulan sebelumnya, Jazz memang sukses menembus 100 besar dunia setelah menjuarai SMBC Singapore Open, turnamen yang juga turut memberinya status bermain di level Japan Golf Tour. Lalu pada bulan Juni 2019 ia menjuarai Kolon Korea Open dengan keunggulan satu stroke. Dengan kemenangannya di Jakarta pekan lalu, ia memastikan debutnya di Augusta National Golf Club bulan April 2020.

Kemenangan pekan ini juga membuatnya berhasil mengoleksi hadiah uang di atas US$1 juta dan menjadikannya pemain kelima yang berhasil melakukan hal tersebut, mengikuti Jeev Milkha Singh (2008), Kiradech Aphibarnrat (2013), Anirban Lahiri (2015), dan Scott Hend (2016).

Meskipun harus mengakui ketangguhan rekan senegaranya, Suradit Yongcharoenchai merasa puas bisa mengakhiri tahun 2019 dengan hasil yang positif. Ia telah memenuhi targetnya menjadi juara Asian Tour usai memenangkan Mercuries Taiwan Masters, dan kini ia membukukan skor yang bagus untuk menutup musim 2019.

“Saya tidak bisa berharap lebih dari yang sudah saya capai ini. Saya sudah menang sekali pada ajang Mercuries Taiwan Masters dan mengakhiri musim ini dengan berada di jajaran sepuluh besar Order of Merit,” ujar Suradit. “Target saya akan lebih tinggi lagi untuk tahun 2020 dan saya berharap bisa meraih kemenangan lagi.”

Danny Masrin menutup musim 2019 dengan finis di posisi T20 pada ajang Thailand Masters. Foto: Yongki Hermawan.

Bagi Thomas Detry, liburan kali ini ternyata lebih melelahkan daripada liburan biasanya. “Saya masih bisa finis di tempat kedua dan hasil ini tidaklah jelek untuk sebuah liburan. Saya akan pulang dan menghabiskan waktu dengan keluarga dan tidak berpikir mengenai golf untuk beberapa hari,” ujarnya.

Adapun wakil Indonesia yang tersisa pekan ini, Danny Masrin, kembali bermain tanpa bogey. Kali ini ia menorehkan empat birdie dan menutup turnamen terakhirnya musim ini dengan torehan 11-under 273. Ini menjadi pekan kedua baginya secara berturut-turut dengan skor under dua digit.

Sayangnya, hasil tersebut hanya menempatkannya di peringkat 20 bersama tujuh pemain lainnya.

Danny akan memulai tahun 2020 dengan turun pada ajang Hong Kong Open yang rencananya digelar pada 9-12 Januari 2020.