Pegolf No.1 Asian Tour Jazz Janewattananond menegaskan keinginannya menjadi bagian Tim Internasional untuk Presidents Cup 2021.

Menyusul terpilihnya Trevor Immelman sebagai Kapten Tim Internasional untuk Presidents Cup 2021, bintang asal Thailand Jazz Janewattananond berniat untuk berjuang mendapatkan tempat untuk ajang dua tahunan tersebut. Pegolf yang kini berperingkat 39 pada Official World Golf Ranking ini menjadi salah satu pemain yang perkembangannya akan terus dipantau.

Immelman menilai para pegolf Asia telah memberi dampak yang sangat penting dalam kompetisi beregu yang mempertemukan Tim Internasional, selain Eropa, dengan Tim Amerika Serikat ini.

“Ada Jazz Janewattananond yang bermain pada Asian Tour dan telah meraih sejumlah prestasi mengagumkan. Dan dia kini telah mendapat peluang untuk tampil dalam turnamen-turnamen terbesar di Amerika Serikat,” ujar Immelman.

Tahun lalu ada lima pegolf Asia—Im Sungjae, An Byeonghun, Li Haotong, C.T. Pan, dan Hideki Matsuyama—yang tampil menjanjikan bagi Tim Internasional. Mereka ikut berkontribusi dan hampir memberi sukses yang didambakan, walau akhirnya harus takluk 16-14 dari Tim AS yang dipimpin Tiger Woods di Royal Melbourne, Australia itu. Catatan tersebut turut meyakinkan Immelman, yang meneruskan tongkat estafet idola dan mentor senegaranya, Ernie Els, bahwa para wakil Asia akan terus menunjukkan peranannya ketika ia memimpin di Quail Hollow Club di Charlotte, North Carolina tahun 2021 nanti.

“Jika melihat sejarah tim kami sejak (Shigeki) Maruyama dan (Joe) Ozaki, ada begitu banyak pemain besar Asia lainnya, termasuk K.J. (Choi). Kami memiliki sejumlah pemain Asia dalam tim dan mereka tampil dengan cemerlang,” ujar sang kapten yang baru berusia 40 tahun, yang juga menjadi salah satu asisten kapten bagi Els tahun lalu ini.

 

Kemenangan Jazz Janewattananond pada Thailand Masters akhir tahun 2019 memberinya gelar keempat dan melambungkan peringkatnya ke jajaran 50 besar dunia. Foto: Asian Tour.

 

“Saya pikir mereka (para pegolf Asia) memberi respons yang sangat fantastis bagi suasana tim, dan tim saat itu benar-benar sangat terikat erat. Saya benar-benar terkesan melihat bagaimana mereka bermain di lapangan, menerima tantangan bermain menghadapi para pegolf terbaik di dunia, menerima tantangan mempelajari lapangan baru di Royal Melbourne yang sangat rumit dan sulit.

“Para pegolf Asia telah menjadi bagian yang teramat sangat penting dalam tim kami. Mereka akan terus menjalankan peran demikian. Lihatlah pemain, seperti Jazz, yang melambungkan dirinya ke jajaran 50 besar ranking dunia. Dia juga menampilkan permainan yang indah dengan caranya sendiri. Dan ada juga sejumlah pemain lain, lihatlah misalnya Li Haotong, C.T. Pan, dan Ben An (An Byeonghun), dan masih ada banyak pemain Asia lain yang benar-benar mulai menempatkan nama mereka di jajaran golf dunia.

Jazz yang kini berstatus pegolf No.1 Asian Tour setelah meraih empat gelar pada musim 2019 lalu gagal langsung masuk tim. Ia hanya dua posisi di bawah delapan posisi teratas. Ia pun harus rela tidak terpilih sebagai salah satu dari empat pilihan kapten. Kala itu Els lebih memilih Rookie of the Year PGA TOUR Im, Joaquin Niemann, Adam Hadwin, dan Jason Day. Day yang kemudian mundur lantaran cedera pun digantikan oleh An.

“Saya (jelas) mendukung Tim Internasional. Semua orang bilang bahwa seharusnya saya bermain di sana, tapi saya justru berkata sebaliknya. Saya sama sekali tidak merasa kecewa. Ernie sudah lebih lama mengenal olahraga ini dan ia tahu apa yang terbaik bagi tim. Dia melihat bahwa saya belum siap,” ujar Jazz.

“Tim Internasional bermain sangat baik dan saya juga menyemangati mereka. Jadi, ya, saya ingin berusaha mendapat tempat dalam tim untuk tahun 2021. Perjalanannya memang panjang (untuk bisa masuk tim), tapi saya akan berjuang. Saya ingin berkontribusi bagi Tim Internasional.”