Jazz Janewattananond mengambil alih puncak klasemen Thailand Masters dan berpeluang meraih gelar Asian Tour keempat musim ini.

Belum sepekan berlalu usai menjuarai BNI Indonesian Masters Supported by Bank BRI & MedcoEnergi, Jazz Janewattananond menempatkan dirinya di posisi ideal untuk kembali menjadi juara. Dan persis sepekan setelah membukukan skor fenomenal di Royale Jakarta Golf Club, ia kembali melakukan hal yang sama pada putaran ketiga Thailand Masters untuk mengambil alih posisi teratas.

Setelah menorehkan skor 69 dan 67 dalam dua putaran pertama di Phoenix Gold Golf and Country Club, Jazz menorehkan skor sensasional 11-under 60 untuk memiliki keunggulan satu stroke dari bintang Belgia Thomas Detry.

Skor istimewa itu tak lepas dari permainan yang akurat dan performa putting yang prima. Ia hanya membutuhkan 23 putt untuk menorehkan skor terendah ini.

“Saya bahkan tidak tahu berapa skor saya sampai melangkah ke ruangan scoring. Saya sendiri heran kenapa orang menanyakan apakah saya mendapat birdie di hole terakhir. Ternyata saya hanya kurang satu stroke dari skor 59. Jujur saja, benak saya kosong ketika memasukkan birdie demi birdie,” ujar Jazz yang membukukan skor total 17-under 196.

“Saya tahu kalau saya memang sedang bermain dengan baik dan putting saya juga tajam. Saya hanya perlu memukul ke green dan putter saya akan menyelesaikan sisanya. Tapi saya tak mengira bermain sebagus itu karena saya malah merasa lelah sekali.”

Jazz cukup beruntung putaran ketiga hari ini sempat mengalami penundaan sejenak, persis ketika ia membutuhkan istirahat.

“Putaran saya hari ini terbilang biasa saja kalau dibandingkan dengan Jazz.” – Thomas Detry

Walau berpeluang mewujudkan targetnya lebih awal, Jazz menegaskan, “Ini turnamen terakhir tahun ini. Jadi, saya tinggal bermain sebaik mungkin besok.”

Detry sendiri masih bertahan di posisi kedua setelah kemarin (20/11) posisinya digeser oleh pegolf Thailand lainnya, Phachara Khongwatmai. Hari ini ia membukukan skor 66, sedangkan Phachara harus puas bergeser ke peringkat ketiga lantaran hanya bermain 2-under 69.

“Putaran saya hari ini terbilang biasa saja kalau dibandingkan dengan Jazz. Saya melihat namanya perlahan-lahan menanjak ke puncak klasemen dan dia memang luar biasa. Cuma kurang satu stroke dari skor 59. Memang saya main bagus, tapi harusnya bisa lebih bagus lagi,” tutur Detry yang musim ini telah lima kali finis di sepuluh besar di level European Tour, termasuk lima besar pada ajang Nedbank Golf Challenge hosted by Gary Player dan AfrAsia Bank Mauritus Open.

Detry menyadari bahwa putaran final besok akan berlangsung sangat ketat. Bukan hanya karena ia cuma terpaut satu stroke dari Jazz, tapi Phachara di tempat ketiga juga bakal mengincar kemenangan pertama di sirkuit utama ini.

“Putting akan menjadi kunci penting buat saya besok,” ujar Phachara. “Kalau saya bisa memasukkan lebih banyak putt, mungkin saya punya peluang juara. Tapi saya perlu memainkan permainan saya sendiri dan tidak berpikir terlalu jauh.”

Sementara itu, Danny Masin yang kini menjadi satu-satunya pegolf Indonesia yang bermain pada ajang ini menorehkan lima birdie dengan dua bogey untuk skor 3-under 68. Dengan skor total 7-under 206, untuk sementara ia berada di peringkat T36.

Danny jelas membutuhkan finis di jajaran 15 besar untuk mendapatkan poin Official World Golf Ranking dan meningkatkan peringkatnya untuk dapat menembus 300 besar dunia dan bertanding pada Olimpiade Tokyo 2020. Saat ini ia berada di posisi 652. Sebelum finis T5 pekan lalu, ia berada di peringkat 923.