John Catlin menempuh perjalanan panjang sampai akhirnya menjuarai gelar European Tour pertamanya.

Hari Minggu (6/9) lalu merupakan hari yang takkan dilupakan oleh John Catlin. Pegolf Amerika ini akhirnya berhasil memenuhi salah satu impiannya untuk menjadi juara di kancah European Tour. Bertanding di lapangan yang terkenal sebagai lapangan golf tersulit di Eropa, Real Club Valderrama, Catlin berhasil menaklukkan pemegang dua gelar Major asal Jerman, Martin Kaymer, dengan keunggulan satu stroke.

Keberhasilannya ini membawa Catlin memasuki jajaran 150 besar dunia. Kemenangannya pada ajang Estrella Damm N.A. Andalucia Masters di Spanyol ini membawanya ke peringkat 145 setelah memulai pekan tersebut dari peringkat 230.

”Saya pikir kemenangan ini belum bisa saya cerna sepenuhnya, tapi memang inilah target saya pada awal 2019 lalu, untuk bisa menang pada ajang European Tour. Bisa benar-benar mewujudkannya sekarang tidaklah mudah untuk mengungkapkannya dengan kata-kata,” ujar Catlin.

Pegolf Amerika berusia 29 tahun ini jelas telah menempuh jalan panjang untuk bisa meraih kemenangan penting dalam kariernya ini. Tapi semua itu ia lakoni dari strata bawah.

 

Empat tahun sudah berlalu sejak John Catlin menjuarai gelar profesional pertamanya di Indonesia lewat ajang Asian Development Tour, Combiphar Golf Invitational. Foto: Getty Images.

Catlin beralih profesional pada tahun 2013 dan sempat bermain pada MacKenzie Tour-PGA TOUR Canada. Tapi ia meraih suksesnya justru di benua yang jauh dari negerinya. Setelah memilih untuk berdomisili di Thailand dan menyesuaikan dirinya dengan iklim Asia Tenggara yang lembab, Catlin meraih kemenangan profesional pertamanya empat tahun silam.

Pada tahun 2016 itu, Catlin masih bertanding di level Asian Development To

ur. Uniknya, seperti halnya sejumlah pemain top, Catlin mendapatkan gelar profesional pertamanya di Indonesia. Pada ajang Combiphar Golf Invitational, yang sekaligus menandakan partisipasi pertama perusahaan farmasi tersebut dalam mendukung golf profesional, Catlin meraih kemenangan tiga stroke atas rekan senegaranya, Micah Lauren Shin, dan pegolf Filipina, Antonio Lascuna.

Bermain di Gunung Geulis Country Club, yang kala itu dimainkan sebagai lapangan 71 par, Catlin membukukan skor total 16-under 268. ”Saya telah mengalami banyak hal, secara personal dan sebagai seorang pegolf profesional, dalam tiga tahun terakhir,” ujar Catlin kala itu, menggambarkana betapa beratnya hidup di negeri orang.

Hampir setahun kemudian, ia kembali menjuarai ajang Asian Development Tour. Kali ini kemenangan itu ia raih di Malaysia. Lagi-lagi dengan skor kemenangan yang sama, meskipun dimainkan di lapangan 72 par. Dan kali ini ia menang dengan keunggulan lebih besar lagi, 7 stroke, atas pegolf Australia, Martin Dive.

 

 

Tahun 2018 terbukti menjadi tahun tersukses baginya selama berkarier di Asia. Catlin yang mulai menjadi pemain reguler Asian Tour meraih tiga gelar sepanjang musim tersebut. Setelah menjuarai Asia Pacific Classic pada bulan Mei 2018, ia kembali ke Malaysia dan menjuarai Sarawak Championship pada bulan Juli 2018. Dan tiga bulan kemudian, ia menjuarai Yeangder Tournament Players Championship di China Taipei. Sukses ini pun membawanya terpilih sebagai Asian Tour Player of the Year.

”Tahun ini merupakan tahun yang spesial,” ujar Catlin kala itu. ”Bisa bergabung ke jajaran juara akan selalu menjadi pencapaian yang istimewa, tapi bisa melakukan hal ini beberapa kali jelas sulit dipercaya. Bisa menang tiga kali benar-benar sulit dipercaya!”

Meski tak mengulangi pencapaian 2018 itu pada tahun berikutnya, Catlin mengakhiri musim 2019 dengan menjuarai Thailand Open.

Pengalamannya bertanding di level Asian Development Tour dan menjadi salah satu pemain top Asian Tour jelas membantu perkembangannya sebagai seorang atlet profesional. Dan ia tak segan mengakui hal ini.

”Pengalaman saya sebelumnya (di Asia) sangatlah membantu. Saya tahu karena saya sudah pernah meraih kemenangan sebelumnya. Bahkan ketika arah permainan tidak berjalan sesuai keinginan saya pada hole-hole awal di sembilan hole terakhir, saya tahu kalau saya bisa bersabar dan terus bermain, peluang (kemenangan) itu akan saya miliki,” tuturnya.

 

John Catlin memenuhi target juara European Tour yang ia patok pada awal 2019 dengan kemenangannya pada ajang Estrella Damm N.A. Andalucía Masters. Foto: Getty Images.

 

Dengan bermain sabar, Catlin berhasil menaklukkan Real Club Valderrama yang terkenal dengan fairway yang sempit, angin yang berembus kencang, serta green yang keras dan licin.

”Hal tersulit di lapangan ini ialah memukul ke fairway. Angin berembus menyilang di kebanyakan fairway, dari kanan ke kiri atau kiri ke kanan sehingga Anda bisa mendapatkan spin yang salah dan membuat bola harus masuk ke rough. Lalu green-nya juga makin dan kian menjadi keras. Jadi, memukul ke fairway itu menjadi kewajiban, dan saya berhasil melakukannya di hole 18, dan mungkin itulah yang memberi perbedaan,” jelas Catlin lagi.

Rasanya baru kemarin setelah Catlin terpaksa didiskualifikasi dari UK Swing. Tapi, yang jelas, ia menunjukkan sportivitasnya dengan mengakui kesalahannya, dan kembali bertanding dengan intensitas yang cukup memberinya gelar berharga ini.

Tak kalah istimewanya pula, Catlin menjadi pegolf Amerika pertama setelah Tiger Woods yang bisa menjadi pemenang di Royal Club Valderrama.