Performa yang menurun pada hari kedua membuat Im Sungjae menghadapi jalan terjal untuk membuat sejarah di East Lake Golf Club.

Im Sungjae harus berjuang ekstra keras jika ingin menciptakan sejarah bagi Korea dan bagi Asia pada ajang TOUR Championship. Skor 2-over 72 pada putaran ketiga membuatnya harus terlempar jauh dari puncak klasemen. Meskipun ia kini menempati peringkat keenam, berbagi tempat dengan Daniel Berger, selisih skornya dengan pimpinan klasemen sementara menjadi 9 stroke.

Permainannya pada hari ketiga di East Lake Golf Club ini memang jauh berbeda ketimbang hari kedua. Permainan iron, yang selama ini menjadi kekuatannya, tampaknya sudah kembali. Hal ini terlihat dari catatan statistiknya yang berhasil memenuhi 16 dari 18 green in regulation. Akurasi driving-nya juga sangat bagus, di mana ia memukul bolanya ke 10 dari 14 fairway.

Namun, performanya pada hari ketiga justru anjlok. Di hole 3 par 4, pukulan approach-nya harus mampir ke rough dan ia harus melakukan dua putt untuk mendapatkan bogey pertamanya. Kemudian di hole 4 par 4 pukulan tee-nya meleset dari fairway dan masuk ke rough, yang membuatnya tak dapat mencapai green dalam dua pukulan. Setelah pukulan ketiganya menyisakan jarak sekitar 7 meter, lagi-lagi ia butuh dua putt untuk memasukkan bola. Hal serupa terjadi lagi di hole 5 par 4, di mana ia membutuhkan tiga pukulan untuk mencapai green dan dua putt sehingga mencatatkan bogey ketiga secara berturut-turut.

Im sepertinya akan segera bangkit setelah di hole 6 ia mendapatkan birdie. Namun, di lima hole berikutnya, ia harus puas bermain dengan par, sampai akhirnya mencatatkan bogey keempatnya di hole 11 par 3.

Pegolf berusia 22 tahun ini akhirnya mendapatkan birdie keduanya pada hari ketiga itu di hole terakhir setelah mencapai green par 5 itu dengan dua pukulan.

 

 

Berkali-kali ia mengungkapkan keinginannya untuk bisa menjuarai FedExCup. Meskipun peluang itu tak sepenuhnya sirna, ia jelas membutuhkan permainan yang luar biasa pada putaran final hari ini. Itu juga dengan harapan Dustin Johnson, pimpinan klasemen saat ini, dan pemain jajaran atas lainnya mendapatkan hasil yang buruk.

Bagaimanapun juga, Im juga berpeluang memperbaiki catatan penampilannya pada ajang ini jika berhasil mempertahankan posisinya di jajaran 10 besar. Dalam debutnya tahun lalu, ia finis di peringkat T19. Catatan terbaik wakil Asia sejauh ini masih dipegang oleh K.J. Choi pada tahun 2007 dengan finis di peringkat 4 pada klasemen akhir FedExCup

Johnson sendiri berhasil mempertahankan posisinya setelah tampil luar biasa. Ia menorehkan skor 6-under 64 dan total telah mengoleksi skor 19-under. Selisih skornya dengan dua pesaing terdekat saat ini, Xander Schauffele dan Justin Thomas, juga cukup jauh, yaitu lima stroke. Sementara Jon Rahm mengintai di peringkat 4 dengan koleksi 13-under, sedangkan Juara PGA Championship 2020 Collin Morikawa mencatatkan skor total 12-under di tempat kelima.

Ketika Im harus turun peringkat, wakil Asia lainnya, Hideki Matsuyama berhasil memperbaiki catatan skornya. Setelah dua hari berturut-turut hanya bermain even par, kali ini Matsuyama berhasil menorehkan skor yang lebih baik berkat empat birdie dan sebuah bogey. Dengan skor total 7-under, ia kini menempati peringkat T12.

Putaran final hari ini juga akan menjadi penentu bagi pemain dengan rata-rata skor terendah sepanjang musim ini. Saat ini Webb Simpson (rata-rata 68,866), Bryson DeChambeau (69,097), Jon Rahm, (69,164), Daniel Berger (69,164), dan Justin Thomas (69,180) menjadi lima pemain dengan skor rata-rata terbaik sejauh ini.

1 Comment

Comments are closed.