Angelo Que bukan satu-satunya pemain yang kembali melambung setelah kegagalan pekan yang lalu di Sentosa Golf Club, Serapong Course. Apa yang pegolf Filipina itu alami memang masih lebih baik ketimbang mereka yang gagal lolos cut.

Yusaku Miyazato asal Jepang dan Carlos Pigem merupakan dua dari sekian banyak pemain yang tak bisa melanjutkan hingga ke dua putaran final. Namun, apa yang mereka tunjukkan ketika memainkan dua putaran awal di Pun Hlaing Golf Club, Yangon, Myanmar menunjukkan bahwa mereka telah mengabaikan kegagalan pekan lalu untuk tampil maksimal.

Carlos, yang tahun lalu memenangkan turnamen Yeangder Tournament Players Championship di Taiwan, yang sekaligus merupakan gelar Asian Tour pertamanya, mengawali hari pertama dengan cukup mengecewakan.

”Kemarin, setelah 16 hole, saya sudah main 3-under. Tapi driver saya tidak begitu bagus. Saya melakukan dua kesalahan di hole 17 dan 18, yang membuat saya kehilangan dua bola,” tutur Carlos.

Carlos memang belum memainkan permainan terbaiknya pada awal tahun ini. Terutama setelah sempat sakit sebelum bermain di Singapura.

”Saya senang bisa lolos cut untuk pertama kalinya tahun ini. Dua pekan sebelum memainkan turnamen pertama, saya sakit. Tapi sekarang saya sudah sehat dan akan memainkan permainan golf terbaik saya,” tegasnya.

Bermain dengan skor 70 dan 67 dalam dua putaran awal, Carlos mengumpulkan total skor 5-under 137 dan siap untuk kembali menunjukkan permainan agresif yang memang menjadi ciri khasnya.

Meskipun demikian, bintang pada putaran kedua ialah Yusaku Miyazato. Kakak dari pegolf LPGA Tour Ai Miyazato ini kembali melambung, setelah sempat tenggelam pada SMBC Singapore Open. Miyazato, yang mengaku terbangun pada pukul empat dini hari, menunjukkan permainan yang super solid dalam dua putaran pertama ini. Setelah kemarin (26/1) mencatatkan skor 4-under 67, sebelum kemudian bermain 7-under 64. Dalam dua putaran awal ini ia bermain tanpa bogey sama sekali.

”Dua hari yang sempurna, sulit dipercaya,” tutur Miyazato. ”Saya sangat menikmati lapangan ini dan cuacanya. Negeri Myanmar juga sangat indah.”

Bermain tanpa bogey, Miyazato menyebut permainan iron dan manajemen lapangan yang baik menjadi kunci untuk bermain bagus di lapangan ini.

”Green di sini keras sekali dan butuh banyak spin serta manajemen lapangan yang bagus. Kalau bola masuk ke rough, tentu akan sangat sulit untuk mendapatkan spin yang dibutuhkan,” tutur Miyazato yang mengaku mengatasi green dengan mengandalkan intuisinya.

Leopalace21 Myanmar Open merupakan turnamen kedua untuk musim 2017 ini, baik bagi Asian Tour maupun Japan Golf Tour. Ini juga merupakan turnamen kedua di mana kedua Tour utama tersebut berkolaborasi. Adapun bagi Leopalace21, perusahaan real estate asal Jepang, ini merupakan kali kedua mereka mensponsori Myanmar Open dari komitmen tiga tahun untuk mendukung turnamen ini dari 2016 hingga 2018.